Bruce Banner
"Hulk adalah Bruce."
Satu kalimat yang membuat Peter membeku, ia menatap Tony sebelum pada Hulk yang ia baru ketahui adalah Bruce Banner.
"Peter!" Glider Harry tampak mendekat, ia menurunkan Ned dan turun dari sana menemui Peter, "aku tidak tahu apa yang terjadi, namun Bruce mendadak tampak aneh dan tubuhnya berubah menjadi--"
Spider sensenya bekerja. Dan ia segera menarik Harry, Ned, dan Tony yang ada disana sebelum tangan Hulk tampak menghancurkan lantai tempat mereka berdiri tadi.
"Kekuatannya lebih besar dari yang kuduga," Peter tampak bergumam. Ia bisa saja menjadi Spiderman, semua sahabat dan orang-orang di Parker Industri sudah mengetahuinya. Namun, disini ada Tony yang tentu ia yakin tidak tahu apapun tentang--
"Apa yang kau tunggu?! Kalau tidak Bruce akan benar-benar depresi melihat semua kehancuran ini jika ia kembali," Peter menoleh pada Tony, "beraksilah sebagai Spiderman."
...
"Apa?"
"Jangan katakan kau mengira aku tidak tahu jika kau adalah Spiderman. Kostumku sedang dalam perjalanan, kurasa barang rongsokan tidak bisa datang cepat," Tony melihat sebuah alat mirip jam tangan yang ia kenakan. Dan Peter sibuk terkejut karena Tony mengatakan jika ia Spiderman dengan nada seolah itu adalah hal yang normal.
"Aku dan Bruce membuat formula untuk menghentikan Hulk, aku tidak tahu apakah berhasil atau tidak."
"Baiklah, aku akan menahannya," tidak ada lagi halangan untuk menjadi Spiderman, dan ia segera beranjak dari posisinya sebelum memanjat di dinding, "hei big guy, apakah kau dalam masa puber? Kau cepat sekali mara--Whoaaa!!!"
Jika Peter tidak menghindar, maka ia akan terlempar begitu saja. Ia segera menembakkan jaring laba-laba pada Hulk, dan tampak berputar menggunakan jaring laba-laba yang ia tembakkan di dinding. Dengan segera ia mengikat Hulk yang masih mencoba untuk melepaskan diri.
"Oke, berapa lama lagi Mr. Stark?"
"Satu menit," Tony melihat waktu yang ditunjukkan gelang itu. Namun Peter lebih terfokus pada jaring laba-labanya yang tampak sudah mulai meregang dan akan terputus perlahan.
"Uh, apakah tidak bisa lebih cepat?"
Jaring itu semakin terlepas, dan saat Peter mengira ia harus mengikatnya lagi, sesuatu tampak terbang dan menghancurkan kaca jendela lantai 24 perusahaan Parker itu. Dan disanalah seragam Iron Man tampak terbang dan langsung terpakai oleh Tony. Ia segera terbang dan akan membantu Peter.
"Tenang buddy, kita tidak pernah mencoba menggunakan prototype ini, tetapi kuharap ini berhasil," Tony mendekati Bruce dan mengeluarkan sebuah suntikan yang langsung ia tancapkan pada lengan Hulk. Hulk yang merasakan itu tampak meraung sebelum melepaskan jaring milik Peter dan melempar Tony dan akan menuju ke jendela luar.
"STARK!"
Peter mencoba untuk melemparkan jaring laba-laba lagi saat seseorang menangkapnya begitu saja. Dan saat itu, Hulk yang mengincar Tony tampak memukul kearah Tony yang entah bagaimana menimbulkan bunyi seperti besi terpukul.
Dan saat Peter menoleh lebih jelas, ia melihat perisai yang familiar menutupi Tony. Dan juga Steve yang memegang perisai itu. Sepertinya Steve menyusul Tony yang berlari setelah menyadari Hulk mengamuk.
"Kau tidak apa?" Steve tampak membantu Tony, namun Tony hanya menatap Hulk yang tampak seolah berhenti bergerak, dan terhuyung beberapa kali.
"Apakah berhasil?"
...
Dan saat beberapa huyungan, Hulk tampak kembali berdiri tegap dan menatap kearah Tony dan juga yang lainnya.
