Nyx

Nyx. Hidupnya terbelenggu dalam malam. Bagai tahanan, setiap malam harus meringkuk di sudut ruangan sembari bergetar. Teriakan yang tak ia tahu asalnya selalu menggema. Kadang, kekehan terdengar di sela teriakan itu.

Dirinya lelah. Tak ada malam seperti yang orang lain bilang. Malam sunyi dengan binatang nokturnal yang akan mengadakan konser kecil-kecilan.

Putus asa, ia pasrah. Tak ada penyelamatnya di sini. Tak ada yang akan menyadari kehadirannya. Bahkan, kedua orangtuanya abai akan dirinya.

Hingga, sebuah cahaya masuk ke sela kamarnya.

Tuhan mengirim seseorang untuknya.

Sky, namanya seterang langit siang. Pemuda ramah yang setiap malam akan menyusup ke kamarnya lewat jendela.

Menghibur Nyx kala kesedihan kembali menelannya. Senyum pemuda yang dikirim Tuhan mencerahkan hidup Nyx. Tawa Sky, menghancurkan belenggunya. Suara Sky, menyadarkannya dari segala fatamorgana.

Ia ... merasa hidup.

Selama 17 tahun, baru kali ini Nyx merasakan perasaan macam ini. Cinta, ia jatuh cinta akan Sky. Langit siang yang biasanya tak bisa ia jangkau.

Karena ia ibaratnya adalah sang malam.

Namun, semua mimpi indah harus berakhir. Sky harus pergi kala Nyx sedang sayang-sayangnya akan diri Sky.

"Jangan pergi!" cegah Nyx kala itu, dengan linangan air mata di atas pipi putihnya dan matanya yang mulai membengkak. Sky tersenyum lirih, ia tak bisa meninggalkan Nyx, tetapi ia harus. Inilah takdir mereka.

"Kutunggu dikau disetiap pergantian matahari dan bulan, Nyx." Usai mengatakan itu, Sky memudar. Ia menghilang di gelap malam. Terang terselimut kelam, dan itulah Sky sekarang.

Tak ada lagi sang langit cerah milik Nyx, hanya ada belenggu yang mulai menahannya kembali.

Nasib sang malam dan langit selalu seperti ini, dan Nyx harus menerima kenyataannya. Pertemuan mereka secepat cerita dongeng disney, Nyx dan Sky tak pernah ditakdirkan bersama.

TAMAT

A/N : Iya, ini cermin lagi. Permisi.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top