Ch. 35.

"Odin"

Dazai Osamu x Reader

Bungo Stray Dogs (文豪ストレイドッグス, Bungō Sutorei Doggusu; lit. Literary Stray Dogs) is a manga written by Kafka Asagiri and illustrated by Sango Harukawa.

Genre : Tentukan Sendiri

Rate : T

"kau tau apa yang Odin pernah lakukan legendanya?, ia pernah membuat satu kota hancur dengan prajuritnya" Ren tertawa tombak muncul di tangannya,

Tombak dengan aura hitam mengerikan yang seolah-olah menjerit tanda bahwa banyak nyawa yang mati karnanya,

"jangan bercanda, kau juga seorang wadah?, di dunia ini hanya darahku yang diterima oleh para dewa dewi konyol itu, ingat bagaimana Lucifer mengamuk?" tawa mu, mungkin Ren mengada-ada, jangan tanya kenapa bisa hanya darahmu yang menjadi kunci utama keberhasilan penelitian itu, kau juga takkan bisa menjelaskannya,

"kau lupa bertanya ke Profesor sebelum kematiannya bukan?, 3 minggu setelah kita dipisahkan aku menjadi penelitian gila mereka untuk menghancurkan seluruh sel darah ku dan menggantinya dengan milik mu, haaahhhhh.... Aku pikir hari itu aku akan mati"

"Profesor itu memang gila, tapi baik jika itu maumu, akan ku potong benang hidupmu sebelum kau merepotkan ku lebih jauh lagi" kau mengambil ancang-ancang untuk menggunakan Norn milik Skuld,

Dewi yang bertugas mengatur waktu masa depan, itu artinya kau bisa memotong waktu hidup seseorang dengan mudah, sayang serangan beruntun membuat mu tak bisa berkonsentrasi mencari benang yang mana milik Ren.

"kau meninggalkan kami hari itu (Name)" ujar Ren di tengah pertikaian kalian,

"tidak" balasmu,

"kau selalu jadi pengecut (Name)"

"Tidak kumohon"

"kau bahkan tak ingin kembali hanya untuk menghadiri pemakaman kami"

"hentikan Ren!!" jeritmu

"aku akan membuat dunia dimana yang lemah pun bisa hidup dengan bahagia" balas Ren, tendangannya telak melemparmu membentur dinding. Kau merintih kesakitan sementara keringat dingin bercucuran deras.

Kau mengkhawatirkan sesuatu, itu kentara sekali di raut wajahmu.

Kondisi mu yang saat ini bukanlah kondisi yang baik untuk bertarung seperti ini.

Tombak yang kau ketahui sebagai senjata dewa Odin it bereaksi, Ren memunculkan portal dimana berbondong-bondong orang keluar dari sana. Tak peduli itu seorang anak kecil atau wanita tua. Seolah-olah seperti jumlah pasukan yang tak ada habisnya keluar dari pintu portal kecil itu.

"Ini pasukan ku (Name), masih-masing dari mereka adalah pemilik kemampuan, maka dari itu kutawarkan sekali lagi padamu (Name), jadilah istriku!" kau terengah, untuk bernafas saja sulit bagimu, maka berdiri akan terasa menyakitkan bagimu.

Meskipun begitu kau tetap berdiri untuk melawannya, melindungi apa yang kau percayai.

Hampir saja tubuh rapuh itu kembali jatuh jika bukan karena seorang harimau putih memapahmu tepat sebelum tubuh mu benar-benar ambruk,

"Atshushi kun, apa yang kau lakukan?, jarak pertempuran ini terlalu berbahaya bagi mu, kau sebaiknya ikut menjauh bersama yang lain" tuturmu memberinya pengertian supaya dirinya paham bahwa kau juga menghkawatirkannya.