"Not work!" Peter tampak menyadari itu dan segera berayun ke depan Tony dan juga Steve, "Harry, bawa mereka menjauh!"
"On it!" Harry menggerakkan Glidernya dan menarik kerah belakang Tony dan Steve.
"Hei, kau tidak akan melukai Bruce bukan?!" Tony menatap Peter yang menghentikan akan bergerak sebelum menoleh pada Tony.
"Tentu tidak," Peter hanya tertawa seolah itu adalah sebuah lelucon. Namun, ia segera menghindar sebelum menoleh pada Hulk, "akan kucoba..."
Ia bergumam sebelum menghela napas dan tampak kembali berayun untuk menghindar.
"Hei big guy," Hulk menoleh pada Peter yang berada di langit-langit bangunan, "knock knock!"
Hulk menggeram dan akan meninju Peter namun ia segera menghindar. Lagi. Ia tidak akan bisa menyerang seseorang yang tidak bersalah, terlebih seorang anak kecil.
"Aku akan menganggap itu jawaban 'Siapa itu?'," Harry dan juga Ned hanya sweatdrop dan menggelengkan kepalanya. Peter dan juga lelucon tidak lucunya. Namun, entah kenapa saat itu Hulk tampak terdiam dan tidak bergerak, sebelum tubuhnya menyusut perlahan.
"Lelucon knock knock? Aku tidak pernah berpikir akan bekerja," Bruce tampak bergumam dengan nada lemah. Energinya terkulas, dan ia akan terjatuh jika Peter tidak menangkapnya dengan segera.
"Ada apa ini?!" MJ yang tadi sedang memiliki pekerjaan tampak baru saja mencapai lantai 25 dan melihat kekacauan disana, "Peter?!"
"Aku akan menjelaskannya nanti MJ, bisa panggil tim medis kemari? Aku ingin mereka mengecek Mr. Banner."
.
.
"Jadi, kau bilang ia terkena dampak dari percobaan kalian?"
Peter, Tony, dan juga yang lainnya berada di ruang tunggu utama menara Parker. Tony menceritakan semuanya, tentang bagaimana awal dari Bruce dan Tony yang sedang melakukan penelitian sinar gamma tanpa sengaja mereka mengacaukan programnya dan membuat Bruce yang berusaha menyelamatkan salah satu rekan mereka dulu terpapar sinar gamma dengan sangat kuat.
"Bagaimana ia bisa selamat? Maksudku, sinar gamma bisa membuat tubuh seseorang meledak dan tewas," Ned tampak menghela napas dan menggeleng. Ia tidak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi.
"Dan apa yang sebenarnya kalian lakukan dengan sinar gamma? Itu bukan sebuah permainan."
Tony tampak sedikit tidak nyaman saat ditanyakan hal-hal tadi. Ini bukan urusannya, dan yang bisa menjawabnya hanyalah Bruce yang sedang tidak sadarkan diri.
"Teman-teman," Peter menghentikan Harry dan Ned yang menanyakan hal itu, "kurasa kita harus menunggu Mr. Banner untuk mendapatkan jawaban itu. Lagipula kurasa Mr. Stark dan Mr. Rogers butuh sedikit istirahat?"
Senyuman Peter tampak bersahabat, namun MJ, Ned, dan Harry tahu jika Peter sama bahkan lebih tertarik mengetahui tentang apa yang terjadi pada Bruce. Atau pada Tony hingga ia mengetahui bahwa Peter adalah Spiderman.
.
.
"Aku sudah menghubungi Mrs. dan Mr. Potts, beristirahatlah malam ini disini," Peter tampak tersenyum dan nenatap Tony yang masih menunggu Bruce sambil menulis sesuatu di kertasnya. Tony tampak berjalan dan melihat apa yang ditulis oleh Tony, dan ia tampak cukup terkesan dengan apa yang dibuat oleh Tony.
Itu tampak seperti sebuah hitungan aljabar dan beberapa pemrograman yang rumit untuk anak seusianya.
"Pengembangan kostummu?"
"Ah," Tony sepertinya tidak begitu berkonsentrasi sebelumnya, dan ia sedikit tersentak melihat seberapa dekatnya Peter dengannya, "begitulah. Dan aku harus mengkalkulasinya dengan harga dan bahan yang bisa kujangkau."
