Chapter 28

  
  "Ajari aku tersenyum tulus meski apa yang sebenarnya aku rasakan jauh berbeda dengan apa yang orang lain lihat."
 
 
***

Sudah seminggu sejak Kayla hampir diculik, kini semua terlihat membaik. Hubungan Rangga dan Kayla juga semakin dekat. Keduanya sering kedapatan jalan berdua, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  
Lapangan SMA Jaya Bakti kini masih ramai meski pertandingan basket telah usai sejak lima belas menit yang lalu. Kayla duduk seorang diri di kursi penonton, memerhatikan Rangga yang sedang sibuk berbincang dengan teman se-timnya. Elsa sedang berduaan dengan Iqbal, sedangkan Tyas pamit ke toilet dan belum juga kembali.

Kayla jenuh, sejak tadi yang ia lakukan hanyalah mengotak-atik ponselnya. Tak ada yang mengajaknya mengobrol, sebab dari sekalian orang yang berjajar di sampingnya membawa pasangannya masing-masing.

Gadis itu semakin memberengut kesal ketika ponselnya lowbatt tanpa mengerti kondisi. Ingin kembali ke kelas, namun ia yakin akan semakin jenuh. Teringat sesuatu, ia segera membuka tasnya dan mengeluarkan sebatang cokelat. Baru saja ia hendak menyuapkan potongan cokelat itu ke dalam mulutnya, namun ia kalah cepat dengan seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari belakang dan mengarahkan tangan Kayla ke mulutnya.

"Kak Rangga, itu kan cokelat Kayla," protes Kayla sambil mencebikkan bibirnya.

Cowok itu malah tertawa renyah. Dicubitnya pipi Kayla dengan gemas sampai gadis itu memekik kesakitan.

"Sakit ih Kak," dengus Kayla sambil mengusap-usap pipinya.

Sedangkan Rangga tidak peduli sama sekali. Bahkan, ia kembali mencomot sepotong cokelat dari genggaman Kayla. Gadis dengan bandana biru itu melotot tak percaya dengan ulah Rangga. Takut cowok itu kembali mengambil cokelatnya, ia bergegas menyembunyikan cokelat itu ke belakangnya.

"Ih mana cokelatnya? Pelit banget sih." Rangga berusaha meraih cokelat Kayla.

"Nggak mau, Kakak beli aja sendiri. Jangan makan punya Kayla." Tak ingin cokelatnya direbut, gadis itu segera beringsut mundur, menjauh dari Rangga.

Rangga terkekeh. "Iya-iya nggak lagi kok. Sini deketan," ucapnya sambil menepuk sisi sebelahnya.

"Beneran, ya?" ucap Kayla dengan tatapan menyelidik yang dibalas anggukan oleh Rangga.

Kayla pun mendekat.

"Jenuh, ya?" tanya Rangga.

Kayla mengangguk.

Rangga mengeluarkan earphone dari dalam tasnya. Setelah menyambungkannya pada ponsel, tangannya terulur memasang sebelah earphone-nya pada telinga Kayla, sedangkan sebelahnya ia pasang pada telinganya sendiri. Lagu dengan judul 'perfect' yang dipopulerkan oleh seorang penyanyi terkenal yaitu Ed Sheeran mengalun indah di telinga mereka masing-masing.

Tanpa sadar, mereka ikut terbawa lagu tersebut. Keduanya pun menyanyikan lagu itu dengan sangat pas. Hingga bola mata mereka bertemu.
 

Well I found a woman, stronger than anyone I know

Ya, kutemukan Cinta, lebih tangguh dari siapapun yang kukenal

She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home

Dia mimpinya sama denganku, aku berharap kelak aku bisa satu rumah

I found a love, to carry more than just my secrets

Kutemukan Cinta, untuk membawa lebih banyak dari sekedar rahasiaku

To carry love, to carry children of our own

Tuk membawa cinta, tuk membawa anak-anak kita nanti

We are still kids, but we're so in love

Kita masih anak-anak, tapi kita begitu mencintai

Fighting against all odds

Berjuang hadapi segala rintangan

I know we'll be alright this time

Aku tahu kita akan baik-baik saja saat ini

Darling, just hold my hand

Kasih, peganglah tanganku

Be my girl, I'll be your ma

Jadilah kekasihku, aku akan jadi kekasihmu

I see my future in your eyes♬

Aku lihat masa depanku di matamu

Rangga menghentikan nyanyiannya, ditatapnya begitu dalam kedua mata Kayla hingga beberapa detik.

"Mau nggak jadi pacar gue?"

Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya membuat Kayla seketika mendongak dan menatap lurus ke arah Rangga. Tubuhnya kaku, jantungnya berdebar tidak karuan. Kalian tahu, ingin rasanya Kayla berteriak sekencang mungkin. Namun, ia tidak bisa melakukanya. Bibirnya benar-benar kelu.

"Gimana, mau nggak?"

"Ka-Kakak ... Kakak serius?" tanya Kayla sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.

"Yaaaa ... gitu. Gimana, mau nggak? Sebelum gue berubah pikiran nih," ucap Rangga menahan tawa.