"(Name) san, yang harusnya melindungi kota ini adalah kami Detektif bersenjata dan Port mafia. Kau tidak seharusnya menanggung beban kami sendirian atau bahkan seharusnya (Name) san tak usah ikut ambil andil dalam urusan kami"

"Apa maksudmu?, aku juga mencintai kota ini"

"kau hanya mencintai Dazai san kan!"sanggah Atshushi cepat,

"aku sungguh mencintai kota ini Atshushi kun, tempat ku dilahirkan, banyak kenangan hidup di kota ini tentang ayah ku yang seorang pembunuh adikku namun aku masih menyayangi nya, tentang Odasaku seta anak-anak yatim piatu lainnya, tentang port mafia yang bahkan tak cukup ku kenal dengan baik dan tentang Osamu kun juga detektif bersenjata. Tak semua kenangan pantas diingat namun akan terasa kesepian juga jika kenangan buruk itu hilang. Sama seperti kau harus mencabut gigi mu yang busuk untuk menghilangkan rasa sakit, namun bukan berarti fenomena menyakitkan itu takkan terulang kembali"

"lalu biarkan kami membantumu!" ujarnya ngotot, hampir saja menangis
"(Name) san memberi kami kenangan, kenangan yang tak bisa kami lupakan, lalu bagaimana mungkin kami bisa membiarkan mu berjuang sendirian seperti ini"

Kau terkikik kecil, seolah kekuatan mu telah terisi penuh kau menepuk surai silvernya gemas.

"maaf yah kucing kecil, kau terlalu cepat 10 tahun untukku, pertama tama kau harus berhenti cengeng baru kita mungkin bisa pergi berkencan" kau tertawa kecil, sementara Atsushi mengusap air matanya, kau berbalik sekali lagi menetang keinginan Ren.

"dengar yah kau dewa palsu...., aku lebih baik menikahi bocah ini dari pada menikahi mu" lawan mu dengan tegas. Rasanya menyenangkan sekali melihat Ren marah karna di permalukan.

"Atshushi, aku butuh bantuan mu tapi sebelumnya jangan pernah lepas kan pita ini" kau mengikatkan seutas pita merah ke lengan Atsuhsi, raut wajahnya bertanya tanya memangnya seberapa penting pita itu,

"pertanyaaan mu akan terjawab nanti, Atsushi kun kau sebaiknya menahan nafas mu karna kita akan menjelajahi waktu"

"eh..., tapi (Name)"

"Norn!!".

Waktu benar-benar berhenti, menyisakan dirimu dan Nakajima Atsushi saja yang masih hidup dan bergerak bebas sementara yang lainnya membeku bersama waktu.

"(Name) san, inikah kekuatan mu?" tanya Atsushi masih mengagumi betapa hebat nya kemampuan mu,

"ini bukan milik ku Atshushi kun, ini milik para Valkry, para dewi yang menjaga sumur Ygrdasil." Jelasmu,

"a apa tadi?, Brazil?" kau tertawa kecil, pasti pengejaan kata Ygrdasil cukup sulit untuk diucapkan oleh lidahnya.

"kau tau sebuah pohon besar di Asgard, tempat itu adalah tempat tinggal para Norn, yakni Urd, Verdandi, dan Skuld mereka dewi yang di percayai untuk menjaga waktu. Menjaga sesuatu agar tetap berjalan seperti seharusnya,ups... bukan waktunya ngobrol seperti ini Atshushi kun, kita harus menghentikan pria gila yang akan menghancurkan dunia itu" tunjukmu pada Ren, Atshushi menganggung mantap. Kau sedikit mengangkat rok mu dan ..

BRAAKKK....

TRANGG....

KLANTANG....

Puluhan senjata api jatuh berserakan di bawah kaki mu, beberapa dari mereka adalah senjata berat seperti bazooka dan granat.

"Jangan tanya padaku dimana aku menyembunyikan nya Atshushi kun" ujar mu sebelum anak itu bertanya terlalu jauh.

"apa kau bisa bergerak secepat kilat?" tanya mu,

"tentu saja, lagipula aku seorang harimau" jawab Atshushi antusias.

"bagus, sekarang lempar aku!, namun kau juga tak bisa membiarkan pita ini sampai terlepas dari mu, ketika tau bahwa pita ini telah merenggang kau harus menangkap ku kembali, apa kau mengerti Atsushi kun?" tanya mu lagi, Atshushi mengangguk antusias.

Kau memasrahkan dirimu pada Atshushi, rencana kalian adalah memusnahkan pasukan jadi-jadian ini dengan menembak mereka satu persatu dari atas sana barulah ia bisa mengurus Ren, bisa bahaya jika Ren terus hidup dengan adanya cadangan manusia sebanyak ini , namun tanpa sayap apa yang bisa kau perbuat, Verdandi bahkan tak mau meminjamkan kedua sayap nya padamu.