Peter mengangguk-angguk dan masih melihat Tony yang tampak sudah tenggelam dalam dunianya sendiri.
"Bagaimana jika kau ikut denganku? Aku ingin mengerjakan beberapa proyek di laboratoriumku," Peter tampak menunjuk kearah salah satu tangga menuju ke bawah yang tampak segera membuat Tony terdistrak dengan pekerjaannya dan menoleh pada Peter.
"Kau yakin aku boleh ikut denganmu?"
"Tentu," Peter tertawa pelan melihat bagaimana raut wajah Tony tampak menjadi sangat senang hanya dengan ajakan Peter. Bagaimana mungkin ia mengatakan tidak untuk wajah itu, "aku suka melihat anak-anak sepertimu. Ayo, ikut denganku."
.
.
"Ia adalah monster. Aku tidak ingin mengadopsinya lagi!"
"Kau bercanda? Aku tidak ingin ia menghancurkan rumahku. Tidak ada yang akan menjamin ia akan selalu tenang."
"Ia berbahaya, aku tidak ingin anak-anakku berada bersama dengannya."
Ini adalah untuk kesekian kalinya Bruce Banner dikembalikan oleh orang tua asuhnya ke panti asuhan, dan untuk kesekian kalinya juga ia berpindah panti asuhan. Ia yang saat itu berusia 5 tahun bahkan tidak mengerti apapun tentang apa yang terjadi padanya. Dan saat ini, ia berada di salah satu panti asuhan di Queens, hanya sendiri sambil membaca buku tebal yang tidak sesuai dengan usianya.
Anak-anak lainnya tidak ada yang mau bermain ataupun mendekatinya, ia hanya memiliki buku sebagai temannya.
"Apa yang sedang kau baca anak muda? Kenapa kau tidak bermain dengan teman-temanmu?"
Suara itu membuatnya menoleh dan menemukan seorang pria tua yang tersenyum ramah padanya. Ia tidak pernah melihat pria itu, namun entah kenapa ia seolah mengenalinya meski tidak bisa ia mengingatnya.
"Aku tidak boleh bermain dengan mereka. Mereka bilang aku akan melukai mereka walau aku tidak tahu alasannya. Aku tidak ingin melukai mereka," ia membenahi kacamata bacanya dan tampak menunduk kembali, "lagipula, kurasa aku tidak butuh teman. Aku lebih suka belajar dan membaca buku."
"Hm... Tetapi apa kau tidak kesepian?"
...
"Aku tidak merasakan apapun sejak lama kurasa," Bruce mengangkat bahunya dan tidak labih memperhatikan pria tua itu, "dan kakek, sebaiknya kau menjauh dariku. Orang tua asuhku yang sebelumnya sampai dibawa ke rumah sakit sebelum ini."
"Kakek kesepian, bagaimana kalau kau menemani kakek?" perkataan itu membuatnya menoleh dengan cepat hingga pria itu takut leher anak itu patah, "bukankah jika dua orang yang kesepian bersama kita tidak akan merasa kesepian lagi?"
"Tetapi kau tidak akan tahan denganku. Aku berbahaya..."
"Benarkah? Tetapi yang kulihat kau anak baik yang sangat pintar," ia mengusap ujung kumis putihnya dan bergumam, "tenang saja, kakek akan baik-baik saja. Kakek bahkan lebih kuat daripada Thanos."
"Tha ... siapa?"
Dan kakek itu hanya tertawa. Kakek yang aneh, itu yang dipikirkannya saat melihat pria tua itu. Namun, ada sesuatu yang membuatnya terdorong untuk percaya jika kali ini, ia akan mendapatkan kebahagiaannya.
"Siapa nama kakek?"
"Stan," ia terdiam sejenak sebelum menatap dengan senyuman ramahnya, "Stanley. Kau bisa memanggilku Stanley."
.
.
Semenjak saat itu, ia tinggal dengan kakek tua yang memang tinggal sendirian. Saat sampai di rumahnya, ia melihat jika kakek tua itu adalah seorang pembuat komik. Banyak sekali gambar yang tertempel di dinding dan juga beberapa kertas yang bertebaran di lantai. Ia pria tua yang aneh, meski di rumahnya ada alat gambar dan juga gambaran itu, pria itu selalu bekerja sebagai beberapa orang.
