1st Reason
Hai! Sedikit penjelasan dari author.
Di Jepang, ada 3 semester atau Three Terms.

Jadi, selamat memahami 😊
Eeh, salah... 😰
Selamat Membaca 😊
😅😅
🌸🌸🌸
Akhirnya liburan musim dingin selesai. Tahun ajaran baru dimulai Sakura dengan memasuki sekolah baru. Dia memang pindah dari sekolah lamanya, dan sekarang dia sudah berada di sekolah itu! Sekolah impiannya sejak masih kecil. Konoha Senior High School, yang selalu jadi trend anak-anak dengan otak yang tak pernah tumpul sama sekali.
Namun, jika melihat ke masa lalu, di mana Sakura berjuang mati-matian agar bisa keterima di sekolah ini, rasanya tak tega. Belajar sepanjang malam setiap hari, menghafal ini itu dari mulai tabel operasi matematika, sampai cara menulis dan mengeja huruf kanji dengan benar. Dia juga belajar menulis Motivation Letter dengan berpegang pada kamus Bahasa Inggris tebal dan Grammar Book yang katanya terbaru.
Sekarang di sini. Di depan gerbang, menatap dengan senyuman sebuah gedung besar yang bertuliskan 'Konoha Senior High School' di atas gerbanngnya. Surat tanda diterima pun masih ia pegang sampai sekarang. Katanya sekolah ini sangat ketat. Tak hanya persaingannya, tapi juga penegakkan peraturan. Seorang siswa akan dididik menjadi orang-orang kadet sukses yang berani terbang dari tebing, meski tanpa sayap.
Begitulah, tak tergambarkan perasaan yang meluap milik Sakura. Rambut pinknya sudah ia potong sebahu jauh-jauh hari. Seragamnya sailornya mengkilat ditimpahi cahaya mentari pagi. Sepatu, kaus kaki, tas. Semuanya baru. Namun ada yang hilang dari Sakura. Kaca mata merah itu.
"Hei! Kau!" Sakura menoleh ke arah kanan. Seorang gadis berseragam sama dengan rambut pirang kuncir kudanya.
"I-no?" Sakura mengeja nametag gadis itu dengan ragu.
"Hai! Namaku Ino. Kau?"
"S-Sakura." Senyum Ino mekar. Namun Sakura agak minder dengan Ino.
"Oh, Sakura. Kebetulan sekali hari ini masih banyak bunga sakura yang bermekaran." Ino dan Sakura melihat ke arah sebuah pohon di depan gerbang yang bunganya bermekaran. Lalu Ino merogoh sakunya, menggenggam dengan rapat sesuatu yang ia keluarkan dari sakunya.
"Ini." Ino menyodorkan sebuah jepit rambut berbentuk bunga sakura. Mata Sakura bercahaya melihatnya.
"Cantiknya."
"Cantik. Seperti dirimu." Senyum Ino lebih lebar. Dia adalah orang ketiga yang bilang kalau Sakura cantik, setelah kedua orang tuanya.
"T-terimaka..."
"Sama-sama. Ayo masuk!" Ino langsung menarik tangan Sakura memasuki sekolah. Mereka mencari kelas masing-masing yang ternyata satu. Kemudian mereka putuskan untuk duduk di meja yang berdekatan.
Satu per satu siswa datang. Sakura menatap setiap yang masuk dengan bimbang dan khawatir. Ia bingung perasaan apa yang akan timbul jika 'ia' datang. Senangkah? Atau bencikah? Biar saja waktu yang menjawabnya.
🌸
Pagi yang akan dipenuhi dengan warna baru. Matahari belum menanampakkan sinarnya namun si pemilik tempat tidur di kekediam Uchiha ini sudah merapikannya. Dia depan pintu kamar itu tertulis dengan huruf kanji 'Sasuke'.
