Chapter 38 : Bunga Didapat
Teleportasinya kini telah sampai diujung jembatan dan jarak dengan zera kira-kira 20 meter.
Dengan sisa tenaga tailung, kedua tangannya mencoba untuk memotong tali penyangga jembatan gantung. Zera mengetahui dari kejauhan, jurus double pisau anginnya pun dikombinasi dengan kecepatan angin.
Sebuah serangan berhasil melukai telapak kedua tangan tailung, pisau ditangan tailung terlepas semua dan jatuh ke dasar jurang.
Tailung mundur beberapa langkah karena serangan tadi, kini zera sudah sampai didepan tailung. Zera memutarkan pancongnya seperti biasanya, dan kuda-kuda untuk serangan terakhirnya.
Tailung sudah mulai panik, dengan sisa tenaganya menggunakan kecepatan kakinya untuk menyerang kembali zera.
~Wusshh...
Suara angin kencang berhembus ke arah zera. Tanpa disadari tailung sudah siap menendang di depan zera, kedua tangannya melipat di depan dadanya. Dengan senyuman kejutan menunjukan ke zera, menendang zera dengan kaki kanannya.
Karena zera kaget tak sempat menangkis ataupun menghindar dari tendangan tailung. Terpental ke jembatan kembali, namun zera langsung berdiri. Dengan sekejap tailung kembali di depan zera dan akan melakukan tendangan ke arah keluar jembatan.
Zera mengeluarkan pisau anginnya tanpa arah, hingga tendangan itu digagalkan. Namun tailung kembali menghilang setelah menghindar, dan sudah ada di belakang zera.
Tendangan kencang kembali di lakukan, zera terpental kembali namun masih bisa ditahan agar tak tergeletak.
Zera melempar pancongnya layaknya Boomerang, tailung menghindari serangan pertamanya. Pancong itu masih melayang tak terlihat dibelakang jauh dari tailung.
Zera dengan tangan kosong mencoba menghambat gerakan tailung agar momentum rencananya berhasil.
Tanpa lama zera sudah setengah jongkok karena terus terkena tendangan super cepat tailung. Pancong zera sudah mulai terlihat oleh zera dari arah belakang tailung.
Zera tersenyum jahat di depan tailung. Tanpa diketahui tailung lehernya pun terpotong oleh pancong zera dan tubuh tailung langsung ditendang zera ke arah jurang.
Pandangan zera kini ke arah bawah jurang melihat jatuhnya tubuh tailung itu, dan tidak disangka zera melihat bunga terompet itu menggantung di tebing.
Zera mencoba menuruni tebing dengan pancongnya dan memetik bunganya.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top