Chapter 24 : Moon
Author's PoV
"Uhuk! Uhuk!!"
Selama itu. Aya menahannya selama itu. Sampai Aya berada di kamar mandi, gadis bersurai hitam panjang itu terbatuk-batuk di depan wastafel kamar mandi. Menahan tubuhnya dengan memegang kedua sisi wastafel tersebut. Bahkan gadis itu hampir saja akan memuntahkan isi perutnya karena sudah lama bertahan.
Aroma itu ... darahnya ....
Aya mencengkram baju bagian dadanya. Ia menatap dirinya dengan napas terengah-engah di depan cermin.
"Begitu manis," ucapnya lirih melanjutkan apa yang kata hatinya katakan tadi. Begitu sadar dengan apa yang ia katakan, ia mengacak-acak kacau surai panjangnya.
Aya membuka sedikit mulutnya dan menampakkan dua taring vampir miliknya yang tidak pernah mengisap darah siapapun. Ia menyentuh salah satu taringnya dengan jari telunjuk dan tak sengaja taringnya melukai jari telunjuknya. Mengeluarkan setitik darah segar dari luka kecil itu.
Mata bermanik abu-abu miliknya berubah warna menjadi merah menyala. Sisi vampirnya keluar ketika melihat darahnya sendiri. Ia menjilat darahnya itu, merasakan bahwa darah sangatlah manis dibandingkan dengan minuman manis buatan manusia. Kemudian pikirannya terlintas sosok Angelo yang memiliki darah langka.
"U-ukhh .." Aya berusaha untuk menyadarkan kembali dirinya agar tidak melakukan hal yang ia benci dari vampir. Dan ia pun berhasil. Mata merahnya juga sudah berganti menjadi abu-abu kembali. "Sial."
Aya mencuci muka dan sedikit membasahi rambutnya. Setelah itu ia keluar dari kamar mandi lantai pertama itu dan berjalan ke ruang tamu.
"Dia sudah ke kamarnya?" Aya bertanya pada dirinya sendiri. Kemudian ia tersenyum kecil. "Syukurlah."
Aya berjalan ke kamar tamu yang ditunjuk Angelo sebelumnya. Ia masuk ke sana dan tak lupa membawa tasnya. Ia meletakkan tasnya di salah satu kursi dan berjalan menghampiri jendela kamar. Membuka tirainya untuk melihat langit malam.
"Bulan," Aya melihat bulan di atas langit. Ia menyukai bulan. Terasa menenangkan saat melihat bulan. Namun senyuman kecil Aya memudar kala mengingat sesuatu.
"Aku tak percaya mereka akan kembali ke sekolah. Aku pikir tahun depan," ucap Aya yang berbicara sendiri mengenai sesuatu. Ia memegang dagunya. "Kelas Perak ... Apa mereka akan datang senin ini?"
Aya berjalan ke arah tasnya untuk mengambil sesuatu, yaitu gadget-nya. Ia membuka aplikasi pesan yang biasa menjadi tempat di mana ia berkomunikasi dengan orang yang ia kenal.
"...." Aya menemukan grup chat Kelas Hitam dan melihat ada beberapa notifikasi di dalamnya. Ia pun membacanya.
GRUP KELAS HITAM(7)
Kolera : "Info terkini. Kata Rex, kelas mereka benar-benar akan diadain lagi."
Deolahez : "Ya ampun malas sekali aku bertemu dengan mereka."
Belbe Manis : "Wah, bagus tuh gue jadi pengen minta buatin kue donat lagi."
AlvinaR : "Kolera, pacar lo rajin banget ya ngasih info penting kayak gini ke lo."
Kolera : "BUKAN PACAR GUE!"
Cho Pelhany : "Kok gue jadi males ke sekolah, ya?"
Aya : "Kapan mereka kembali?"
Kolera : "Enggak tahu. Dia cuma bilang gitu ke aku."
Belbe Manis : "Kenapa jadi males ke sekolah, Cho?"
Oly : "Woi. Berisik banget nih grup."
Cho Pelhany : "Lo jangan pura-pura gak tau deh, Bel."
Kolera : "Mau pindah sekolah tapi enggak bisa. Teddy maunya aku pindah sekolah aja."
Belbe Manis : "Tapi asyik kan, kalau kita punya teman cowok vampir? Jadi banyak dapet teman, deh~"
Cho Pelhany : "Serah lo deh, Bel. Gue gak peduli."
AlvinaR : "Kalau gue sih biasa-biasa aja kalau mereka dateng."
Aya : "Sama. Tapi gue gak suka sama mereka."
