✎ Tokoh dan plot
W e l c o m e !
• ━━━━━━━━━━━━━━━
Kuncinya adalah sabar dan terus belajar.
━━━━━━━━━━━━━━━ •
Lalu setelah menentukan judul dan alur, kita masuk pada mengembangkan tokoh dan plot.
1. Cari inspirasi untuk mengembangkan tokoh atau plot.
Daya tarik dan keunikan cerita bisa berasal dari tokoh atau plot yang menarik, memesona, unik dan sebagainya. Untuk inspirasinya coba cari melalui internet sumber banyak hal, atau beberapa saran ku :
→ Pengalaman hidup
→ Mimpi
→ Cerita yang pernah didengar
→ Kisah orang lain yang menurut kita bisa dikembangkan menjadi sebuah cerita
→ Foto
→ Puisi
→ Skenario atau pikiran yang memikirkan "seandainya..."
Saya sendiri sih, ide dadakan yang tiba-tiba terlintas di otak...hehe ( ͡°³ ͡°)✌.
(Skenario yang memikirkan "seandainya...")
2. Lembar profil tokoh
Tokoh adalah elemen paling esensial dalam cerita. Usahakan pembaca dapat memahami sudut pandang tokoh, dan tokoh tersebut harus bisa menggerakkan cerita.
Buat profil tokoh dengan menulis :
→ Nama
→ Detail pribadi
→ Deskripsi (sifat, kebiasaan, keinginan, dan keunikan)
Contoh :
Nama : Monyet D. Zoro
Detail pribadi : cowo, rambut hijau mirip lumut
Sifat : kadang baik kadang marah nggak jelas
Kebiasaan : tidur, makan onigiri dan minum sake
Keinginan : mengumpulkan isi kantong doraemon
Keunikan : anti gombal cewe-cewe
Selanjutnya silahkan kembangkan tokoh kalian berdasarkan ide dan keinginan masing-masing tokohnya mau dibuat seperti apa.
Jangan buat ini sebagai patokan (harus dibuat seperti ini). Hoho jelas tidak, karena ini hanya contoh dan referensi saja.
3. Pilih latar cerita
Ini penting karena memengaruhi isi cerita kedepannya.
Kalau membuat cerita-cerita penuh ke lokalan, pakai latar cerita di Indonesia. Kalau mau berasal dari negara karakter berasal, ya pakai latar Jepang.
Misalnya kalau didalam cerita itu para tokohnya sedang berkemah, berarti latarnya di hutan.
4. Kerangka plot
Salah satu hal penting karena membantu anda dalam melanjutkan isi cerita kedepannya.
Buat kerangka plotnya, paling umum ya seperti ini : awal cerita, insiden pemicu, peningkatan aksi, klimaks, penurunan aksi, dan resolusi.
Contoh :
→ Awal cerita : memperkenalkan para tokoh, latar cerita.
Suna bertemu dengan [name] di kelas dan [name] akhirnya mengetahui bahwa Suna lah yang menaruh surat dan bunga di laci meja miliknya sehingga ia memberikan tantangan PDKT kepada Suna.
→ Awal konflik : muncul sebuah masalah yang membuat para tokoh terpecah belah.
Muncul Nao yang mulai memberi peringatan kepada [name].
→Menuju konflik : para tokoh mendapatkan peningkatan masalah.
[Name] menjauhi Suna dan Nao yang semakin gencar mendekati Suna.
→ Puncak konflik : ditandai dengan perubahan nasib pada para tokoh.
Nao ketahuan oleh sang Ayah dan Suna berhasil menjalin hubungan dengan [name].
→ ending : menentukan akhir ceritanya bahagia atau tidak.
Suna kembali bersama [name] setelah menghadapi masalah yang rumit (akhir bahagia).
Tentukan juga plot cerita kalian itu alur maju, mundur, atau campuran (maju mundur).
Menggunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga.
Tapi, kalau kalian mau membuat cerita yang konfliknya tidak terlalu berat juga bisa. Sekali lagi ini hanya contoh, tak perlu dijadikan sebagai patokan.
• ━━━━━━━━━━━━━━━
Sekian, selamat menulis cerita dsn semangat terus! ❤
━━━━━━━━━━━━━━━ •
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top