Kayla menggeleng cepat. "Eh, ja-jangan dong. I-iya, Kayla mau kok jadi pacar Kakak," ucap Kayla terbata-bata saking gugupnya.

Rangga mati-matian menahan tawa. Mengapa gadis di depannya ini lucu sekali, sih? Ingin sekali ia memasukkannya ke dalam karung dan membawanya ke rumah. Dengan iseng, ia mendekatkan wajahnya hingga beberapa senti meter dari wajah Kayla.

"Kak Rangga ngapain?" Kayla panik. Tangannya gemetar. Ia langsung menjauhkan wajahnya dari Rangga. Saat ini pipinya benar-benar merah seperti tomat.

"Apa?" goda Rangga sambil terus menatap mata indah Kayla.

Gadis itu langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Kak Rangga jangan lihatin Kayla terus, nanti Kayla baper," ucapnya kelewat polos.

Rangga sampai terbahak melihat kepolosan Kayla. "Lo lucu tau," ucapnya.

"Kakak ... Kayla baper nih," rengek Kayla dengan wajah imutnya.
  
Rangga mengacak rambut Kayla. Ia suka melihat Kayla yang seperti ini.
 
"Nanti malam siap-siap, ya. Gue mau ajak lo ke suatu tempat," ucap Rangga dengan senyum manisnya.
 
"Ke mana?"

Rangga tersenyum misterius. "Rahasia. Ke kelas, yuk? Sebentar lagi waktunya pulang."
 
Keduanya berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Hal itu membuat banyak pasang mata menatap iri pada pasangan baru itu. Rangga sudah tidak peduli. Biarlah orang-orang tahu bahwa Kayla adalah miliknya. Tak ada seorang pun yang boleh menyakitinya.

 

🌂🌂🌂  
  

Seorang gadis mungil dengan balutan dress berwarna soft blue melangkah menuruni tangga. Rangga yang baru datang sekitar lima menit yang lalu mendongak saat mendengar suara langkah kaki.
 
Manik matanya terpaku pada wajah cantik serta senyum manis yang terukir di bibir Kayla.
 
"Kakak udah lama nunggunya?"
 
"Ah, enggak kok. Udah siap?"
 
Kayla mengangguk.
  
Rangga membawa Kayla ke sebuah tempat mirip bukit, yang tidak begitu jauh dari kota. Waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam lebih. Hal itu membuat Kayla ngantuk dan tertidur di mobil.
 
"Kay, bangun. Kita udah sampai nih," panggil Rangga sambil menepuk pelan pipi Kayla. Bukannya bangun, Kayla malah menggumam tidak jelas.
 
Tiba-tiba terlintas ide jahil di otaknya. Ia yakin, Kayla akan langsung bangun setelah ini. "Tuan Putri, ayo bangun sebelum Pangeran cium."
 
Benar saja, gadis itu langsung terbangun dan beringsut mundur menjauhi Rangga. "Kakak ngapain deket-deket? Sana jauhan,"usir Kayla sambil mendorong-dorong Rangga.
 
Rangga tergelak. "Aku bercanda, Sayang. Ayo keluar, kita udah sampai."
Pipi Kayla bersemu merah mendengar kata 'sayang' yang terucap dari bibir Rangga. Hatinya juga tersentuh ketika Rangga tak lagi memanggilnya dengan sebutan 'gue' dan 'elo'. Ah, entahlah, hari ini tingkah Rangga begitu manis padanya.
 
Keduanya keluar dari mobil. Kedua mata Kayla berbinar memandang takjub pada pemandangan di depannya. Dengan berdiri saja, Kayla bisa melihat jutaan bintang berkerlap-kerlip memenuhi nabastala. Dari jauh, Kayla juga bisa melihat betapa luasnya Kota Jakarta.
 
Rangga mendekati Kayla yang sedang duduk beralaskan rumput dan mendongak, memandangi bintang. Air mata telah membentuk bendungan bersiap akan meluncur, membasahi pipinya. Melihat itu, Rangga jadi panik. "Eh, kenapa? Kok nangis, nggak suka ya sama tempatnya?"
 
Kayla menggeleng. "Kayla kangen B
bunda," ucapnya dengan suara parau.
 
Rangga langsung merengkuh tubuh Kayla ke dalam dekapannya. Diusapnya rambut panjang Kayla dengan lembut berusaha memberi ketenangan. "Jangan nangis, ada aku di sini," ucap Rangga menenangkan.
  
"Dulu, bunda yang sering nemenin Kayla lihat bintang. Lalu, sekarang Kak Rangga yang nemenin Kayla. Kayla harap, Kakak nggak akan pernah ninggalin Kayla."
  
Rangga mengangguk masih dalam memeluk Kayla. "Iya, aku janji nggak akan pernah ninggalin kamu. Sebaliknya, aku akan menjaga kamu semampuku."
 
"Terima kasih."
 
Malam itu, keduanya benar-benar menghabiskan waktunya berdua dengan disaksikan jutaan bintang yang seolah ikut bahagia bersama mereka.
 
 
 
 
  
  
 
 
 
   
 
 

   


  
  
Kalau udah sampai bawah, jangan lupa tekan 'vote' dan 'komentar' yaaa😊
 
To Be Continue ➡

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top