0.1 First Impression

Tolong dukung project ff baru ini yaa💜💜 jangan lupa vomentnya sayang 500 bintang 700 komen langsung aku up lanjutannya hehe. Special malam minggu nii enjoy reading juseyo...

Tokyo, 21.20 PM

Letusan kembang api dan suara-suara yang bersahutan memenuhi pendengaran gadis berambut merah muda yang saat ini tengah menyendiri diujung ruangan.

Bola mata hijau nan jernihnya memperhatikan sekitar dengan tatapan yang sulit diartikan.

Entah apa yang saat ini yang sedang ia pikirkan, tapi dapat disimpulkan kalau ia sedang gelisah.

Ya gelisah.

Matanya mendadak menggelap melihat proporsi tubuh sempurna milik si pria meski saat ini ia sedang dibalut jas hitam dipadukan dengan dasi merah yang menggantung  dilehernya.

Bertemu pandang dengan seorang pria yang saat ini sedang berjalan tergesa - gesa kearahnya.

Sasuke Uchiha.

Anak dari seorang direktur perusahaan game ternama di Jepang. Dan sekarang orang itu menjadi ayahnya.

Ayah tirinya yang berarti Sasuke adalah adik tirinya saat ini entah sampai kapan atau malah akan menjadi adik manis untuk selamanya.

"Selamat malam Sasuke Uchiha atau bisa ku panggil adikku?" gadis itu menggerling menggoda kearah si pria.

"Menjijikan." Sasuke mendelik tak suka kearah lawan bicaranya saat ini, padahal ia hanya ingin mengajak pulang bersama tetapi ia malah mendapatkan kata-kata dan sikap aneh dari kakak tirinya.

"Ayolah jangan kaku begitu, mulai hari ini kan kita menjadi saudara dan kau juga mulai sekarang harus memanggilku Kakak bukankah begitu?" cerocosnya karena tak suka mendapat respon yang dingin dari Sasuke.

"Berisik lebih baik kita pulang, kau terlalu banyak minum sampai bau alkohol begitu." tanpa peringatan Sasuke menyeret paksa gadis itu dan membawanya ke dalam mobil.

Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka, lebih tepatnya mereka tenggelam pada pikirannya masing-masing.

Sasuke yang fokus menyetir dan Sakura yang menyenderkan kepalanya ke kaca mobil sambil memperhatikan jalanan.

"Kau baik-baik saja?"

"Ha? Oh ya aku baik-baik saja." Lagi. Pria itu muak melihat senyum palsu yang sering ditunjukan gadis dihadapannya saat ini.

"Kau bisa bercerita padaku."

"Apa sekarang kau sudah mengakui kalau kita keluarga?" gadis itu kembali tersenyum.

"Tidak."

"Dasar tidak seru, aku hanya sedang berpikir kenapa ibuku bisa mengambil keputusan untuk menikah lagi padahal ia pernah berjanji padaku kalau ia akan setia pada mendiang ayah."

"Kau tau? Awalnya aku menolak saat ibu meminta restu untuk menikah lagi tapi aku langsung luluh ketika ia menunjukan fotomu dan ayahmu bilang kalau aku akan punya adik laki-laki yang manis. Tapi jujur dibanding manis kau lebih cocok dikatakan seksi maaf tapi memang itu kenyataannya." gadis itu tertawa kecil setelah melihat respon adiknya yang melotot tak percaya dengan ucapannya tadi.

"Tapi semua sudah terlanjur, ayahku dan ibumu sudah menikah dan mereka memang saling mencintai satu sama lain." sahut Sasuke.

"Ya aku tau dan parahnya saat mereka masih melakukan resepsi kedua anaknya malah kabur bersama." Sakura kembali terkekeh kecil.

"Itu karena kau mabuk."

"Yayaya terserah kau, jadi aku akan dibawa kemana tuan Uchiha?"

"Tentu saja apartemenku Kakak." sahutnya dengan penuh penekanan.

Apart, 22.45 PM

"Ini pakai hoodieku dulu aku tau kau tidak akan nyaman tidur dengan gaun ketatmu."

Sakura hanya menatap hoodie hitam yang diberikan adiknya tanpa ada niat untuk mengambil. Memang betul saran dari Sasuke tapi terlintas sebuah ide jahil untuk mengerjai adiknya ini.

"Yah padahal aku masih mau memakai gaun ini loh, aku kan belum menggodamu." eluh Sakura dengan nada rendah yang dibuat sengaja.

"Jangan macam-macam." ketus Sasuke.

"Dasar payah tidak terangsang dengan gadis cantik sepertiku, apa jangan-jangan kau ini Gay?"

"Pantatmu gay! Aku ini normal makanya aku bilang jangan macam-macam."

"Terserahlah tapi kalau kau memang mau datang saja tengah malam nanti aku akan dengan senang hati mengangkang untuk adikku."

"Dasar wanita gila."

"Kan aku gilanya karena kau." sebelum mendapat semprotan lagi dari adiknya, Sakura memilih untuk kabur masuk kedalam ruangan yang ada didepannya untuk berganti pakaian.

"Sakura kau mau makan apa? Aku ingin memesan makanan." enggan menghampiri kakak tirinya yang masih berada didalam toilet ia lebih memilih berteriak.

Sudah lebih dari lima kali tetapi tidak ada sahutan dan terpaksa pria itu berjalan kearah pintu coklat dihadapannya, ia menimang apa harus ia buka pintu ini atau tidak.

Dan keputusannya adalah ya dia akan mengecek, hampir setengah jam tapi gadis itu tidak kunjung keluar juga jadi terpaksa ia harus mengeceknya.

JACKPOT!!

Ingin rasanya Sasuke mencongkel bola matanya sendiri setelah ia membuka pintu untuk memastikan keadaan kakaknya.

Dari luar tidak terdengar suara yang aneh atau sesuatu yang janggal tapi setelah ruangan itu dibuka nampaklah sebuah pemandangan yang begitu menggoda menurutnya.

Jadi dia harus apa?

Melihat kakaknya yang berdiri didalam shower room dengan keadaan basah diguyur air dan dengan jari lentiknya yang gencar menyentuh diri sendiri dan dilengkapi dengan ekspresi 'ingin' dan desahan halus yang keluar dari bibir mungilnya.

Dan Sakura menyadari ada oranglain selain dirinya diruangan itu, ia menoleh dan menggerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.

Sasuke menangkap maksud dari gerakan bibirnya.

"Bisa tolong bantu aku menyelesaikan beberapa hal?"

Dan apa Sasuke harus mengelak lagi(?)

SAMPAI SINI DULU! Hayo siapa yang udah panas??? Ini adeknya nakal banget tapi sukak, 500 vote 700 komen langsung diup! Tolong dukung ceritaku yang satu ini ya hehe.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top