Chapter 16 Mereka
Perasaan mu yang memang sudah berada di ujung tanduk...
Dazai Osamu x Reader
Bungo Stray Dogs (文豪ストレイドッグス, Bungō Sutorei Doggusu; lit. Literary Stray Dogs) is a manga written by Kafka Asagiri and illustrated by Sango Harukawa.
Genre : Tentukan Sendiri
Rate : T
.
.
.
"(Name) san, (Name) san" suara agak cempreng itu menyadarkan mu dari lamunan dengan air mata itu,
"Iya?, ada apa Atshushi kun?" Tanya mu.
"Aku mendapat panggilan dari Ketua untuk segera kembali, Festifal akan segera di buka dalam beberapa jam dari sekarang" Jawabnya,
"Tentu saja, kembalilah" Ucap mu mempersilahkannya kembali untuk memenuhi misinya, Namun lama waktu berlalu ia tak kunjung pergi, kau sedikit mendongak, ia tak setinggi Dazai namun sedikit lebih tinggi dari dirimu.
"Ketua juga menyarankan mu untuk pergi"
"kenapa?, Toh bantuan ku tak di perlukan disini, Jika tujuan awal agensi adalah liburan tentu saja bermalas-malasan apa yang kulakukan bukan lah sebuah kesalahan" Atshushi kicep, ingin sekali ia bilang bahaya berada di luar tanpa pengawasan salah satu dari mereka untuk pengguna non kemampuan baru seperti mu.
"Aku baik-baik saja, aku tau apa yang kau pikirkan namun tak apa pergilah tanpa ku Atshushi kun, lagi pula apa yang mereka incar dari sekertaris magang seperti ku?" Raut wajah Atshushi terlihat pasrah, kau memenangkan argumen yang kalian perdebatkan, tak sulit melawan pria lebih muda dari mu.
"Sore ja, telfon aku jika ada apa-apa, atau jika kau kesepian di penginapan kami akan berada di rumah tetua untuk bertamu sekaligus bertanya -tanya sebentar" Atshushi mengucap salam perpisahan yang kau balas dengan lambaian, sosoknya semakin menjauh tertelan anak tangga yang menjulang tinggi menuju desa.
Kau menghela nafas singkat, sebelum memutar haluan serta tujuan mu melihat matahari terbenam untuk alasan lain.
.
.
.
"Kozou kau terlambat" tegur Kunikida
"Sumimasendeshita"
"Lalu?, Atshushi kun apa (Name) bersama mu?" tanya Dazai masih memperhatikan jejeran dokument abstrak tanpa menoleh pada Atshushi, sesaat Atshushi tersenyum geli ternyata ia benar, Dazai adalah sosok yang baik bahkan kau akan menyesal tak ikut pulang bersamanya dan mendengar bahwa ia mencarimu.
"Kau kenapa tersenyum senyum seperti itu?" tanya Kunikida penasaran,
"Iee... Daijobu desu" elak Atshushi duduk dan mendengarkan keseluruhan rencana mereka nanti malam, berharap esok benar-benar menjadi liburan menyenangkan.
.
.
.
"Baiklah, hal terakhir yang harus kita pikirkan adalah sepasang kekasih, ini memang hanya pengintaian biasa akan tetapi alangkah baiknya untuk menyiapkan hal sedetail mungkin untuk misi yang satu ini",
"Ah..., aku dan Onii sama akan mengajukam diri untuk tugas ini" acung Naomi semangat, siapa yang tak semangat ketika kau bisa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang sekaligus berguna bagi tim dalam waktu bersamaan.
"Ah... kumohon jangan gunakan pasangan dengan hubungan terlarang di perayaan ini" sela kepala desa, sepertinya beberapa menit berada di dekat Tanizaki bersaudara membuat nya mengerti ada yang ganjal dari mereka berdua,
"kenapa memangnya?",
"kami ingin kalian menghargai apa yang kami percayai, lagi pula ini perayaan suci dimana pasangan-pasangan itu nantinya akan di jadikan sebagai alat mediasi dengan dewa yang memberkahi kami, hal yang kami percaya disini adalah doa dari anak kecil tak berdosa dan sepasang kekasih yang saling mencintai, namun rasanya seperti membuat lelucon bagi dewa jika menyajikan seorang anak kecil" tetua desa yang sudah sepuh itu menjelaskan semua yang ia tau.
"memangnya mengapa kalau di langgar sekali saja " sela Yosano tak ingin terlibat jauh dengan hal spiritual seperti ini,bagaimana pun ia seorang dokter hal logis menjadi makanan nya sehari-hari walaupun percaya tak percaya nya dengan Kemampuan yang ia miliki.
"Kumohon jangan lakukan itu"pinta nya memohon dengan suaranya yang tak lagi setegas dulu,
"dulu pernah sekali desa berfikir semakin banyak pasangan yang di gunakan sebagai alat mediasi maka semakin makmur lah desa, mengingat festifal ini di gabungkan dengan 5 desa lain yang juga berdampingan dengan desa ini, maka doa pun harus lebih besar dan meriah menurut kami namun, mengingat keserakahan termasuk sebuah dosa" Sessepuh menganbil nafas untuk menopang ceritanya.
" dengan serakahnya kami membodohi dewa, dan memberikan lebih banyak pasangan, sebenarnya bukan masalah berapa pun pasangan yang di berikan hanya saja hari itu sepasang kekasih menjalin hubungan terlarang, hubungan yang juga tak di landasi cinta demi urusan pribadi masing-masing, dan juga sebenarnya kami mensetting beberapa gadis desa untuk berpasangan dengan beberapa pria" tetua itu mengleha nafas, dirinya yang telah berumur membuatnya tak memungkinkan untuk bercerita banyak.