Seperti kurir paket, atau yang paling aneh adalah menjadi seorang DJ di sebuah tempat.
...
Tetapi kakek itu sangat baik pada Bruce hingga ia benar-benar merasakan untuk pertama kalinya sejak lama, bagaimana rasanya memiliki sebuah keluarga.
Bruce menjadi jarang mengamuk, dan ia yang ditempatkan di sekolah Midtown di usianya yang ke 14 tahun karena otak jeniusnya. Diluar rumahnya, ia kembali menjadi seorang introvert yang tidak pernah bersama dengan orang lain. Ia hanya menyendiri dan juga menjauh dari orang-orang.
Tidak ada insiden sejak itu, dimana ia berubah menjadi seorang monster.
Hingga suatu hari Killian tampak mengganggu kakek Stan yang tampak sedang mengantarkan sebuah paket dan menjemput Bruce. Tentu saja ia sama sekali tidak terima dengan itu, dan Bruce mengamuk hingga melukai beberapa murid disana.
Tentu saja itu berakhir tidak baik, saat wali Bruce dipanggil, dan ia hampir dikeluarkan dari sekolah jika saja tidak ada yang menjadi saksi dan mengatakan jika Bruce mengamuk karena Killian yang memulainya.
Bruce ingin tahu siapa yang mau membelanya, karena selama ini banyak anak ataupun orang yang melihat jika Bruce sebenarnya bukan ingin menyerang dan menjadi monster, namun tidak ada yang berani untuk membelanya.
"Mr. Stark yang melihatnya," itu yang dikatakan oleh kepala sekolah Midtown kala itu. Saat ia mengatakannya, pintu itu terbuka dan menunjukkan seorang pemuda seusianya yang berambut cokelat ikal menatap kearah mereka, "kebetulan sekali, Mr. Stark--"
"Tony. Namaku Tony, Stark adalah nama ayahku," ia tampak tidak suka dengan panggilan itu. Padahal Stark adalah perusahaan terbesar pertama hanya sedikit diatas perusahaan Parker di NYC, "jadi, ia tidak akan dikeluarkan bukan?"
"Hanya detensi selama 1 minggu."
"Baguslah, kalau begitu aku hanya ingin menyerahkan tugas ini dan kembali ke kelas," pemuda itu melambaikan beberapa lembar kertas di tangannya dan menaruhnya di meja, "tugas yang kalian berikan terlalu mudah. Seharusnya naikkan standart kalian."
Ia mengatakannya dengan nada angkuh dan berbalik meninggalkan tempat itu.
.
.
"Hei tunggu!"
Bruce segera menghampiri setelah meminta izin untuk keluar sementara Kakek Stan dan juga kepala sekolah itu berbincang. Beruntung pemuda itu tidak berjalan terlalu jauh, dan Bruce segera berhenti dan menyamai jalannya.
"Namamu ... Tony?"
"Ya, dan aku mendengar banyak tentangmu. Namamu adalah Bruce Banner bukan?" Tony mengangguk dan memperlambat jalannya untuk menyamai dengan Bruce juga.
"Terima kasih," Tony memiringkan kepalanya dan menatap kearah Bruce, "tidak ada yang membelaku sebelum ini seperti yang kau lakukan tadi. Jadi, terima kasih..."
"Tidak masalah," Tony tampak tertawa dan mengibaskan tangannya seolah itu hal biasa, "yang lebih penting, bagaimana kau bisa berubah menjadi makhluk hijau itu?"
"Entahlah, tetapi aku menemukan beberapa catatan ayahku yang mengatakan jika ini ada hubungannya dengan Radiasi Gamma. Tetapi, saat kuperiksa sepertinya radiasi itu sudah membuat tubuhku bermutasi hingga pada tingkat DNA. Ayahku pasti yang menjadi penyebab ini dan," Bruce terdiam saat menyadari jika ia bergumam tidak jelas. Banyak yang menganggapnya aneh karena itu hingga mereka menjauhinya.
"Ma-maafkan aku, aku tidak sadar sudah bergumam tidak jelas seperti itu!"
