15 | deep talk

Sasmitha dan Wisnu berpisah di parkiran sebelum menuju mobil masing-masing. Mereka berpisah dengan dada mengembang hangat dan senyuman yang tidak luntur dari bibir.

Saat ini Sasmitha sudah ada di mobil dan mendengarkan musik yang ia putar dari radio. Ia membiarkan suara Lauv yang menyanyikan lagu Steal The Show menggema di seluruh mobil.

Sasmitha sudah hafal lagu yang merupakan soundtrack dari animasi favoritnya—Elemental. Makanya, selama menyetir ia juga ikut bernyanyi dengan senyuman yang terus bertengger di bibirnya.

Saat ini hatinya dipenuhi oleh perasaan bahagia pula hangat, dan ini karena teman barunya Wisnu Jatmiko.

Dan tidak bisa dipungkiri, jika hidupnya memang kembali berwarna setelah kehadiran Wisnu.

Putus dengan Rakha tentu saja menyakitkan, di minggu-minggu pertama, Sasmitha banyak menangis jika sedang sendirian. Playlist-nya penuh dengan lagu galau yang membuat dada sesak, lalu ia menyibukkan diri untuk mencari distraksi agar tidak terus-terusan diburu oleh memori dengan mantan.

Dan sungguh, Sasmitha juga tidak bohong saat bilang kalau ia kini sudah baik-baik saja. Ia benar-benar bahagia walau saat ini sedang jomlo dan tidak punya pasangan. Gadis itu fokus pada mimpi-mimpinya, dan berusaha untuk jadi orang yang lebih baik.

Tapi kehadiran Wisnu jelas-jelas memberikan efek yang baik bagi hidupnya. Karena kini, ia merasa bahagia saat mengobrol lagi dengan lawan jenis. Ia jadi banyak tersenyum dan kepalanya tidak lagi dipenuhi oleh kenangan masa lalu.

Sehingga playlist lagu galaunya sudah jarang ia putar. Setiap malam ia juga tidak galau merindukan mantan, karena  saat ia tidak bisa tidur, Wisnu akan menemaninya. Mereka akan melakukan sleep call atau video call.

Obrolan mereka sangat random, kadang Wisnu membacakan buku cerita anak seperti Si Kancil dan Buaya atau Legenda Gunung Tangkuban Perahu. Tapi anehnya itu selalu seru dan membuat candu.

Lalu, tanpa sadar Sasmitha akan ketiduran. Dan saat bangun, ia langsung tersenyum lebar karena membaca pesan selamat malam dari pria itu.

Setelah Wisnu bangun, pria itu juga akan langsung mengiriminya pesan selamat pagi. Hingga Sasmitha jadi semakin semangat menjalani hari.

Wisnu Jatmiko.

Sungguh, gadis itu bersyukur karena pria itu hadir di hidupnya. Dan ia rasa, setelah meminta maaf pada Mama nanti, ia juga akan berterima kasih pada wanita yang melahirkannya itu, karena sudah mengenalkan mereka berdua.

***

Setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi sekalian, Sasmitha langsung masuk ke dalam rumah. Suasana rumah saat ini begitu sepi, tapi maklum saja karena sekarang hanya ada Mama di rumah. Alisa dan Papa memutuskan untuk kencan berdua di restoran favorit mereka di Senayan.

Mereka memang sengaja memberikan Sasmitha dan Mama ruang untuk bicara dari hati ke hati. Memahami perasaan satu sama lain, lalu berbaikan agar tidak saling melukai lagi.

Senyum Sasmitha langsung mengembang saat ia melihat Mama yang tengah duduk di ruang santai sendiri seraya nonton film The Elephant Man.

Aku memeluk Mama dari belakang, lalu mengecup pipinya sayang. “Malam, Ma! Aku kangen Mama!”

Mama langsung cemberut. “Bohong banget! Kalo kangen masa nggak ngehubungin Mamanya seminggu!”

