Lockdown edition
A/N : Bersyukurlah wahai pembaca author tercinta//halah-- bahwa wifi author ngaco kemaren jadinya chapter April Fool's gak bisa author buat, sehingga waktu kalian gak bakal kebuang sia-sia hahahaha--//napa lu.
- Author's -
Saat lockdown, aku dapet tugas sejibun sejak hari pertama. 10 tugas dalam sehari wahahahahahaha, sadis emang gurunya. Padahal kata temenku sekolah lain nggak sampe segitunya. Tapi untung aku punya teman seperjuangan dari berbagai kelas yang bersedia buat kerja sama, jadi tugas-tugasnya bisa selesai dengan cepat dan mudah.
Sharing is caring, gaes.
Sekarang karena tugasnya sudah menipis, jadinya aku bisa ngetik dengan tenang--
Ting!
Aku ngelirik pesan WA baru dari grup author.
Ah, ada tugas baru dari pemerintah?
Menyelidiki, mengamati, bertindak, dan mengatasi tentang virus Conoha-- eh Corona... Terdiri dari soal-soal LOTS (Low Order Thinking Skill) sampe yang pedes cem HOTS (High Order Thinking Skill)... Satu bagian terdiri dari 10 atau lebih soal...
Hem.
"..." -otakku.
"..." -tanganku.
"..." -kakakku yang juga lagi sibuk nugas.
"KAMPANK--"
Mulutku akhirnya juga kena lockdown.
.
- MafuTsuki's -
"HUWEEE AMA-CHAAAANNNNN!!!! TUGASNYA KEBANYAKKAN!!!"
Amatsuki geleng-geleng kepala. Mereka berdua lagi ada di ruang tengah, dengan AC sebagai pendingin ruangan, cemilan sebagai pengisi perut, dan tugas-tugas sebagia pengisi waktu luang. Laptop sudah ada di masing-masing pangkuan, dan buku-buku bertebaran di sekitar mereka, berserakkan macam perasaan Mafu yang campur aduk//heh.
"Hadeeh, Mafu-kun, mau gimana lagi? Udah takdir, terima aja lah" Amatsuki tersenyum lelah sembari mengelus-elus kepala Mafu yang mendusel manja di perutnya.
Mafu memanyunkan bibirnya dan menggembungkan pipinya, seperti anak kecil yang merajuk untuk dibelikan mainan. Amatsuki menghela nafas, dan menyingkirkan laptopnya dari pangkuannya. Tangannya meraih remote TV, dan yang satunya lagi masih mengelus-elus surai salju Mafu//emak banget omg T3T.
"Yaudah, Mafu-kun. Kita istirahat dulu yuk, nonton acara kesukaan kita"
"Yeeeyyy~! Ama-chan memang yang terbaik!"
TV menyala, dan lagu riang yang kekanak-kanakan segera menggema di ruang tengah. Mafu dan Amatsuki menonton acara mereka sambil nyemil. Ada bagian dimana papan stan lemonnya terjatuh dan menghancurkan kepala salah satu tokohnya, dan mereka tertawa lepas. Sama sekali tak tampak ngeri ataupun ketakutan.
Setidaknya tak ada dari mereka yang mual saat tokoh lainnya memotong bola mata kawannya dan memeras darahnya, mengira bahwa itu adalah buah lemon, dan meminumnya.
.
- Soraru's (and Ruko's) -
Seperti yang kita semua ketahui, cogan yang satu ini pasti pengennya tidur seharian di kasurnya dengan sejibun Hanpen sebagai temannya di alam mimpi, tapi sayangnya sekolah mengirimkan tugas numpuk untuknya.
Hampir saja Soraru protes ke ayahnya untuk menghancurkan tatanan pemerintah secara diam-diam, jika bukan karena dia masih ingat akhirat (?). Maka disinilah dia, di kamar dengan laptop dan buku di sekeliling, dan headphone terpasang di telinganya.
"Sora, gue ngerjainnya bareng elu yak" Ruko tiba-tiba nyelenong masuk ke kamar adiknya, membawa laptop dan bukunya, dan duduk di kasur di sebelah Soraru.
"Napa emangnya?" Soraru bertanya.
"Soalnya wifi-nya kencengan di kamar elu" jawab Ruko.
Asem.
