Part 52 : Amnesia?!
KAKI Gabriella yang mengenakan wedges berwarna peach itu melangkah dengan tergesa-gesa memasuki rumah sakit, diikuti kedua bodyguard-nya yang ikut berjalan laju mensejajari langkah gadis itu.
Gabriella buru-buru menghampiri tempat resepsionis yang dijaga oleh seorang wanita berseragam perawat, "Max Maxwell! Cepat katakan di mana dia dirawat!"
Si wanita berambut pendek seleher yang menjadi resepsionis itu memandangi Gabriella sekilas, "Baiklah, tunggu sebentar."
Resepsionis tersebut segera memeriksa daftar nama pasien dan mencari nama Max.
Jari telunjuknya menelusuri nama-nama daftar pasien yang jumlahnya tentu tak sedikit dan terhenti saat sudah didapatkannya, "Pasien bernama Max Maxwell berada di ruangan ICU, dari sini anda lurus kemudian belok kiri. Ruangannya yang pertama."
Tak mau membuang-buang waktu lagi, Gabriella langsung melesat pergi meninggalkan wanita resepsionis itu tanpa mengucapkan terima kasih, alhasil hal tersebut digantikan oleh Eddie yang juga setelahnya segera menyusul Gabriella dan Fred.
Setelah melalui jalan yang dimaksud si resepsionis tadi, manik abu-abu milik Gabriella menangkap Kelly yang tengah terduduk menunggu di depan ruangan Max dirawat.
Kelly yang tadinya tertunduk seraya menangis, langsung mendongakkan kepalanya ketika dilihatnya ada tiga pasang kaki yang berhenti tepat di depannya.
Gadis bermata emerald itu mengernyit lalu menghapus air matanya cepat, "Siapa...kalian?"
Tanya Kelly to the point sembari memandangi Gabriella, Eddie, dan Fred secara bergantian.
Gabriella menyilangkan tangannya di depan dada dan berdeham, "Aku yang menembak Max."
Kelly membulatkan matanya dengan gadis itu yang masih mengenakan gaun pengantin, ia buru-buru bangkit dari duduknya, "Jadi kau-..."
"Perkenalkan, aku Gabriella. Orang yang sempat menyelamatkan Max dari penjara waktu itu, dan yang menembaki Max tadi."
Kelly, Eddie, dan Fred, terkejut mendengar penuturan Gabriella barusan.
Bahkan kedua bodyguardnya itu sampai berpandangan satu sama lain dengan mulut terbuka.
Baru beberapa hari Eddie dan Fred tak berada di sisi Gabriella, namun lihatlah ungkapan yang baru saja dibongkar oleh Gabriella.
Bisa-bisanya anak ketua polisi sepertinya menyelamatkan buronan yang telah menghabisi nyawa adiknya sendiri, pikir Eddie dan Fred secara bersamaan.
Alhasil, kedua bodyguard Gabriella itu hanya bungkam, mereka tau ini bukan saat yang tepat untuk bertanya lebih lanjut mengenai anak ketuanya yang membantu pelarian diri Max.
"J-jadi kau---Max bercerita padaku tentangmu yang membantunya---tapi, kenapa kau mencoba membunuh Max sekarang?!"
Kelly mengusap air matanya yang masih tertinggal, membuat make-upnya jadi luntur.
Gabriella berdecak, "Sebenarnya sasaranku adalah kau, tapi si idiot Eddie ini salah menempatkan pelurunya!"
Gadis blonde itu berbalik dan langsung menunjuk Eddie dengan jari telunjuknya tepat di wajah Eddie yang kini tertunduk.
Kelly tersentak, "A-apa maksudmu dengan 'sasaran sebenarnya adalah aku'? Kenapa kau berniat membunuhku?"
Pertanyaan Kelly barusan harus tak terjawab ketika pintu ruangan yang bertulis ICU di hadapannya dan Gabriella, terbuka disusul dengan munculnya seorang dokter pria berkepala plontos mengenakan kacamata.
Kelly dan Gabriella langsung saja menghampiri dokter itu dengan raut wajah cemas, "Bagaimana keadaan Max, dok?"
Tanya mereka hampir bersamaan.
Dokter itu tampak membetulkan letak kacamatanya, lalu memandang Kelly dan Gabriella, "Apa kalian keluarga korban?"