"Aku bisa melihatnya?" Bukannya merasa aneh atau bosan, Tony menatap dengan wajah berbinar dan tampak tertarik, "Radiasi Gamma bisa membuat mutasi DNA tetapi tidak membunuhmu. Seharusnya ia bahkan bisa memenuhimu dengan sel kanker atau menghancurkan tubuhmu saat itu juga. Kalau aku melihatnya, mungkin aku bisa tahu sesuatu. Ah, tetapi tentu kalau itu diperbolehkan olehmu."
Bruce menatap kearah Tony yang masih tersenyum padanya. Dan mulai hari itu, ia memiliki sahabat dan teman pertamanya.
.
.
"Ow, kepalaku..."
Bruce memegangi kepalanya yang terasa pusing kala itu. Pandangannya masih terasa kabur selama beberapa saat sebelum penglihatannya mulai fokus. Dan yang terlihat saat itu adalah dua orang yang sedang duduk di samping ranjangnya dan tampak memperhatikannya.
"Dia sudah sadar Ned."
"Benarkah?" ia baru menyadari jika yang memperhatikannya adalah gadis berkulit tan dengan rambut ikalnya dan juga seorang pemuda bertubuh gempal. Tentu saja ia mengenalnya sebagai Michelle Jones dan juga Ned Leeds, "oh, baguslah. Peter dan Tony menghawatirkanmu."
"Tony? Uh, apa yang terjadi?"
"Temanmu yang kemarin memenangkan perlombaan," Killian, ia ingin protes dengan mengatakan jika ia bukan teman pembully itu, "ini hari pertamanya menjadi Intern di perusahaan Parker. Dan sudah banyak kehebohan yang terjadi ditambah saat ia melihatmu dan mengejekmu serta Tony."
Bruce mengingat semua itu, kecuali setelah Killian berteriak padanya dan saat Ned serta Harry mencoba untuk menasihati Killian. Lalu, semuanya gelap. Dan satu hal yang ia pikirkan adalah karena ia kembali berubah menjadi Hulk.
"A-apakah ada yang terluka?"
"Tidak, beruntung Harry tepat waktu membawa Glidernya. Hanya beberapa intern yang terkilir kakinya. Selebihnya tidak ada yang berbahaya," Ned menggeleng dan menghela napas lega. Bruce tampak terlihat merasa bersalah, "aku akan memanggil Pe--"
"Biar aku saja," MJ memotong perkataan Ned dan berdiri dari posisinya, "temani saja Mr. Banner."
"Aku tidak perlu--"
"Aku memaksa," MJ sudah berbalik dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Bruce dan juga Ned. Tentu saja setelah itu suasana disana menjadi sangat sunyi, sebelum Ned menyadari tatapan Bruce yang masih terlihat panik dan merasa bersalah.
"Ini bukan salahmu. Kau tidak bisa mengendalikan makhluk itu."
"Tetapi tetap saja," Bruce tampak menunduk dan memainkan jemarinya, "kalau saja saat itu aku tidak mengamuk tentu saja tidak akan ada yang terluka."
"Kurasa itu bukan hal yang paling dicemaskan oleh Peter. Kerusakan bangunan yang lebih ia khawatirkan, karena kurasa MJ dan Matt akan memaksanya untuk menyelesaikan beberapa laporan kerusakan," Bruce tampak semakin panik. Tentu saja, kalau bangunan perusahaan sebesar ini hancur, ia harus mengganti rugi dan tentu saja itu tidak sedikit.
"Jangan menakutinya," Peter tampak muncul bersama dengan Tony yang sudah berjalan cepat dan mencoba melihat keadaan Bruce, "yang ingin dikatakan oleh Ned adalah kau tidak perlu mencemaskan apapun."
"Tetapi--"
"Ah, aku tidak ingin mendengar alasanmu," Peter tampak menggelengkan kepalanya dan menghentikan omongan Bruce, "yang lebih penting adalah kau baik-baik saja. Kurasa itu sudah cukup."
Bruce tampak terdiam, ia tahu jika ia tidak akan menang dalam debat kecil itu. Peter dan Ned hanya menatapnya dengan tatapan tidak ingin dibantah lagi.
"Aku sudah menghubungi kakekmu dan mengatakan kau akan menginap disini. Ia bilang tidak masalah tetapi hubungilah dia jika kau sudah merasa baikan," Peter tampak menunjuk handphonenya dan Bruce hanya mengangguk, "slot internku jadi menghilang karena aku memberhentikan temanmu itu."