Kini semuanya tergantung pada lengan dan kaki Atshushi.
"satu hal lagi yang harus ku katakan padamu Atshushi kun, bahwa apapun yang akan ku lakukan nanti tetaplah percaya padaku" kau memperingatinya, karna kau yakin jika kau tak melakukannya maka tak lama lagi Atshushi bisa ikut membenci mu,

"Aku percaya padamu (Name) san"

"Bagus, sekarang kempar aku Atshushi kun" perintah mu,

dalam sekejap kaki harimau miliknya membawa mu melompat tinggi, sempat ketakutan ketika dirimu menatap ke bawah, tidak seperti biasanya dirimu gemetaran.

Padahal bahkan jika kau jatuh dan terluka tak peduli separah apapun, tidak peduli jika nanti kehilangan satu atau kedua tangan bahkan kaki mu, selama kau masih bernafas kau bisa mengembalikan nya seperti semula tidak ada goresan sedikit pun, namun bekerja sama seperti seseorang seperti ini membuat mu merinding.

Seolah-olah kau akan menghancurkan rencana kalian,menyenangkan pastinya menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, dan slama ini kau bekerja seolah menutup mata dan telinga mu rapat-rapat, tak pernah kau ingin kan seseorang memuji mu atas apa yang kau lakukan.

Bahkan jika memang hal yang kau lakukan slama ini adalah sebuah dosa maka kau akan baik-baik saja dengan menanggungnya sendirian.

Tetapi mengetahui seseorang merasa sangat bersyukur dengan apa yang kau lakukan sangat membuat mu lega, bahagia sampai rasanya tak sanggup berdiri untung menopang dirimu sendiri.

"(Name) san!" hentakan dari suara Atshushi menyadarkan dirimu untuk segera kembali ke dunia nyata dimana kau harus kembali bertarung untuk mempertahankan apa yang kau percaya.

Langsung kau melompat, menembakkan puluhan peluru tepat pada kepala mereka tak menyia-nyiakan satu peluru pun, mungkin Atshushi sangat marah ketika ia tau peluru itu di tujukan untuk membunuh mereka. Kau akan menjelaskan itu nanti tentunya dengan penjelasan yang bisa ia terima, namun untuk saat ini yang kau butuhkan adalah kepercayaan Atsushi padamu.

Saat kau mulai jatuh dan daratan semakin terlihat dekat, Atsuhi menarikmu mendekat lalu kembali melompat membawamu ke ketinggian seperti rencana kalian, sungguh rekan yang hebat.

"Atshushi!!, peluru terakhir! ' ujarmu melempar begitu saja puluhan senjata tanpa isi itu, menggantinya dengan senjata lebih besar dan membidik dalang di balik semua kerepotan ini.

Senjata itu begitu berat, membawamu meloncat di ketinggian sana hampir mustahil bahkan untuk Harimau Putih seperti dirinya, jadi untuk serangan terkahir ini kau akan melepaskan ikatan itu dan mengembalikan waktu, di detik detik terakhir Atsushi melemparmu keatas sana.

Yah... Dilempar layaknya bola baseball, kau tak keberatan asal ini cepat berakhir.

Asa mu melayang di ketinggian sana, tak habis pikir Ren dengan seluruh pasukannya ini, atau lebih tepatnya Odin dengan kekuasaannya yang bahkan mampu menundukkan halilintar, pemimpin dari Asgard mengapa ia sudi tinggal di tubuh Ren.

Setelah kepulangan mu dari Eropa, Dazai menceritakan semuanya padamu, semua kemungkinan yang mereka lakukan pada tubuh mu, tak ada tanda-tanda memang, namun ini hanya antisipasi saja bahwa dalam beberapa bulan kedepan kau akan diawasi oleh lembaga kemampuan yang bersangkutan.

Jika memang keberadaan mu yang telah di curigai sebagi satu-satunya penelitian yang berhasil selamat dan akan mengancam, maka mereka akan mengamankan mu yang arti dari "mengamankan" itu sendiri bisa mempunyai makna yang bermacam-macam, seperti "dibinasakan" atau "diteliti lebih lanjut".

Kau paham itu, seolah terbiasa oleh takdir yang mempermainkan mu, saat itu Norn pun belum aktif dalam dirimu, jadi beberapa bulan yang telah di sebutkan Dazai sebagai waktu-waktu pengawasan mu berjalan dengan baik dan tak memakan korban baik dari pihak mu ataupun pihak mana pun.