Belbe Manis : "Kalian berdua kenapa sih kompak mulu? Kalau mereka ada, jadi gedung kelas vampir makin rame deh~"
Deolahez : "Rame buat kacau."
Cho Pelhany : "Perpustakaan sekolah bakal berisik karena salah satu dari mereka juga suka ke perpus baca buku kayak gue."
Belbe Manis : "Dan kayaknya lo sama dia cucok deh~~"
Cho Pelhany : "Ogah amat dah."
Oly meninggalkan grup.
AlvinaR : "Eh, itu kenapa Oly keluar dari grup, ya?"
Cho Pelhany : "Mungkin karena grup ini berisik."
Belbe Manis : "Padahal aku gak berisik kok, cuma ngetik-ngetik doang :p"
Aya mengundang Oly ke grup.
Oly bergabung dalam obrolan.
Aya : "Kalian jangan membahas hal yang gak penting."
AlvinaR : "Wah, ketua kelas udah marah, nih."
Belbe Manis : "Maaf ya, Aya. Gak sadar kalau ini grup yang ada Oly-nya ( ´ ▽ ' )ノ"
Setelah itu, tidak ada notifikasi dari grup kelas mereka lagi.
Aya kemudian dengan iseng sambil bersandar di samping jendela kamar, mencari bekas obrolan pesannya dengan Angelo. Begitu ketemu, ia membuka obrolan itu dan membacanya sebentar. Saat ia meminta Angelo untuk bertemu dengannya di UKS.
Aya tersenyum tipis sendiri. "Pasti dia bingung kenapa aku minta ketemu sama dia di UKS," ujar Aya.
Mengingat-ingat kejadian hari ini di mana Aya masuk ke dalam mobil Angelo dan mendengar Angelo berbicara kepada si sopir. Aya tertawa kecil di dalam kamar tamu itu begitu mengingat semuanya. "Kalau dia tahu aku sebenarnya gak tidur, pasti dia malu banget."
Entah kenapa mengingat Angelo membuat mood-nya kembali naik. Ia senang bisa menjadi teman Angelo. Apalagi jika itu lebih dari sekedar teman.
"Hahh ..." Aya menghela napas. Senyumnya memudar. Sekali lagi, tidak mungkin. Manusia dan vampir tidak akan bisa bersatu dalam hal sebuah cinta lawan jenis.
Dua ibu jari itu menari-nari di atas layar ponsel, sedang mengetikkan sesuatu di sebuah obrolan pesannya dengan Angelo.
Aya : "Angelo Arsyhomarthara."
Setelah mengirim, dengan cepat Aya mengunci layar gadget-nya dan menutup mulutnya dengan benda persegi panjang tersebut. Ia menunggu balasan Angelo dan sedikit tidak tenang jika saja Angelo tidak mau membalasnya atau karena pemuda itu sudah tidur.
Line!
Aya hampir saja menjatuhkan ponselnya jika saja ia belum siap menerima suara notifikasi itu. Ia menyalakan layar ponselnya kembali dan melihat balasan dari Angelo dengan perasaan berdebar.
AngeloAM : "Ya, Kak? Kakak masih belum ngantuk?"
Dia nanya gue belum ngantuk ... Aya merasa senang hanya karena pesan dari Angelo.
Langsung saja Aya membalas dengan cepat. Takutnya Angelo tidak akan membaca pesan selanjutnya lagi setelah ini.
Aya : "Belum ngantuk. Mungkin bentar lagi."
Aya : "Maaf udah ganggu lo. Cuma mastiin lo udah tidur apa belum."
"Bener gak?" tanya Aya kepada dirinya sendiri dengan cemas, kalau-kalau pesannya ini aneh dimata Angelo. Dan Aya langsung membaca pesan balasan lagi dari adik kelasnya itu.
AngeloAM : "Gak pa-pa, Kak. Aku akan tidur sesudah ini. (^_^)"
"Oh, sudah ngantuk," kata Aya tersenyum kecil membaca pesan balasan Angelo.
Aya : "Yaudah. Selamat tidur, Angelo Arsyhomarthara :)"
Tidak ada balasan lagi dari Angelo. Aya berpikir, mungkin Angelo langsung tidur setelah membaca pesan terakhirnya itu. Tapi itu tidak masalah. Yang penting, pemuda itu menerima pesannya.
Aya mengunci layar ponselnya dan kembali menghadap jendela. Mata abu-abu itu memandang lagi bulan pada tengah malam yang sunyi. Ia menutup matanya, mengharapkan sesuatu di dalam hatinya. Dirinya tak beranjak di sana, tidak tidur hanya untuk memuja sang malam dan melindungi Angelo.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top