TWO

Tatapan mata mengisyaratkan banyak hal.
Bibir yang hanya diam, menunggu untuk melontarkan kata-kata.
Walau terasa berat, setidaknya ku ingin ada sesuatu yang sampai.
Daripada mencintai dalam diam tanpa akhir.
Merasa sakit sendiri tanpa diketahui siapapun.
Dan hanya bisa memandang dari jauh dengan tetesan air mata yang mulai jatuh.
Dia sangat berarti bagiku, tapi aku tau sangat susah untuk meraihnya.
Hidupku sudah terjebak dalam pikiran yang dipenuhi olehnya.
Tanpa tahu cara untuk keluar.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top