"Aku kekasihnya!"
Jawab Kelly cepat, membuat Gabriella mendengus kasar.
'Aku juga kekasih Max!' Gerutu Gabriella dalam hati.
Dokter yang bernama 'Thomas' terlihat dari nametag yang tersemat di jas seragamnya itu kemudian menarik satu sudut bibirnya, "Tenanglah, peluru dari tubuh pasien sudah berhasil dikeluarkan, dan dia akan dipindahkan ke ruangan VIP sekarang juga. Kalian bisa menjenguknya saat dia sudah berada di ruangan VIP."
Kelly dan Gabriella menghela nafas lega, membuat Eddie dan juga Fred yang berada di belakang mereka kelihatan tersenyum sembari bertukar pandang.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu."
Ujar dokter Thomas lalu beranjak meninggalkan Kelly dan Gabriella yang sebelumnya telah mengucapkan 'terima kasih' bersama-sama pada dokter Thomas.
***
Kelly lebih dulu membuka pintu ruangan VIP dengan tergesa-gesa diikuti Gabriella dan kedua bodyguardnya di belakang.
Max sudah dipindahkan ke ruangan VIP sekarang, dan pemuda bermata hazel itu sudah sadarkan diri.
"Max!"
Panggil Kelly dan langsung berlari memeluk Max yang masih terbaring, Gabriella yang juga sudah mendekati ranjang Max berdecak kesal karena dirinya lagi-lagi kalah cepat dari Kelly.
Kelly melepas pelukannya dengan mata yang berkaca-kaca menatap Max, "Syukurlah kau sudah sadar."
Gabriella yang sudah kesal sedari tadi langsung saja dengan gerakan cepat mendorong tubuh Kelly untuk mundur agar ia dapat bertemu pandang dengan pemuda bermata hazel yang ia sukai itu.
"Max, kau tau? Aku benar-benar khawatir padamu. Syukurlah kau sudah sadar, dan itu sungguh membuatku lega."
Kini Gabriella yang memeluk Max, membuat Max menaikkan sebelah alisnya, "Gabriella?"
Tanya Max dan itu membuat Gabriella langsung tersenyum dan melepas pelukannya pada tubuh Max.
"Max, gadis yang bernama Gabriella inilah yang telah menembakimu di gereja tadi!"
Kelly menarik tangan Gabriella yang kini mengusap pipi Max.
Gadis bermata emerald itu tampak emosi terlihat dari caranya menyentak kasar tangan Gabriella.
Max yang mendengar itu mengerutkan dahinya sembari memandangi Kelly, "Siapa kau?"
Kelly refleks membulatkan matanya dan tubuhnya menegang seketika.
"M-Max...ini aku Kelly. Kenapa kau bertanya?"
Kelly memaksakan diri untuk tersenyum lalu menggenggam tangan Max lembut.
Max tampak meringis, dan memegangi kepalanya, laki-laki itu kemudian menggelengkan kepalanya pelan, "Kelly siapa? Aku tak mengenalmu, pergilah jangan sentuh aku!"
Karena tangannya yang ditepis oleh Max dengan cukup kasar, membuat air mata Kelly kembali terbit di mata hijaunya.
Ada perasaan sesak yang memenuhi dada Kelly saat ini.
"Max, jangan bercanda aku ini Kelly. Tolonglah jangan bercanda di saat seperti ini, ini sungguh tak lucu."
Kelly terus mencoba menggenggam tangan Max lagi, namun usahanya itu selalu berhasil digagalkan oleh Max lantaran pemuda itu yang menepis tangan Kelly dan memandangnya dengan tatapan seolah Kelly orang asing.
Gabriella yang sedari tadi menyaksikan itu juga terkejut dan hanya dua kata segera terlintas di kepalanya.
Max amnesia.
"Gabriella kemarilah, aku benar-benar merasa pusing."
Titah Max yang berhasil membuat Gabriella terdiam di tempatnya.
Kenapa pemuda itu mengingat dirinya sedangkan Kelly tidak?
Tak mau memikirkan segala pertanyaan yang terlintas di otaknya lagi, gadis blonde itu langsung saja menghampiri Max membuat Max langsung menggenggam tangan milik Gabriella, seolah tangan Gabriella menyalurkan rasa nyaman.