"lalu apa yang terjadi pada kalian?" tanya Kunikida menaikan kacamatanya,
"desa dikutuk malam itu juga"
"di kutuk bagaimana?, bisa anda jelaskan detailnya?" Naomi ikut penasaran,
"badai besar datang malam itu, melempar kapal-kapal nelayan yang berada di pelabuhan sampai ke bukit, malam setelah itu bencana terus menerus terjadi, angin topan menghancurkan ladang-ladang layaknya kawanan gajah yang berlarian, persediaan makanan serta bahan pokok yang akan diekspor ke Yokohama dimakan kawanan tikus, badai selalu datang menenggelamkan nelayan, dan sering kali kekayaan laut tak lagi di dapat, korban berjatuhan satu persatu, kami kelaparan dan Yokohama menutup pintu-pintu mereka".
"Kisah yang sangat tragis, namun bisa anda jelaskan bagaimana desa ini bisa terselamatkan?" sela mu yang muncul entah dari mana membuat pria berumur itu tersedak kaget,
"(Name)?, dari mana saja?" tanya Yosano pasalnya dari awal Atshushi datang ia tak melihat mu bersama bocah harimau itu, namun saat itu ia juga bungkam,
Bukan saat nya untuk menanyakan mu dan melibatkan hal pribadi di dalam misi.
"Maaf-maaf, desa ini sungguh indah tak sadar aku ingin lebih mengeksplorasi nya, jadi bagaimana desa ini terselamatkan?" Yosano diam, puas akan jawaban yang kau jelaskan namun pria tua itu juga diam, mungkin merangkai sebuah kata tepat bagaimana ia menjelaskan terselamatkannya desa ini.
"dari dulu aku suka dengan cerita yang berakhir bahagia seperti Cinderella, Beauty & the Beast dan lain-lain, cerita tentang desa indah ini juga tak kalah bagusnya dengan ceritak-cerita fiktif yang ku sebutkan itu tak salah jika aku penasaran dengan akhir bahagia cerita fiktif desa ini" tutur mu dengan nada yang tak bisa di jelaskan...
"kepala desa, anda di tunggu tamu lainnya" seorang gadis muda berparas polos nan anggun mengintrupsi pembicaraan kalian, kau melempar tatapan tajam pada wanita pemandu yang beberapa lalu di tunjuk untuk menjadi pemandu mereka ke penginapan, itu artinya wanita itulah yang juga sempat membuat mu cemburu.
"Ah...., maaf aku harus pergi ada tamu yang bagaimana pun harus ku temui, ku mohon bantuannya untuk menyukses kan acara nanti malam" Pria itu pamit, di ambang pintu ia menepuk bahu gadis muda itu,
"ku serahkan mereka padamu Yumi chan" ucapnya sebelum akhirnya benar-benar pergi,
"Saya mengerti....".
"Saya akan menunggu di penginapan, ada beberapa yukata yang bisa kalian pakai" pamit Yumi, mengerti bahwa rapat kalian belum selesai benar,
"lalu?, siapa yang pasangan yang diajukan untuk nanti?, kepala desa sudah secara pribadi meminta tolong pada kita untuk ikut serta dalam acaranya waktu yang kita miliki tak banyak" .
"kenapa repot repot memikirkan hal sepele semacam ini, bukan kah kita memiliki pasangan asli yang bahkan telah merajut kasih selama 5 tahun?" lirik Yosano pada mu dan Dazai,
"Maaf saja tapi kurasa aku takkan banyak membantu" tolak mu halus, masih belum bisa memaafkan Dazai akan kejadian semalam, tak peduli seberapa besar kau merindukannya.
"(Name) chan" Dazai memanggil mu, ia memanggil nama mu setelah semalam apa yang ia lakukan padamu, dan kau tau tak lama lagi kalian akan berdebat...
Memperdebatkan hal kecil yang kau anggap sebagai luka mendalam di hati mu,
"Apa?, mau berdebat sekarang" tantang mu muak akan semua ke munafikkannya, atau mungkin sebaliknya muak pada ke naif an mu.
Kau tau ia tidak mencintai mu, tidak sebagai cinta seorang pria pada wanita, dan ia tau ia tak mencintai mu tetapi memaksakan hati nya hanya untuk mu, kalian berdua adalah pasangan sempurna....
Yah ...,
Sempurna untuk menyandang gelar pasangan pembohong.
"Ikut aku sebentar" ia menarik lengan mu menjauh dari kerumunan,
"Ah ... Kalian bisa duluan, ada sesuatu yang harus ku bicarakan terlebih dahulu dengan (Name) chan" kata terakhir nya sebelum Dazai membawa mu pergi.
Gomennasai, kesiangan bangun o(╥﹏╥)o.
Tadi itu sebenernya jam setengah 8 udah bangun, tapi abis itu kepikiran buat liat Yutube bentarrrr aja....
Abis liat ngantuk, ketiduran jam 9 bangun lagi di cipratin air es sama emak :v.
Bantu bantu dapur bentar, nonton vidio lagi ketiduran lagi, lupa mau update.
Trus bangun jam setengah 12, Ini udah mantepin diri buat update.
Lalu negara api menyerang #plakk eh...? 😂😂.
Maksud nya lupa lagi, ada Spar Get rich sama Family sebelah
Sekian 5 Detik Bersama Yukitan
Arigatou
Byee byeeee \(○^ω^○)/
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top