Sasmitha langsung terkekeh. “Kan, kita lagi marahan, Ma.”

“Oh, yaudah! Nggak usah ngomong sama Mama deh!”

“Tapi niat aku baik, lho. Mau ngajak Maka baikan. Nih, sampai aku beliin macaroon favorit Mama.”

“Emang Mama perempuan apaan disogok macaroon doang bakal langsung luluh! Enak aja!”

“Ya, sebenarnya aku juga tahu kalau Mama nggak bakal langsung luluh sama macaroon, sih. Kalo dibawain mantu mah pasti langsung luluh, ya!”

“Udahlah nggak usah bahas mantu sama jodoh lagi! Ujung-ujungnya kita nanti malah marahan lagi!” Lalu Mama menatap Sasmitha lembut. “Mama juga kangen kamu, Tha. Kangen ngomelin anak Mama yang paling bandel ini.”

Sasmitha pun masuk ke dalam pelukan Mama, hingga kini mereka saling berpelukan dengan nyaman.

“Aku dibilang anak paling bandel tuh alasannya apa, Ma? Karena belum nikah, ya?” tanya Sasmitha bercanda.

Mama menjewer telinga Sasmitha gemas. “Kamu ini, ya! Emang tahu banget gimana cari ribut sama Mama!”

“Aw! Aw! Aw! Ampun, Ma! Serius ini aku mau minta maaf!”

Setelah Mama melepaskan jewerannya, Sasmitha menggosok telinganya yang memerah.

Dengan wajah yang khawatir, Mama pun ikut mengelus telinga Sasmitha. “Tha, beneran sakit, ya? Sampai merah gitu.”

Sasmitha manyun. “Emang sakit, Ma!”

“Maafin Mama, Nak.”

Kali ini tatapan Sasmitha melembut dan tampak berkaca-kaca, lalu ia kembali memeluk Mama erat. “Nggak, Ma, aku yang minta maaf. Aku minta maaf karena udah nyakitin perasaan Mama, aku minta maaf karena nggak mau dengerin nasehat Mama, aku minta maaf karena bikin Mama sedih, terus aku juga minta maaf karena belum bisa jadi anak berbakti.”

Tangis Sasmitha sudah pecah, sehingga kini ia menangis di pelukan Mama.

Mama mengelus kepala Sasmitha sayang seraya mengecupi kepalanya. Tak peduli sudah berapa pun umur anak gadisnya, bagi Mama Sasmitha tetap saja putri kecilnya. Putri kecil yang ia lahirkan ke dunia, yang ia ajari jalan dan berbicara untuk pertama kalinya. Sang buah hati yang membuatnya hidupnya terasa begitu lengkap dan bahagia.

“Mama juga minta maaf sama kamu karena bikin kamu tertekan akhir-akhir ini, dan selalu bahas perjodohan. Kamu bener, sebenarnya Mama nggak masalah misal kamu belum mau nikah sekarang, dan lagi pengin mengejar karir dan mimpi-mimpi kamu. Karena, kan emang Mama yang selalu ngajarin kamu buat bermimpi tinggi.

“Jadi kejarlah mimpi-mimpi kamu dan lakukan hal-hal yang bikin kamu bahagia, Tha. Asal kamu bahagia, Mama pasti bakal selalu dukung kamu. Dan Mama janji, Mama nggak bakalan pernah jodoh-jodohin kamu sama siapa-siapa lagi. Jadi, berbahagialah anakku sayang.”

Mendengar ucapan Mama, tentu tangis Sasmitha semakin kencang. “Makasih, Ma, karena udah mau ngertiin aku. Aku sayang Mama.”

“Mama juga sayang kamu, Nak.”

Lalu mereka berpelukan dengan erat, dengan perasaan lega karena sudah mengungkapkan perasaan masing-masing dan mengerti perasaan satu sama lain. Dan saat Alisa datang, gadis itu pun ikut bergabung ke pelukan hangat itu.

Guys, besok Wisnu mau apel ke rumah mertua🤣

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top