20

"Jadi?"

Nanami menghela nafas kecil dan menaikkan kacamatanya, melipat kakinya kemudian menatap wajahmu dengan serius "karena aku tau kau sedang senggang"

Menyandarkan punggung pada kursi, dengan wajah kesal kau mengalihkan pandanganmu keluar jendela kafe. Menatap kerumunan orang yang berjalan kesana kemari tanpa merasa terganggu akan adanya kutukan kutukan kecil yang berada di sekitar mereka

"Sejak kapan belajar melawak, apa ini ajaran sesat dari Satoru-nii?"

Nanami menyesap kopinya perlahan, mengabaikan segala racauan tak jelasmu itu "Kau tau bukan Itadori itu keras kepala, jadi karena kau teman setimnya. Setidaknya kau bisa mengawasinya barang sebentar saja"

"baiklah aku akan mengambilnya, dan sebisa mungkin sembunyikan hal ini dari Isuya-niichan. Kento-nii"

Nanami mengangguk, berdiri dari posisinya. Meninggalkanmu yang masih asik duduk diam tanpa merasa terganggu "Terdapat kutukan tingkat tinggi tak terdaftar yang diperkirakan ikut menjadi dalang dalam masalah ini. Karena itu, jaga dirimu baik baik (Name)"








"Jangan halangi aku Ijichi-san" Itadori mengepalkan tangan dengan kesal

Dengan Ijichi yang hanya menatap dalam diam. Berujar dengan tenang, ia menatap Itadori dengan pandangan tegas "dan diantara orang orang disana, kau adalah murid. Kau tak boleh pergi Itadori-kun"

Bukan itadori namanya jika ia tak keras kepala. Kau yang melihatnya dari jauh hanya terkekeh kecil, menghampiri Itadori dan menepuk bahunya pelan "Kalau begitu, setidaknya ada yang mengawasinya bukan?"

Ijichi yang tak menyadari kehadiranmu pun tersentak kaget "(Name)-san"

Kau masih melanjutkan ucapanmu tanpa adanya masalah "Jadi, jika ada hal yang tak diinginkan, kemungkinan kecil itu bisa dihindari"

Itadori ikut terkejut akan kehadiranmu yang tiba tiba itu. Refleks ia memegang kedua bahumu untuk berhadapan dengan Itadori dan menatap lekat wajah Itadori yang terlihat sedikit berantakan "Ryuuzaku, kenapa kau ada disini? Kau baru saja sembuh"

Kau melepas kedua tangan Itadori dan terkekeh kecil, ingin rasanya kau elus Surai sang pemilik sekarang juga. Itadori yang sangat jujur dan baik itu sungguh terlihat menggemaskan

"Kau lupa, kalau aku adalah pengawas mu? Dan maaf sepertinya aku sedikit terlambat"

Itadori tersenyum kecil tanpa sadar, menghela nafas kecil "Tidak sama sekali, terimakasih karena sudah mau rept kemari"

Kau menaruh tasmu pada pinggang dan menali nya cukup erat dan pandanganmu beralih kembali pada Ijichi "Baiklah, Kita berangkat sekarang Yuuji-kun. Dan Ijichi-san aku mendapat misi ini bukan kemauanku sendiri seperti sebelumnya"

"(Name)-san kali ini aku takkan bisa dibohongi lagi"

Mempoutkan bibir kesal, kau menatap jengah Ijichi. "Kali ini aku tak bohong. Maaf karena sebelum sebelumnya aku sering membohongi Ijichi-san"

"Aku sudah mendapat Izin dari Nanami Kento. Tanya saja padanya, ah tapi aku tak memberi tahu kakak jadi jangan menghubunginya"

Ijichi menghela nafas lelah, mau tak mau akhirnya ia memberi jalan untuk kalian berdua. Itadori segera meminta maaf saat berjalan melewati Ijichi "Maaf Ijichi-san"








Kau tertawa sambil berusaha mengiringi lari Itadori yang cukup cepat "Jika kakak mencariku, bilang saja aku kencan dengan Yuuji"

"Baiklah, tapi kalian harus kembali dalam keadaan baik baik saja"

Kau berhenti berlari dan menatap punggung Itadori, Yuuji yang merasa langkah kaki di belakangnya tak terdengar pun segera menoleh. Itadori Menatap bingung dirimu, berjalan berbalik arah mendekatimu. kau langsung melepas sarung tangan kain di sebelah tangan

"Jadi Yuuji-kun, Karena aku ditugaskan disini sebagai pendampingmu. Bukan berarti aku akan mengengkang mu Yuuji-kun"

Itadori menatap bingung "Eh?"