Hari itu kau rasa kau bisa kembali hidup sebagai manusia dan melupakan semua yang telah terjadi slama ini.

Toh kau punya Dazai, dan itu berarti kau punya segala yang kau butuhkan di dunia ini, kau akan mencari pekerjaan sesuai profesi mu setelah pendidikan mu benar-benar terselesaikan, lalu kau akan membicarakan dengan Dazai perihal hubungan kalian akan dibawa kemana, bahkan jika nantinya Dazai menolak untuk membawa serius hubungana kalian kau akan menerimanya dengan lapang dada, asal bersama Dazai kau sudah merasa berkecukupan.

Nyatanya tidak seperti itu, bagaimana pun kau berusaha nyatanya tak semudah itu, melihat Dazai mendapatkan klien seorang wanita saja telah membuat hati mu bergemuruh hebat, waktu itu kau bukan lah seorang Hera, istri penguasa dari Olymphus Zeuz yang ketika murka bahkan Zeuz sendiri takut kepadanya.

Kau tak bisa berbuat apapun hingga tanpa kau sadari kau telah depresi dalam waktu yang cukup lama.
Diusia mu yang beranjak 19 tahun, depresi membawa mu menggenggam pisau dapur tajam dengan erat tanpa sedikitpun ketakutan di dalam nya, menusuk nya dengan mantap di leher mu dan membuat darah menggenang di lantai apartemen kalian.

Kau melakukan ini bukan hanya lelah, pernah juga terlintas dipikiran mu bagaimana jika Dazai menemukan mu dengan keadaan sekarat seperti ini?, kau ingin tau bagaimana dengan dirinya, konyol memang, ketika kau melakukan tindakan konyol untuk mengetahui seberapa berharganya dirimu di mata pasangan mu.

Tapi beginilah wanita...

Namun apa yang kau impikan tak kunjung terjadi, kau tak kunjung mati, melainkan merenggang nyawa dengan rasa sakit yang amat dan, barulah kau sadari suatu mnghuni tubuh mu, mereks yang dinamakan Norn menyelamatkan mu.

Begitupula dengan Ren, depresi seperti apa yang membawanya sampai bertindak sejauh ini, kau tak mengerti..

Ledakan bergemuruh hebat di gedung yang sebelumnya juga pernah di ledakkan itu, logam pegangan anak tangga hancur tak beraturan dan bahkan bisa melukai beberapa orang di sekitarnya, sakit masih kau rasakan seperti biasa, meskipun Norn ada menghuni tubuh mu bukan berarti sisa kemanusiaan milik mu hilang begitu saja.

Sementara Norn menyembuhkan setiap luka yang kau terima, kau masih tak bergeming dari sana.

Menatap tumpukan mayat yang bergeletakan, portal telah tertutup tak bercela, syukurlah semua telah berakhir. Dan Ren, kau tak tau pasti bagaimana keadaannya, asap menghalangi pengelihatan mu.

"(Name), sudah waktunya kami mendengar penjelasan mu"

Fukuzawa menatap mu, kau tak bisa mengelak nya lagi...

Tidak dengan tatapan Dazai padamu..

Kau masih diam menata kata, tak ada yang peduli memang, toh pembunuh akan selalu terlihat seperti seorang pembunuh, apapun alasannya tangan mu akan tetap berbau anyir dan berlumuran darah.

Tak sadar kau mngigit bibir bawah mu, sulit sekali untuk menjelaskan...

"Mereka semua benar sayang...., kau harus memberikan penjelasan pada mereka" saut suara yang tak lama ini kau kenal, sontak kau menoleh pada tumpukan mayat itu.

Kau menatapnya tak percaya.

"Tidak mungkin.... "

Haii okee....
Sampai disini gaada 5 menit bersama Yukitan eaaa,

Ini update numpang wifi pagi pagi minna TΔT

Mungkin pas summer event Yukitan balik

Taraaaaa




Servant gratisan hikss akhirnya :"v
Maaa... Pokoknya sekitar tanggal itu Yukitan balik normal,

Uwaaa di suruh turun ama yang punya

Jaaa neeee...

Happy Reading

* Sebelum membaca disarankan menekan tanda bintang
Apresiasi anda sangat berarti bagi saya.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top