⿻⃕⸵Prolog៚݈݇

Ramalan mengatakan, "Kegelapan tidak akan berkuasa selamanya, akan ada saatnya muncul setitik cahaya yang akan mengembalikan semua warna kehidupan. Generasi kesepuluh di tanah kelahiran, dialah sang penyelamat."

⿻⃕⸙͎

Hiruk pikuk kegembiraan warga memenuhi istana. Pasalnya, hari ini adalah hari kelahiran. Pintu gerbang istana dibuka lebar-lebar, mempersilakan para tamu undangan di pesta penyambutan putra mahkota yang baru lahir itu.

"Yang Mulia, rambut Anda masih berantakan."

"Mari kita ganti gaun Yang Mulia dengan gaun yang lebih indah."

"Sebentar lagi acaranya akan dimulai, sebaiknya Yang Mulia segera bersiap-siap, serahkan saja pangeran pada kami." Beberapa dayang sibuk mendandani ratu, beberapanya lagi sibuk mengurus pangeran muda, memakaikannya popok dan pakaian yang sesuai untuk acara hari ini. Sementara di luar...

"Hei, siapa kau?! Apa yang-"

"Aaagh!"

Salah satu tamu undangan, ralat, dia bukan tamu undangan, tapi orang itu bisa dengan mudah menyusup dan melumpuhkan semua penjaga istana yang dilewatinya. Ia mengenakan jubah lengkap dengan tudungnya yang serba hitam.

Kriet

Orang itu memasuki ruangan tempat di mana pangeran kecil berada dan tepat saat orang itu masuk, waktu di ruangan itu berhenti, bahkan tirai jendela yang tertiup angin pun membeku di udara.

Tap ... Tap ...

Orang itu berjalan perlahan menuju tempat tidur sang pangeran, sepertinya ia ingin melihat lebih jelas bagaimana rupa penerus kerajaan ini.

"Sekarang siapa yang percaya ramalan konyol itu?" tanyanya entah pada siapa. Lalu ia mengeluarkan sebilah belati yang ia simpan di saku belakangnya.

Orang itu menyeringai, kemudian berkata, "Tidak akan ada generasi kesepuluh. Harapan kalian ... akan kuhancurkan."

⿻⃕⸙͎

Srrrssssh

Terdengar gemericik air dari kamar mandi di SMA Replora-SMA elit di Jakarta yang didirikan atas kerja sama Indonesia dan Amerika-salah satu pintunya tertutup, menandakan ada seseorang di dalamnya.

Kriet

Seorang pemuda membuka pintu toilet yang tertutup itu, namanya Zen Kuroxwar, dia adalah salah satu siswa kelas dua di SMA Replora ini. Rambutnya berwarna hitam, kulitnya putih bersih, dan iris matanya berwarna biru. Zen berdarah campuran antara Indonesia dan Inggris. Ibunya adalah orang Indonesia asli, sedangkan ayahnya adalah orang Inggris.

"Fuhh ...," ucapnya lega setelah buang air.

"ToD sialan!" Ia menggerutu kesal, gara-gara permainan Truth or Dare ia jadi terkena diare.

Lambungnya itu lemah dan makanan pedas adalah kelemahannya, tapi ToD memaksanya untuk melahap semangkuk mi ayam super pedas dengan 5 bungkus saus cabai dan 10 sendok sambal. Bodohnya dia malah tetap melakukannya.

Gryuuuk

Perutnya berbunyi, tapi bukan karena lapar melainkan karena ingin buang air lagi. Ia benar-benar dalam masalah sekarang. Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi dan pelajaran berikutnya akan dimulai, tapi ia masih bolak-balik toilet.

"Sialan!"

Zen masuk ke toilet lagi dan tepat saat ia menutup pintu, bel masuk berbunyi. Sekarang saatnya pelajaran matematika, ditambah ulangan harian. Sepertinya ia akan ikut ulangan susulan.

Sudah 10 menit lebih Zen mendekam di toilet, mungkin ia sedang mengerami telur untuk makan malam dengan telur dadar yang akan menggantikan nilai ulangan matematikanya.

Kriet

Akhirnya Zen keluar dari toilet, tapi ia tidak berada di SMA Replora. Tiba-tiba toilet sekolahnya berubah.

Pepohonan besar dan tinggi mengelilinginya hingga aroma hutan yang sejuk dan menyegarkan pun terasa oleh indra penciumannya. Bukan keramik yang menjadi pijakan, melainkan rerumputan yang menjadi alasnya.

Apa yang terjadi? Apa Zen terlalu lama di toilet sampai ia tidak sadar sudah 1000 tahun berada di sana, bahkan sekolahnya berubah menjadi hutan belantara? Atau jangan-jangan toilet sekolahnya memang mesin waktu? Alat teleportasi? Jadi bagaimana cara ia kembali ke dunianya? Kalau Zen tidak kembali, pasti nilai matematikanya akan bertambah anjlok.

Nilainya mungkin anjlok, tapi popularitasnya sebagai 'siswa jomblo yang selalu ditolak' terus meningkat dan hal itu membuatnya terkenal di sekolah, bahkan ke sekolah lain. Oke, yang barusan itu tidak benar. Jangankan ditolak, menyatakan perasaan pada orang yang disukainya saja tidak pernah.

"DI MANA AKU!!"

⿻⃕⸙͎

#Prolog

Halo👋🏻
Ini bukan cerita fantasi pertama yang kuketik tapi ini cerita fantasi pertama yang kupublikasi.
Sebelumnya cerita ini pernah di-unpublish
Semoga menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Terima kasih untuk kalian semua yang udah mau baca cerita ini

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top