Kelly yang masih menangis tertegun memandangi pemandangan di depannya.
Max lebih mau tangannya digenggam gadis lain yang bukan dirinya.
Make-up Kelly yang tadinya memolesi wajahnya kini luntur berantakan karena dirinya yang terus-terusan menangis.
Tapi gadis itu tak peduli dengan penampilannya sekarang, hari ini seharusnya menjadi hari yang bahagia untuknya seumur hidup karena dia akan menikah dengan Max, lelaki yang sangat ia cintai.
Namun semuanya malah terjadi sebaliknya, Max tiba-tiba saja lupa ingatan dan parahnya hanya mengingat Gabriella dibanding dirinya yang terakhir kali bersamanya saat di gereja tadi.
Kelly mencoba mengingat-ingat bagaimana bisa Max sampai kehilangan ingatannya?
Nafas gadis itu rasanya terhenti saat diingatnya kembali jika Max saat ditembaki tadi tubuh pemuda itu langsung ambruk dan kebetulan ada anak tangga yang tak banyak berada di bawah mereka.
Maka dari itu saat tubuh Max ambruk, pemuda itu jatuh melewati anak tangga dan kepalanya sudah pasti terbentur.
Kelly mendekati Max memandangi pemuda itu dengan sorot mata pilu, dirinya sudah terisak dengan air mata yang masih setia turun dari pelupuk matanya.
"Max..."
Ucap Kelly dengan nada gemetar, ia tak sanggup bahkan untuk berbicara.
Dia sungguh takut akan kehilangan Max karena gadis lain.
"Gabriella, ayo bawa aku segera pergi dari sini. Aku tak ingin melihat wajah dia lagi, aku tak mengenalnya, kenapa dia terus seolah aku dan dirinya sudah mengenal dekat."
Ujar Max dingin, yang tanpa disadari kata-kata pemuda itu barusan sudah membuat hati Kelly hancur berkeping-keping.
"Max...ingatlah ini aku Kelly Collins! Kelly yang kau cintai, dan---ya kita akan menikah tadi Max, kita akan menikah! Lihatlah kemeja yang kau kenakan itu, dan lihat gaun pengantin yang kukenakan. Kita akan benar-benar menikah tadi. Tapi...tapi wanita ini menembakimu hingga kau tak sadarkan diri-..."
"Hentikan! Berhenti bicara yang tidak-tidak. Gabriella, bawa aku keluar dari sini sekarang."
Gabriella mengangguk mengikuti perkataan Max, langsung saja gadis blonde itu membantu Max turun dari ranjang, namun Kelly tentu saja langsung mencekal tangan Max.
"Kau memang sepertinya lupa ingatan Max, kalau begitu biar kita pastikan dengan menanyai dokter Thomas tadi. Tunggu di sini dulu aku aka-..."
Max menyentak tangannya dari Kelly, "Lepaskan sialan!"
"Kelly, maaf-maaf saja. Tapi ini adalah keinginan Max, dia belum pulih benar saat ini, jangan memaksakan keinginanmu. Jika dia tak mengingatmu dan malah lebih mengingatku kau harus terima itu. Max ingin pulang, dan aku akan membawanya ke apartemenku."
Ucap Gabriella, jelas sekali gadis blonde itu terlihat senang karena Max hanya mengingat dirinya, ini kesempatan bagus untuknya.
Dengan masih sesegukan, Kelly memandangi Max yang dibawa oleh Gabriella serta kedua bodyguardnya.
Kelly mengusap air mata dengan punggung tangannya, kemudian berniat menyusul Gabriella.
'Tidak! Aku tak boleh membiarkan Max tinggal dengan Gabriella! Max adalah calon suamiku, dan aku akan berjuang untuk membuat Max mengingatku kembali! Ya, aku harus lakukan itu.'
Tbc...
Udah sedih Max & Kelly gagal nikah, eh tambah lagi Max jadi amnesia 😢.
Btw, pas aku up yang part sebelumnya, ada yg komen dan berhasil nebak kejadian part ini, aku shock banget😂
Kamu hebat 👏

Tapi please jangan samain cerita aku sama sinet indonesia yaa😅 Aku cuma belum mau nyatuin Max & Kelly secepat itu😁
Okay,
Vomment yang banyak kuy!😋
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top