Prolog

*warning : bahasa kasar*

Hari apa ya itu?

Ah, itu sudah lama. Bahkan aku sendiri lupa, ehehe.

Yang kuingat hanyalah saat itu sore, dan aku masih kelas 4 SD.

Seperti biasa, mereka datang entah darimana. Alam ghaib kali//ga gitu. Memojokanku di tembok sekolah. Tinju mereka terangkat. Tendangan mereka melayang. Tubuhku jadi sasaran mereka. Tawa mereka menggema. Kata-kata ejekan mereka lontarkan.

"Dasar anak aneh!"
"Itu rambut diwarnain kali! Hahaha!"
"Matanya juga serem banget! Jangan-jangan dia jelmaan setan!"
"Wah bener tuh! Dan setan kan harus dihilangkan biar nggak ngeganggu kita!"

Yah, aku sudah biasa sebenarnya.

Namun tiba-tiba saja...

"Hei! Apa yang kalian lakukan padanya?!"

Dengan lemah aku berusaha mengangkat kepalaku. Aku mengenalinya. Dia salah seorang anak di kelasku. Si Bendahara Kelas yang perhatian dan penyayang. Tak kusangka dia mau saja membantuku yang padahal tidak seharusnya dibantu ini.

Dia lalu membentak mereka untuk pergi, mengancam akan menagih utang uang kas mereka yang udah nunggak satu semester. Setelah mereka lari dan keadaan jadi tenang kembali, dia mengulurkan tangannya padaku.

"Kau baik-baik saja, Mafu-san?" tanyanya dengan senyum lembut.

Aku memaksakan senyum padanya dan menerima uluran tangannya, "Terima kasih, Amatsuki-san..." ujarku saat dia menarikku bangkit.

"Tidak masalah" dia mengganguk sambil membantu membereskan isi tasku yang berserakan, "Kenapa kau tidak melapor pada guru, Mafu-san? Mereka itu harus dihukum karena perbuatan mereka padamu"

Aku tersenyum hambar padanya, "Apa pula gunanya, Amatsuki-san? Para iblis brengsek itu tidak akan kapok-kapok juga"

Amatsuki tertawa kecil, "Duh, Mafu-san, bahasanya gitu amat" dia menepuk-nepuk bahuku, "Ayo, kuantar kau pulang. Aku akan menjagamu dari para pembuli itu, jadi kau tak perlu khawatir! Jika kau perlu bantuanku, langsung saja datang padaku yah! Kan daripada kamu menghadapi mereka semua sendirian!" dia tersenyum lebar.

Duh silau banget dah senyumannya. Lebih silau daripada senyum doi.

//hilih sok tau padahal belum punya doi *author bisanya komen doang di backstage*

Saat kami berjalan di jalanan yang sudah mulai sepi, aku menyadari sesuatu.

Amatsuki-san terlalu baik untukku.

~~~

A/N : "Yee si author gak bener, bukannya lanjutin cerita yang udah ada malah bikin cerita baru" OC author mencak-mencak.

Iih bacot anda, sana balik ke alam anda, hush hush! *ngusir*

Yah ini cuman nyoba-nyoba (?) doang kok. Author kebiasaan suka ada ide baru padahal lagi nulis cerita lain. Sehari pernah dapet 3 ide coba! Tiga! Tanganku tuh nggak kuat! Aku tuh nggak bisa diginiin!//lebay.

8/1/2020. See you next time!

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top