zero | begin

⚠ This Fanfic is based from a song from JIMIN BTS ⚠

______________________________________

7 Tahun lalu

Aku berlarian kesana kemari sembari melihat-lihat tanaman di dalam arboretum yang tengah ku kunjungi saat ini.

Hari ini adalah hari aku dan teman-teman sekolah ku melakukan piknik bersama. Aku duduk didepan sebuah bunga yang menurut ku indah dan mulai mewarnainya.

Orang tua ku saat ini sedang sibuk, jadi aku pergi bersama orang tua teman ku. Ku tatap gambar bunga yang ku gambar tadi.

Awalnya aku murung saat melihat gambar ku, namun setelah aki dipuji saat kontes menggambar bunga dan mendengar ucapan orang tua teman ku "(Y/N) sudah besar ya".

Aku merasa diriku cukup keren.

"Tunggu disini ya (Y/N), ibu akan kembali sebentar lagi" ucap guruku kepada ku. Aku hanya menganggukkan kepala mengikuti arahannya.

Ia hanya tersenyum dan mengelus kepala ku lalu berjalan pergi untuk mengurus beberapa hal.

'Menunggunya disini akan cukup lama... Bagaimana jika aku pergi sendiri saja?' batin ku.

Aku pun pergi sembari memegang tali tas ku dan berjalan dengan percaya diri keluar dari arboretum. Kepercayaan diri ku semakin tinggi saat melihat orang-orang menatap diriku.

______________________________________

Aku sudah berjalan cukup lama, aku tak lagi melihat teman-teman ku. Sepertinya mereka sudah pergi dengan ibu mereka.

Aku terus berjalan berharap ada orang yang menemukan ku, namun tidak ada yang menemukan ku bahkan membantu ku.

Aku memandang ke arah langit yang sudah mulai menggelap, setetes air hujan jatuh dihidung ku. Aku langsung menaikan tas ku sampai kepala dan berlari mencari jalan keluar dari arboretum itu.

Kaki ku terasa pegal sekali, tapi aku terus berlari mencari tempat teduh. Iris (E/C) ku tidak melihat sebuah toko maupun tempat yang bisa dijadikan untuk berteduh.

Aku melihat gerbang belakang arboretum dan segera membukanya. Aku melihat sebuah gudang tua, tanpa pikir panjang aku pun langsung masuk kedalam gudang tersebut.

"Halo...? Ada orang...?" tanya ku dengan suara kecil. Gudang itu cukup besar sehingga aku agak takut untuk masuk kedalam.

Sangat gelap didalam sana, aku pun memutuskan untuk masuk lebih dalam ke gudang itu. Aku berjalan melewati banyak ruangan yang sangat kotor dan berdebu.

Click

Aku menolehkan kepala ku saat mendengar suara itu. Aku pun menyusuri lorong demi lorong untuk melihat siapa yang membuat suara tersebut.

Suara itu semakin kuat terdengar ditelinga ku. Namun aku tidak mempercepat langkah kaki ku dan terus berjalan pelan.

Takut akan apa yang akan terjadi pada ku jika aku melakukan sesuatu yang tiba-tiba.

Pandangan ku melihat sebuah ruangan yang minim cahaya. Aku agak tertarik untuk melihat siapa yang ada disana karna sebagian besar ruangan yang ada disana sangat gelap bahkan tidak ada cahaya sedikit pun.

Aku melangkah lebih pelan dari sebelumnya, aku memegang tembok yang ada didepan ku dan bersembunyi dibelakang tembok tersebut.

Aku sedikit memiringkan kepala ku untuk melihat apa yang terjadi didalam. Aku sangat terkejut saat melihatnya, iris (E/C) membesar saking kagetnya.

Seluruh badan ku gemetar saat melihat kejadian itu. Aku terdiam di tempat tidak bisa melakukan apa pun. Aku tidak berani menggerakkan badan ku.

Setelah aku melihat kejadian yang mengejutkan itu, aku pun berlutut dibalik tembok itu dan membungkam telinga ku agar tidak mendengar apa-apa.

Aku tidak menyangka kedua pria tua itu akan keluar dari kamar. Kerah baju ku ditarik olehnya, tas ku tergeletak dilantai yang basah.

Kedua pria tua itu menatap satu sama lain dan menganggukkan kepala mereka. Aku tidak berteriak atau berbicara apa pun. Hanya memejamkan mata. Aku tau jika aku berteriak tidak akan ada yang bisa menemukan ku.

Dan aku bersumpah aku tidak akan pergi ke arboretum itu selama-lamanya.

______________________________________

Sekarang

Aku berhenti menghitung berapa lama aki sudah ada di rumah sakit. Ini yang dilakukan orang-orang saat mereka ingin pergi dari rumah sakit atau memiliki harapan untuk keluar dari rumah sakit.

Aku menatap pohon-pohon dan rumput-rumput dari jendela, pakaian orang-orang, sepertinya tidak cukup lama.

Kira-kira sebulan? Terkadang aku melihat anak-anak seumuran ku yang memakai baju seragam sekolah, namun sekarang itu tidak lagi menimbulkan perasaan khusus.

Semuanya terasa begitu membosankan dan kabur, mungkin pengaruh obatnya? Aku tidak begitu tau.

Tapi hari ini adalah hari yang sangat spesial. Jika bisa, aku akan menulis hari ini di diary! Namun sayang aku tidak menyimpan buku diary.

Dan aku tidak ingin membuat masalah saat menulis hal-hal seperti itu. Mungkin kau bertanya-tanya kenapa hari ini begitu spesial, baiklah aku akan ceritakan.

Pagi itu seorang dokter datang dan masuk kedalam kamar ku. Ia bertanya-tanya kepadaku. "Apakah kau mengingat sesuatu?".

Aku bingung ingin menjawab apa, aku takut jika jawaban ku akan menimbulkan masalah yang lebih besar bagi orang tua ku.

Aku menatap mata dokter itu dengan lekat dan berpura-pura terlihat murung. Aku pun menggelengkan kepalaku dan berkata.

"Aku tidak mengingat apa-apa".

Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya dan menuliskan sesuatu dikertas yang ia bawa tadi. Ia pun berdiri dan menatap diriku.

"Baiklah, jangan lupa minum obat mu, aku pergi sekarang" Dokter itu tersenyum dan berjalan keluar dari kamar ku.

Aku tersenyum sumringah. Pertama kalinya dihidup ku aku berbohong. Seandainya aku mempunyai diary pasti akan ku tulis di diary ku!

Aku tersenyum mengingat kejadian itu dan kembali menatap keluar jendela.

Aku bosan rasanya selalu berada dikasurku. Mungkin aku harus berjalan-jalan disore hari nanti agar menghilangkan rasa bosan ku.

Aku menghela nafas panjang dan merebahkan diriku dikasur. Iris (E/C) ku menatap langit-langit rumah sakit sembari tersenyum tipis.

"Tak apa, beberapa hari atau bulan lagi aku pasti keluar dari sini"

______________________________________

Gimana? :v

Bagus? Makasih:D

Jelek? Aku revisi nanti:D

Next or not?

Kalo mau next VoMent dulu!

200 Comment dan 100 Vote aku langsung up!

Jangan spam coment lho ya:v

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top