Prolog
"Tenn-nii! jangan pergi!"
"Tenn-nii!!!..Hah...Mimpi ini lagi"ucap lelaki bersurai merah sambil melihat ke samping
"sudah 3 bulan ya..Kamu pergi...Tenn-nii"gumam lelaki tersebut
Tok
Tok
Tok
"Riku...Kamu dah bangun"tanya suara lembut di sebalik pintu kamar
"udah Kaa-san"jawab Riku segera bangun dan merapikan tempat tidurnya.Selepas siap merapikan Riku segera membuka pintu dan terlihat sosok wanita bersurau pink
"ayuh kita turun dan sarapan"ajak sang ibu,dan diangguki oleh Riku
Saat sampai di meja makan terlihat sang ayah yang bersurai biru tua merapikan makanan
"ah kalian akhirnya sampai..Yuk kita makan"ucap sang ayah lembut walau dengan suara tegas
selepas makan mereka bertiga bersantai di ruang tengah dan berbincang bincang dengan gembira walau tanpa kehadiran anak tertua,sejak dia mengambil pilihan mengikuti seseorang demi mencampai mimpinya
"Riku,gimana kalau akhir pekan ini kita ke taman hiburan?gimana kamu mahu??"tanya sang ibu bersemangat
mendengar hal itu mata Riku terus tambah bersinar saking bersemangatnya
"benarkah?mahuuuu"balas Riku riang menimbulkan kekehan gemas dari sang ayah dan ibu
Akhir pekan
"Riku kamu udah bawa inhaler kamu?"tanya sang ayah
"udah Tou-san"jawab Riku bersemangat
Saat dalam perjalanan Riku termenung sambil tersenyum kecil
'bahkan tanpa Tenn-nii...Kami masih bahagia...Walau Tenn-nii pergi meninggalkan kami,aku sudah cukup bahagia dengan Tou-san dan Kaa-san berada di sisi ku'batin Riku
Tapi..sayangnya...Takdir berkata lain.
Saat mobil milik keluarga Nanase melintas traffic...sebuah lori yang kehilangan kendali menghempas mobil yang dinaiki oleh Riku dan keluarganya.
Ibu dan bapa Riku dinyatakan mati di tempat begitu juga orang yang mengendarai lori itu juga turut dinyatakan meninggal di tempat.
Riku,satu satunya mangsa yang terselamat segera di bawakan ke hospital dan seseorang yang mengetahui hal itu segera pergi ke hospital
Saat dia sampai dia segera pergi ke ruang rawat Riku saat sampai dia melihat sosok yang bermakna untuknya masih terbaring,dia berasa bersalah kerana meninggalkan Riku.Lelaki itu segera duduk di samping kasur Riku denga tangan diletakkan di atas tangan Riku
"Riku...Maafkan Tou-san...A-apa...Aku masih layak jadi Tou-sanmu selepas aku meminta tolong teman aku dari keluarga Nanase untuk menjagamu sampai kamu besar sementara aku menghilang"ucap lelaki tersebut menitikkan air mata kerana serba salah,sedih dan menyesal
Tiba tiba dia merasa ada yang menyentuh tangannya,saat dia mengangkat wajahnya...Dia melihat satu satunya anaknya tersenyum kepadanya
"Sudah ku duga...Aku bukan ahli keluarga Nanase yang asli...Walau Tou-san dan Kaa-san dan Tenn-nii melayani ku dengan baik"ucap Riku perlahan tapi dapat didengar lelaki tersebut dengan senyum kecil di wajahnya
"apa...Kamu tidak marah pada ku Riku?"tanya lelaki itu
"Riku tidak bisa marah kepada ayah kandung Riku...Lagipun...Tou-san mengatakan kalau Tou-san menghilang dan menitipkan ku pada keluarga teman tou-san...Itu ertinya kamu dalam masalah..Dan Tou-san disini...Bersama aku bukan"ucap Riku masih dengan senyum di wajahny
Mendengar hal itu...Lelaki tersebut semakin menangis walau hanya dalam diam
"terima...Kasih Riku...Kerana masih menerima aku...Sekali lagi maafkan aku yang meninggalkanmu,aku berjanji akan...Sentiasa bersamamu dan melindungi mu"ucap lelaki itu dengan mantap membuat Riku terkekeh kecil
"yoshh Riku...Kamu harus berehat,syukurlah luka yang kamu dapat dari kecelakaan itu tidak teruk"ucap lelaki tersebut
Mendengar ucapan lelaki itu Riku teringat akan orang tua yang selama ini Riku anggap sebagai orang tua kandung
"ne...Tou-san...Dimana tou-san dan kaa-san?"tanya Riku
"...Riku...Aku harap kamu bersedia mendengarkannya...Maaf tapi...Akio-san dan Sakura-san kamu...Mati di tempat kecelakaan...Dan Sakura-san melindungimu saat kecelakaan berlaku kerana itu...luka yang kamu dapat tidak serius"jelas lelaki itu sambil terus memperhatikan raut wajah Riku
