↠006

✧༺🌕༻∞
Kenangan manis terbungkus dalam satu kalimat penuh makna.
'tsuki ga kirei'
✧༺🌕༻∞

"Haaah Tuhan kapan aku bisa jujur" ucap gadis yang sedari tadi hanya menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan yang ia taruh di atas meja nya.

Bel istirahat yang baru saja berbunyi membuat kelas menjadi lebih sepi karena sebagian besar penghuni nya memilih untuk pergi ke kanti ataupun tempat lainnya setelah menjalani jam-jam membosankan saat kelas berlangsung.

"Kenapa aku tak berdaya gini si, tinggal ngomong suka aja susah banget" ucap gadis itu memukul pelan meja nya.

Gadis itu sedang dilanda rasa frustasi membuatnya mengumpat pada dirinya sendiri, dan itu berlangsung cukup lama sampai—

"[Name]......," Tanpa ia sadari seorang pemuda sudah berdiri didepan mejanya dan berusaha memanggil namanya.

"Hiiih kenapa sih ini benar-benar mengesalkan" [name] masih mengumpat dan tidak menyadari akan kehadiran pemuda itu.

"Aaaaaarrghh—" [name] menggebrak mejanya pelan dan berdiri secara tiba-tiba, saat itulah ia menyadari kehadiran pemuda tersebut.

"Ho.... Hokuto-kun!? Kenapa—"

"[Name] apa kau mempunyai masalah ?"

"Bu...bukan gitu— kenapa Hokuto-kun kesini ?" Ucap [name] berusaha untuk mengalihkan topik namun dengan bodoh nya ia malah menanyakan sebuah pertanyaan klise yang harus nya tidak perlu ditanyakan pada orang yang bahkan tempat duduk nya tepat disebelah nya.

"Aku ingin ke mejaku.....,"

Benar kan ? Saat ini [name] ingin menenggelamkan diri nya di dasar laut saja.

"Dan aku mempunyai sesuatu untuk ditanyakan padamu"

Wajah [name] yang tadi nya ia tundukan menyembunyikan semburat merah karena malu itu kini menatap bingung pemuda didepannya.

"Klub' astronomi— klub Keiko dan Subaru mengadakan sebuah acara melihat bulan dan kebetulan aku diundang Subaru untuk datang— em jika kau tak keberatan kau bisa datang bersama ku"

"........,"

"A— jika kau keberatan—"

"Tidak!!! Aku sama sekali tidak keberatan ! Kapan acaranya ?"

"Malam ini....,"

"Baiklah! Aku akan datang tanpa keberatan sama sekali!"

"Syukurlah jika seperti itu" ucap Hokuto tersenyum, senyuman yang akhir-akhir ini sering terlihat namun Masi membuat gadis itu candu saat melihat nya.

✧༺🌕༻∞

Sebuah acara manis membuat sebuah memori kecil tentang kehidupan bersama, canda tawa terdengar melihat indah nya malam.

Semua alat untuk melihat indah nya Langit karya sang pencipta sedang disiapkan, semua orang sibuk dengan peran nya masing-masing meninggalkan dua orang yang kini hanya bisa melihat kebingungan.

"[Nickname] dan hokke bisa duduk saja disini nikmati langit dulu ya, maaf kami tidak bisa menemani kalian padahal aku yang mengajak—"

"Subaru!"

"A— baik-baik aku kesana! Oke sampai jumpa nanti [nickname] hokke!" Ucap Subaru meninggalkan kedua insan tersebut.

Suasana canggung tercipta dengan perginya sang Surai oranye itu, mereka hanya terhanyut dalam pikirannya masing-masing.

Malam yang cerah, cuaca yang sangat cocok untuk mengamati bintang dan bulan, pemandangan langit penuh bintang dengan sang rembulan bersinar redup terasa nyaman untuk dipandang.

Sebuah sinar yang tak terlalu cerah ataupun terlalu redup, membuat sebuah kata terucap lirih tanpa disadari keduanya.

"Tsuki ga kirei'"

Sebuah ungkapan yang memiliki beribu makna namun tidak ada satupun yang tahu apakah makna itu tersampaikan atau tidak, hanya hati kecil yang berharap perasaan nya akan tersampaikan suatu hari nanti.

493 word
❒Yuki Supriadi❒

Ga jelas ? Gantung ? Ooc?

Maaf bangett aku ngejar waktu
Bodoh nya aku ngira deadlinenya Masi panjang 😭😭

Ya mungkin aku rombak lagi kalo ada waktu ;-;

Oke sekian makasih dah baca ;-;

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top