7

“kau baik baik saja kan Satoru?”

Gojo mengangguk lemah “padahal kau berniat untuk mengubah dunia jujutsu menjadi lebih baik, tapi kenapa para tetua sialan itu mengecapmu sebagai penghianat”

Gojo menutup kedua matanya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Geto “tenanglah Satoru”

“Bagaimana aku bisa tenang!?”

Geto segera menarik tubuh Gojo untuk jatuh kepelukannya, mengelus surainya secara halus dan penuh kasing sayang

“aku akan baik baik saja selama kau tidak memasuki dunia Jujutsu lagi. Kau tak perlu lagi mengurusi mereka, cukup aku saja”
Gojo menghela nafas “duduk diam, dan lupakan semuanya ya?”

Hingga elusan rambut itu membuat matanya terpejam, Gojo tertidur dalam pelukan Geto. Dan Geto yang melihat itu hanya mengecup pelan pucuk kepalanya

"ya, yang kau perlu  lakukan hanyalah menurut padaku. Dan lupakan semua tentang dunia Jujutsu”

“Kau hayalah seorang dosen biasa yang tinggal bersama putrimu, hanya itu dan tidak lebih. Tidak ada yang namanya kutukan atau apapun itu”















Geto menatap dingin seseorang yang sedari tadi terdiam di balik pintu geser, setelah menaruh tubuh Gojo pada sofa dan menyelimutinya ia berjalan menjauh

“hapus”

“aku tahu, aku sudah melakukannya”




"Penataan DNA-nya sepenuhnya adalah rancanganku. Dengan​ formula sebagai landasanku untuk membuat inti sel dari 2 jenis amino yag berbeda. Dia sepenuhnya manusia buatan, bukan cloning dan bukan juga dari pengubahan posisi Gen

Aku memasukan organisme itu kedalam sebuah rahim buatan. Tapi, walau begitu. Kalian berdua adalah orang tuanya walau tidak secara biologis

Kan kuberi dia nama (Name). Karena dia satu satunya dari enam sel yang bisa bertahan hidup. Satoru inilah hasil kerja keras kita, terima kasih atas bantuannya selama ini."







Jelas Shoko setelah menghancurkan alat yang ia ciptakan, ia menyerahkan bayi polos dalam lilitan kain tebal pada Gojo dan dengan kikuk Gojo menggendong bayi itu

Ia perhatikan dengan teliti dan tanpa sadar Gojo tersenyum "Aku akan merawatnya, Shoko.  Aku akan berhenti menjadi seorang Shaman setelah ini, Aku tak ingin para tetua menyadari keberadaan (Name)”

Shoko mengangguk paham “Kalau begitu, pergilah ke sendai. Aku punya 1 rumah kecil disana. Terserah kau mau melakukan apa setelah itu”

“Shoko terima kasih”

“Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku dan jug maafku”

Pandangan mata Gojo menjadi kosong mendadak, kala teringat nama Suguru. Sosok yang begitunia sayangi itu

“Suguru bukanlah penghianat, hanya ingin mengubah dunia jujutsu yang busuk ini menajdi lebih baik. Suguru begitu menyayangi anak kecil”

“begitulah dia”

“dan juga anak ini adalah hadiah yang telah ia tingglakan padaku, jadi aku takkan mau para tetua mengetahui kalau masih ada orang lain yang memiliki hubungan darah dengan Suguru”

Gojo tersenyum kala melihat bayi dalam gendongannya ternyum, “apa ia sedang memimpikan hal indah?”

“Jadi, ingin kau beri nama dia siapa?”

“Geto, Geto (Name). itulah namanya sekarang”

“nama yang indah”



Terbangun dari mimpinya Gojo hanya bisa memijat kepalanya pening, entah bagaimana ia merasa ada yang hilang tapi jug ada rasa lega setelahnya. Mengabaikan perasaan aneh yang ia rasakan

Gojo memilih berjalan mengelilingi rumah, mengingat putrinya itu sedang mengadakan studi wisata yang akan pulang minggu depan, membuatnya mengehela nafas lelah

“sepi”

Lalu langkah kaking berhenti kala mendapati Geto tertidur di balkon dengan wajah tertutup sebuah buku, Gojo tak bisa menghentikan senyumnya yang merekah

“dasar, kau bisa sakit jika terus terkena angin malam”

Vote dan comment di persilahkan!!

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top