"sou..ka...Hiks...Hiks"gumam Riku dan terdengar suara isakan dari bibir mungil Riku membuat lelaki tersebut secepat kilat memeluk dan mengusap kepala dan belakang Riku
"shhh...Aku ada untukmu Riku...Aku akan ada disisimu"ucap lelaki tersebut menenangkan Riku
Selepas Riku terlihat jauh lebih tenang lelaki itu melepas pelukanny dan mengusap lembut pipi Riku
"Riku...Apa impian kamu?"tanya lelaki itu menatap lurus ke mata Riku membuat Riku tersentak
"hmm...Menjadi...Idol...Tapi Tenn-nii bilang dengan penyakit yang Riku derita...Riku tidak bisa jadi idol dan berdiri di panggung"ucap Riku memainkan hujung jarinya kerana gugup
"siapa kata Riku tidak bisa jadi idol?...Tou-san bisa sembuh kan penyakit Riku...Lagipun...Riku ialah anak Tou-san jadi sudah tentu Riku mempunyai kemampuan Tou-san"ucap lelaki itu cepat
"benarkah?Riku bisa sembuh?"tanya Riku tidak percaya
"benar~ lusa...Riku akan berangkat ke London bersamaku dan disitu Riku akan menjalani perawatan untuk sembuh dari asma"balas lelaki tersebut gembira
"yatta...Ne...Apa...Riku akan menggunakan nama keluarga Tou-san"tanya Riku takut takut
"sudah tentu..Atau...Riku tidak mahu?"tanya lelaki itu dengan nada sedih di hujung membuat Riku kelabakan
"b-bukan...hanya..Takut kalau Riku tidak bisa menggunakannya aja"ucap Riku panik
"hahaha...Riku...Kamu akan kembali ke nama kamu yang asal"ucap lelaki itu kembali serius
"jadi...Nama Riku bukanlah nama asal ku?"tanya Riku lagi
"Maaf Riku...tapi bukan...Ayah meminta teman ayah untuk memberimu nama lain supaya kamu merasa tidak diasingkan"ucap lelaki itu penuh penyesalan
"ie daijoubu...Jadi...Apa nama asli ku?"tanya Riku sambil tersenyum
"Kazaki Akashi...Itulah nama asli kamu..Dan...Nama aku ialah...Kazaki Atashi atau kalian lebih kenal aku dengan panggil Zero"ucap lelaki itu dengan nada perlahan di akhir
mendengar hal itu sontak membuat mata Riku melebar
"aku...Ialah...Anaknya...Zero?"gumamnya terkejut
"hahahaah kerana itu ayah meghilang"ucap lelaki itu dengan senyum canggung
"jadi mulai hari ini...Nama ku ialah...Kazaki Akashi anak kepada Kazaki Atashi atau lebih dikenal sebegai Zero,Sang Idol Legendaris yang telah lama menghilang"ucap Riku dengan nada sedikit ragu kerana masih syok
"yup...tidak perlu kamu ragu Akashi...Lihat..rambut kita sama sama merah bukan begitu juga dengan mata kita hanya saja...Mata kamu lebih indah"ucap lelaki tersebut menunjuk rambut dan matanya
"hihihi~benar juga"ucap Riki terkekeh kecil
"Riku...Ayah akan melatih kamu dan menjadikan kamu idol yang melampau ayahmu...Selepas perawatan kamu sukses"ucap Atashi menatap serius wajah Riku
"baik...Mohon bantuannya ya tou~san"ucap Riku dengan nada menggoda di akhir
mereka berbicara dan bersenda gurau sampai waktu untuk melawat berakhir dengan Atashi yang harus pulang untuk menyiapkan barang Riku dan hal hal yang perlu dia sediakan untuk berangkat ke London
'aku akan melindungimu anakku...Dan akan menjadikan mu idol yang melampaui aku...Agar...Impian Kujou Takamasa yang egois itu tidak tercapai dan...Aku ingin kamu buktikan kepada mantan kakak mu kalau kamu layak menjadi idol bahkan melebihi ku'batin Atashi dengan raut wajah serius
_____________________________________________________
Yo Addy disini~
Ya aku tahu ToD untuk kedua cerita ku belum ku up...Masih otw bikin tapi maafkan tangan dan otakku yang pengen berimajinasi (ಥ﹏ಥ)
Tenn:aku mendapat firasat kalau aku menjadi antagonis disini_-
Gaku:harap aku tidak dinistakan harap aku tidak dinistakan
Iori;tampaknya...Idolish7 bakal jadi Idolish6 disini ya...
Zool:silakan vote jika kalian menyukai cerita dari author tak waras ini
Touma:firasatku mengatakan kalau aku dan Riku akan...bertemh di chap seterusnya
IDOLISH7(6):dan comment ya kalau bisa ngehujat author tidak guna dan payah ini
Revale:Jaa
Trigger:mata ne~
Haruka:TIDUR WOIIIII INI DAH TENGAH MALAM!!!!
Jaa mata ne~
[Kazaki Atashi(Zero)]

(p/s : bayangi matanya warna merah senja juga ya~)
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top