Peter tampak menghela napas dan menggaruk kepala belakangnya.
"Kalau begitu kau hanya tinggal mencarinya lagi bukan?"
"Mencari? Untuk apa?" Peter menatap MJ seolah pertanyaan itu adalah sebuah pertanyaan bodoh, "aku sudah mendapatkan penggantinya. Bahkan lebih baik."
Saat MJ dan yang lainnya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Peter, Peter mendekat dan menepuk pundak Bruce dan juga Tony, "mereka sudah lebih dari cukup. Tony akan menjadi asisten pribadiku, dan kurasa Ned cukup tertarik dengan Bruce. Jadi, sudah cukup bukan?"
Bruce akan memprotes karena takut Hulk akan kembali mengamuk, namun Peter sudah memotongnya.
"Kalau kau memang merasa bersalah, kau bisa menganggap ini hukuman karena sudah menghancurkan beberapa bagian bangunan disini," Bruce tampak tidak berkutik dengan omongan itu dan hanya terdiam, "dan aku juga Ned cukup tertarik dengan teori Gamma yang sedang kau dan Mr. Stark kembangkan. Aku ingin melihatnya jika kau tidak keberatan."
"Dan mungkin saja mencari jalan keluar untuk masalahmu dan juga makhluk hijau itu," Ned menambahkan seolah begitu saja menyetujui rencana dadakan dari Peter, "sudahlah, kalian tidak akan bisa menang jika Peter sudah memutuskan sesuatu. Kecuali itu adalah MJ atau Matt."
Tony dan Bruce hanya menatap Peter yang sudah mempersiapkan semuanya dan meminta MJ untuk membuatkan kartu ID untuk Tony dan juga Bruce. Kedua pemuda itu hanya saling bertatapan, sebelum Tony hanya tersenyum dan mendengus pelan.
"Kau hanya ingin meringankan pekerjaanmu saja bukan?" MJ yang mendekati Peter yang hanya memalingkan wajahnya dan tidak menjawab.
.
.
"Nick, kau memanggilku lagi?"
Beberapa hari setelah itu, Peter bersama dengan Wade dan juga Matt memasuki markas SHIELD. Mereka sedikit heran, karena tidak banyak misi mereka yang membuat Fury memanggil mereka bertiga yang sering melakukan tugas sebagai Red Team.
Saat Peter berjalan masuk ke salah ruangan pertemuan SHIELD, ia tidak akan pernah mengira akan melihat pemandangan didepannya. Seorang pemuda yang ia yakin berusia sama seperti Tony dan Bruce tampak berbicara dengan Nick. Saat Peter mendekat, keduanya berhenti berbicara dan menatap pada Peter, Wade, serta Matt.
"Aku tahu ini mendadak, tetapi aku punya misi untuk kalian," Nick tampak menatap kearah Peter yang bertatapan dengan Matt serta Wade sebelum kembali menatap Nick, "HYDRA kembali berulah. Dan mereka bekerja sama dengan sebuah organisasi bernama KGB yang merekrut para assassin muda disana."
Peter tampak mengambil salah satu laporan yang diberikan oleh pemuda itu dan membacanya sebelum matanya beralih pada lambang yang ada disana.
"Tunggu, lambang ini--"
"Ya, mereka bekerja sama dengan organisasi KGB yang ada di Russia," Nick tampak menatap Peter dan juga yang lain yang baru membaca hal itu, "seperti yang kalian tahu, KGB merekrut para assassin muda yang dilatih di Red Room. Aku ingin kalian menangkap dan menginterogasinya."
Nick menatap pemuda yang berdiri di dekat Nick sebelum pemuda itu menayangkan sebuah proyektor yang menunjukkan seorang gadis berambut merah ikal yang masih sangat muda.
"Kami tidak mendapatkan banyak informasi. Tetapi gadis ini muncul dan membuat ulah di markas SHIELD, membunuh beberapa agen kami," Nick tampak menjelaskan, "satu hal yang kami tahu adalah gadis itu anggota KGB, dan memiliki nama alias sebagai Black Widow."
To Be Continue
Next : Black Widow & Hawkeye
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top