Membuang sarung tanganmu ke segala arah, kau langsung membuat segel kecil di telapak tangan yang sedikit mengeluarkan darah "Kau cepatlah temui temanmu itu"

Itadori menggeleng "lebih baik bersama bukan?"

Itadori menunduk diam, Kau yang menyadari perubahan mood dalam diri Itadori berusaha mengelus kepalanya sambil berjinjit kecil "Aku akan berkeliling membersihkan kutukan yang ada disini. Jadi, sampai aku datang jangan sampai terluka lagi"

Itadori menatapmu lekat "Luka? Aku tak bisa menjamin itu, tapi aku bisa menjamin kalau aku takkan mati"

Kau lantas tertawa dan menepuk bahunya dengan sedikit kencang "Bagus, anak baik"

"Kau tak marah?"

Kau menyandarkan diri pada jendela dibelakangmu "Kenapa aku harus marah?"

"Dia menyebabkan semua ini"

Menggeleng sebentar kau menambil sebuah kain kecil lalu memberikannya pad Itadori "Tidak sama sekali, kau tau. Pasti ada alasan dibalik ia melakukan itu, entah hal baik atau buruk. Adakalanya pikiran naif seperti itu berguna untuk waktu seperti ini. Baiklah aku pergi dulu"

Rasanya ingin sekali Itadori memeluk dirimu erat erat dan melampiaskan segala emosi yang ia pemdam selama ini, dan merasa sangat berterima kash padamu karna sudah mau berada disisnya

Walau ia tahu keberaaanmu disisinya hanyalah sebatas misi, ia masih bisa bersyukur akan hal itu "Tunggu--"

"Iya?"

Menggenggam erat kain jimat yang baru saja kau berikan padanya, Itadori memasukkannya dalam kantung dan berbalik arah untuk mencari Temannya itu "Ryuuzaku, jaga dirimu"

"Tentu"








Setelah punggung Itadori tak terlihat lagi, kau berjalan satai mencari keberadaan kutukan yang ada

"Maafkan aku Kento-nii, aku tak berniat mengawasi Itadori lebih dari ini, biarkan ia mengatasi masalah ini sendiri. Karena aku yakin ia bisa melakukannya" monologmu di anatar kehengingan lorong








Tak jauh dari lokasi sebelumnya, kau meringis ketika melihat kututukan yang bentuknya tak jelas itu. Dengan badan besar aneh yang terlihat menjijikkan "jadi seperti ini, manusia yang di ubah menjadi kutukan. Ternyat rumor aneh itu benar adanya. Menjijikkan"

Menatap datar pada kutukan yang melihatmu sambil meraung raung tak jelas itu, kau mulai mengelaurkan teknik darahmu dengan membentuk sebuah katana kecil "Bisa pergi dari sini? Aku sedang tidak mood melihat bentuk anehmu"

Bukannya menjauh atau bagiamana, Kutukan itu malah menuju ke arahmu dengan keuda tangannya yang seakan ingin meremuk tubuhmu "Hah~ mau bagaimana lagi. Kau bukan tipe Kutukan penurut. Jadi enyahlah"

Memasang kuda kuda, seteahnya kau berlari menuju arah kurukan dan mengiris tubuhnya dengan cepat, kau berbalik arah menatap kutukan yang sudah jatuh dengan badan yang teluka

Dan melihat kutukan itu berusaha untuk beregenerasi, Tapi gagal. Karena darah mu itu bisa menjadi racun untuk beberapa kutukan. Conohnya seperti sekarang

Kau tertawa kecil melihatnya, mengubah kembali katana milikmu. Kau memiji pangkal hidungmu sebentar

"爆発"

Dengan segera Kutukan itu meledak tanpa ada yang tersisa "semoga di kehidupanmu selanjutya, kau tak di ubah menjadi kutukan dan hidup bahagia menjadi manuia sampai akhir hidupmu"

Kau menatap sekeliling "Apa Yuuji baik baik saja ku tinggal?"

Mengacak rambut kesal, kau pun berlari mencari keberadaan Itadori "Ah sial!! aku benar benar khawatir sekarang. Kususul saja deh"








Vote dan comment di persilahkan!!

seperti biasa cerita ini pendek dan tanpa adanya revisi sebelumnya

UDAH LAMA LUCKY ILANG DAN MENGGANTUNGKAN SEMUA CERITA. APAKAH ADA YANG KANGEN!? WWWW

udah ya, Lucky mau ngilang lagi. Bye Bye~

luckyta05
25 April 2021

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top