♬ PROLOG ♬

I have to say these lies that won't even come from my heart.
Because my heart won't listen to these words as I thought

When half of me is gone,
How can I live as one?

༶•┈┈⛧┈♛ Don't Wanna Cry ♛┈⛧┈┈•༶
- Seventeen -


Ketika kau dihadapkan pada dua jalan bercabang, mau tidak mau kau diharuskan memilih salah satunya jika ingin mencapai garis akhir. Mustahil untuk menelusuri keduanya sekaligus, bila ragamu hanyalah berupa satu kesatuan tak tergantikan.

Kemudian, setelah semuanya berhubungan dengan cinta ... persamaan matematika mana pun tak akan bisa menemukan solusinya. Terlibat olehnya begitu rumit, datang tanpa permisi lalu disergap tak perlu menunggu izin.

"Belajar yang rajin, ya? Bertahanlah sampai wisuda. Kalau ada sesuatu tanya aja senior di sini. Kita berjuang sama-sama menjemput ilmu."

Tali satin maroon itu digesek kan lembut beberapa kali di atas nadi pergelangan tangan, lalu disimpul mati (tetapi cukup longgar untuk pembuluh mengedarkan darah) oleh Bokuto Koutaro.

"Nadimu jadi saksi ritual ini! Selamat datang di teknik!"

Boukuto Koutaro adalah senior yang berisik, terkesan santai-santai saja saat kuliah, dan sekarang pria itu secara ajaib menunjukkan sisi wibawa kepemimpinan.

Apakah pendidikan teknik memang memelihara anak-anak yang seperti ini?

"Iya Kak. Terima kasih."

Dan Raine bukan pula orang yang hobi basa-basi, anak yang lurus-lurus saja dan terbilang paling sering kabur dari radar para senior.

"Adek-adek yang tangannya belum dapat simpul nadi dariku kemari, ya!" teriak Bokuto, membiarkan Raine berpindah dari posisi duduknya.

"Eh kamu bentar dulu!" Bokuto menahan tangan Raine yang nyaris berdiri, membuat si pemilik tangan berjengit dan bertanya mengapa dia ditarik tiba-tiba.

"Arti namamu apa? Agak asing di telingaku soalnya."

"Raine untuk rain yang artinya hujan, Ibu yang berikan. Aku tak tahu alasannya," jawab Raine singkat seolah ingin kabur saat itu juga.

"Ooooh Dek Hujan dong namanya! Tapi jangan sering-sering nangis ya nanti, kalau kesusahan kuliahnya di sini ada aku kok. Bokuto Koutaro yang jenius!"

"HOAX KALI WOY SI PERKUTUT!"
"Tebar-tebar pesona, najis kali kutengok."
"Padahal dia sendiri mau gantung diri kemarin gara-gara tubesnya* gak siap."

Terdengar balas sahut-sahutan senior lain--yang duduk di sekitar Bokuto. Raine tersenyum simpul, benar-benar ingin enyah saja jika ini berujung pada dirinya yang jadi pusat perhatian.

Hari itu, bertepatan setelah matahari terbenam di lapangan rumput gedung departemen ... acara penutupan ospek teknik yang dianggap sakral bersama lilin yang menyala resmi ditutup.

Bokuto bilang jangan sering menangis, tanpa pria itu tahu dialah alasan terbesar Raine untuk menangis sejadi-jadinya di kemudian hari.



A/n:
[*] tubes = tugas besar.

Yap, garap tema teknik lagi tapi rencananya ini bakal lebih nekan ke angst-nya :)

Dan universe ini berhubungan dengan bukuku yang satu lagi 10 Reasons Not To Fall in Love hanya saja berjarak waktu (promosi terselubung) and for you who read this story, maybe you'll get some spoiler tho lmao.

25 Desember 2020

-Sochira.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top