2 jam kemudian, Ruko pun selesai. Dia meregangkan buku-buku jarinya dan melirik adiknya. Sebuah perempatan terbentuk di keningnya yang tertutupi poninya.
"Anjir gue stress-stress ngerjain tugas elu malah main enimel krosing!"
"Lah gue udah selesai coeg! Bolehlah gue main!"
"Yaudah gue ikut juga!"
"Serah lu!"
Akhirnya mereka main sampai malem, nggak nyadar kalo guru udah ngirim tugas baru.
.
- Kashitarou's -
Kashitarou mah anak baik, rajin menabung, dan tidak sombong. Semua tugas sudah dia selesaikan dengan kepala dingin dan iringan shamisen yang dimainkan ibunya di kamar sebelah. Yeah, suasanya tenang sehingga tugas bukanlah apa-apa baginya.
Sekalinya dapet tugas baru, pasti dia akan menyunggingkan senyum kecil, meminum teh hijau yang disiapkan ibunya untuknya, dan lanjut ngerjain.
Kalaupun dia bosen ngerjain di kamar, dia akan pergi ke halaman belakang, dimana dia bisa ngerjain sambil lesehan di permukaan berumput dengan rubahnya tidur di sisinya. Jika rubahnya bangun, dia bisa mengelus-elus moncongnya dan mengetik di saat yang bersamaan. Biar bersih, dia juga akan mandikan rubahnya setiap hari setelah nugas seharian.
Malam harinya adalah waktu Kashitarou mengecek keadaan teman-temannya di grup chat-nya yang berisi dirinya, Soraru, Luz, dan Naruse. Seperti biasa, Soraru jarang ngomong, gak kayak Luz dan Naruse yang udah merengek dari kapan tau minta bantuan.
Sebagai anak baik idaman mbak-mbak dan ibu-ibu tetangga, Kashitarou pun membantu teman-temannya tanpa mengharap imbalan.
//kalo punya temen kayak Kashi mah enak banget...
.
- Luz's -
Buruknya Luz tuh gini.
Udah tau tugas numpuk, tapi masih aja nge-surfing di medsos. YouTube lah, IG lah, Twitter lah, Facebook lah, Tumblr lah, LINE lah, pokoknya banyak banget deh.
Apalagi kalo dia ketemu doujin baru. Dibacalah mahakarya itu sampe memakan waktu 3 jam. Makan dilupain, minum dilupain, tugas dilupain, aku dilupain--//ente saha.
Nengok jam, maka dia auto jawdropped ngeliat jarum pendek udah nyampe angka 11 malem, dan ingatan fotografis-nya teriak-teriak ke dia kalo tenggat tugasnya jam 12.
Alhasil dia ngerengek ke Kashitarou, dan masih untung sahabat rubahnya masih mau bantuin. Kalo minta ke Soraru, pasti jawabnya gini.
"Y itu kn slh lu sndr gblk"
Yeu si ferguso. Udah kasar, disingkat-singkat pula. Emang mau hidupnya disingkat-singkat juga? Luz misuh-misuh sendiri.
Kalo nanya ke Naruse, ntar jawabnya gini.
"GuejugabelomkaleLuz. Guekelamaanluluranbiargakadakumandikulitgue"
Bomat, Nar, bomat. Luz geram.
Terpaksa Luz memakai jurus rahasia. Jurus turun temurun yang sudah dimiliki oleh banyak manusia sejak jaman bahula. Sebuah jurus, dimana jurus itu akan meningkatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh manusia tersebut. Sebuah jurus suci, yang hanya akan aktif di saat-saat tertentu, yang bernama...
THE POWER OF KEPEPET.
Malam itu, Hikari bingung kenapa putranya teriak-teriak sendiri di kamarnya. Dia bertanya pada istrinya, yang menjawab simpel.
"Biasa, palingan stress lehernya kepanjangan"
"... Ya gak gitu juga kali, mein liebe"
~~~
A/N : Iye, author tau author orangnya kurang receh, jadinya gak bisa bikin cerita lucu. Emang dah chapter satu ini garing banget. Silakan komen biar gak sepi kayak hati author//hush. Karena ngeliat banyak komen bisa bikin author girang sendiri.
*Mein liebe (Jerman) : Sayangku/Cintaku.
See you next time!
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top