Prolog
Tokyo, 18 Mei 20xx
Matahari mulai menyising di langit Tokyo, bunga sakura masih bermekaran di setiap sudut kota Tokyo.
Seorang gadis berusia 28 tahun baru saja terbangun dari tidurnya, ia membuka tirai jendela kamarnya.
Memperlihatkan indahnya pemandangan pagi prefektur Chidoya.
Sudah hampir setahun aku tinggal di Negeri Sakura.
Ia menatap ke arah luar jendela dengan tangan kiri yang menompang di sisi kaca jendela.
Ada beberapa hal yang tidak bisa aku ceritakan kepada siapa pun.
Ia berjalan menuju tempat tidurnya, mengambil ponsel pintarnya dan membaca beberapa notifikasi chat dari beberapa teman kantor.
"Ah, rapat bersama direktur di undur menjadi setelah jam makan siang!" gumam sang gadis bersurai raven itu.
Gadis itu menatap layar ponselnya yang menampilkan sosok dirinya bersama dengan kekasihnya.
Namun, aku tidak bisa memendam ini sendirian.
Gadis itu terlihat sedih saat menatap foto dirinya bersama sang kekasih dari layar ponselnya.
"Maafkan aku, Koko ..." gadis itu tertunduk dalam perasaan bersalah.
Gadis itu memejamkan matanya, mengingat semua memori apa saja yang ia lakukan tanpa sepengetahuan kekasihnya.
Banyak hal yang gadis itu lakukan dengan seorang pria bersurai cokelat itu, mulai dari belajar bersama, nonton film, kencan di Skytree bahkan hingga bercinta di apartemen itu.
Aku akan menceritakan sebuah kisah terlarangan yang bahkan tak bisa ku ucapkan.
Gadis bersurai raven itu bangkit dari duduknya, ia berjalan ke meja rias.
Menatap barang-barang couple pemberian dari sang kekasih gelapnya.
Aku bertemu dengan pria itu satu setengah tahun lalu,
Tangan kanan Jeje menggenggam secarik kertas tulisan tangan dari Allen.
Seorang pria dengan senyum hangat, dia adalah teman baik dari kekasihku.
Jeje masih menatap kertas itu, entah apa isi yang ada di dalam kertas itu.
Bodohnya, aku jatuh cinta kepadanya. Padahal aku tahu ini adalah sebuah kesalahan! Namun, aku tak bisa menghentikan semua rasa ini.
Gadis itu menatap ke arah jendela kembali, melihat pemandangan kota, air mata gadis itu tiba-tiba merembes begitu saja.
Aku sangat mencintainya walaupun aku tak tahu bagaimana aku harus mengakhiri cinta terlarang ini?!
Love Him - Prolog
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top