Udara masih dengin karena panas belum menjalar. Sasuke berdiri di depan jendela dengan seragam sekolah lengkap. Ia menatap ke luar. Tangannya menggenggam dasi nila dengan logo bertuliskan 'Konoha Senior High School'. Genggaman itu semakin erat kala cahaya matahari itu semakin terlihat.
🌸
Hari-hari berjalan begitu saja. Tak ada yang spesial pada MOS bagi Sakura. Dikerjai oleh kakak kelas adalah hal yang wajar bagi semua siswa di setiap sekolah. Tak terasa, bulan sudah menginjak Juli. Sebentar lagi, ujian semester 1 akan dimulai. Dan Sakura sudah mulai menggembleng dirinya sendiri untuk persiapan ujian. Dia selalu membawa buku pelajaran ke mana-mana.
"Sakura!!" Ino langsung duduk setelah meneriakkan nama Sakura. Mereka duduk di taman sekolah yang sekiranya sepi. Tak lupa Ino membawa kotak bekalnya seperti kebanyakan siswa.
"Apa yang sedang kau lakukan, Sakura?" tanya Ino merapatkan duduk.
"Aku sedang belajar. I-Ino bisakah kau g-geser s-sedikit?" Sakura setengah mendorong tubuh Ino agar menjauh.
"Belajar? Untuk apa?"
"Tentu saja untuk persiapan ujian semester pertama." Ino melongo sesaat. Dan tawanya pecah seketika.
"Ahahahahhahahha..... hahahha.... hahahha...." Ino memegangi perutnya sehingga kesan lucu bertambah. Sakura hanya diam meski merasa tak nyaman dengan tingkah temannya ini.
"I-Ino, bisakah kau diam?"
"Ahahaha....haah.. maaf, maaf. Habisnya kau lucu, sih."
"Apanya yang lucu?"
"Ujian itu masih 2 minggu lagi. Apa kau yakin waktu sebanyak itu mau kau habiskan untuk belajar? Atau jangan-jangan, di balik nilai nolmu pada ulangan harian kemarin hanyalah kedok agar semua orang meremehkanmu? Dan kejeniusanmu baru kau munculkan lewat ujian semesteran?"
Ekspresi dan durasi bicara Ino sangat cepat. Sakura bingung harus berkata apa. Dia hanya diam menunggu sebuah bohlam menyala di atas kepalanya.
"Jawab aku, Sakura!"
"A-ano... Memangnya kau pikir aku akan begitu?" Tanya Sakura penuh keraguan.
"Bisa saja 'kan? Kau ingin membuat kami jatuh terjungkal dari kursi saking kagetnya." Ironis sekali. Di saat yang lain mencurigai cara apa yang ditempuh Sakura untuk masuk ke sini, mengingat dia memang bodoh, Ino malah memikirkan hal yang berbeda. Rasanya ada embun pagi yang menyentuh hati Sakura.
"Tapi Ini, kalau aku pintar, untuk apa menyembunyikannya? Kalau semua orang tahu aku pintar, aku pasti akan sangat diuntungkan. Jadi tangan kanan guru, ranking satu, dipamerkan orang tua, ikut olimpiade, jadi idola, dan masih banyak lagi. Tapi kenyataannya berbeda. Aku tidaklah pintar. Dan hasil tes masuk itu, mungkin itu hanyalah sebuah keberuntungan yang mana semua orang tahu itu akan habis." Jelas Sakura dengan nada dan ekspresi aneh. Ino menyadarinya.
"Sakura?"
"Apa?" Ino tak langsung manjawab.
"Apa kau...... mau makan?" Ino membuka bekal dan menawarkannya pada Sakura.
"Tidak, terima kasih. Aku sedang diet." Mata Sakura kembali pad buku di depannya. Sedangkan Ino melahap bekalnya dan sesekali berceloteh tanpa menerima tanggapan dari Sakura.
Sesekali Sakura melihat sekitar. Pada satu kesempatan, bayangan pria itu melewati pupil Sakura. Si muka datar yang selalu jadi pusat perhatian.
'Sasuke'
🌸🌸🌸
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top