Flashback 2
Maaf.....,aku buat ini gak ada sangkut pautnya sama cerita sebelumnnya
Hum aku punya pengalaman dan itu bukan sepenuhnya aku yang ngalamin
Hehe karna Riku sering sakit-sakitan//sama ke aku pas masih kecil
Jadi mungkin cerita ini nyambung sama kisah Riku hehe😁
Dulu aku juga sering sakit pernapasan tapi bukan asma cuma sering sesak aja.
Dan itu membuatku sering ketinggalan pelajaran
aku gak punya kakak tapi ku nyambungin aja sama cerita TennRiku.
Jaa!, happy reading Mina!
__________________________________
Anak Crimson itu menatap ke jendela melihat para anak-anak sekolah yang baru pulang sekolah.
Perasaan...,aku juga ingin seperti mereka!,bercengkrama ria dengan teman-temannya.
Namun dengan kondisinya dia hanya bisa duduk di rumah, salah-salah saat ia keluar dia malah kambuh dan itu akan merepotkan yang lainnya.
Dia tidak ingin merepotkan orang lain,dia juga ingin bisa membantu orang-orang di dekatnya.
Cklek
Riku melihat ke arah sumber suara terlihat kakaknya yang tersenyum ke arahnya.
Kakaknya satu-satunya teman yang dia punya ibu dan ayahnya sibuk bekerja untuk bertahan hidup dan menafkahkan mereka.
Terkadang Riku merasa iri dengan kakaknya
Sosok sempurna,pintar dan bisa di andalkan.
Semua orang sangat menyukainya,berbeda dengan Riku yang di cap sebagai anak merepotkan.
(Haha agak berlebihan ya di bagian ini😔)
"Bagaimana keadaanmu?"tanya kakaknya
Riku memberi senyuman hangat ke arah kakaknya
"Aku sudah baikkan Tenn-nii"
Nanase Tenn,atau biasa di panggil Tenn adalah kakak Riku.
"Begitu ya?"Tenn mendekati Riku dan tersenyum ke arahnya
"Kau sedang apa Riku?"tanyanya
"Aku juga ingin sekolah"ujar Riku menatap Tenn yang mengerutkan alisnya
"Tidak boleh!"ujar Tenn tegas
"Kenapa?"tanya Riku dengan nada dan tatapan memelas
"Dengan kondisimu yang seperti ini!?"tanyanya kembali menatap adiknya itu lekat
"Aku bisa menjaga diri Tenn-nii!"ujar Riku percaya diri
Tenn tersenyum kemudain mengelus lembut kepala Riku.
"Iya iya nanti kalo kondisi Riku udah baik nanti Riku boleh sekolah"ujar Tenn tersenyum lembut ke arah Riku.
"Uhm!,Riku akan menjaga kesehatan Riku,biar gak gampang sakit!"jujur gw juga ngomong gini ke ortu kalo di semangatin aku juga gak mau kalah semangat!.
Beberapa hari di lewati akhirnya Riku sudah boleh bersekolah,di sekolah Riku tidak terlalu bisa bersosialisasi dengan orang baru tapi dia berusaha untuk mendapatkan teman.
"Kamu kenapa baru masuk?"tanya seorang siswa kepada Riku,di awal semester Riku masih belom bisa masuk karna setiap kali ia ingin sekolah dia malah keluar masuk rumah sakit.
"Ah!,aku baru bisa sekolah sekarang aku harap aku bisa berteman baik dengan kalian"ujar Riku tersenyum ke arah murid tersebut
Hanya kata 'Owh'yang di lontarkan murid tersebut kemudian para murid sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Ada yang membeli jajan sebelum masuk,ada juga yang berbincang dna bermain dengan teman-teman lainnya,ada yang piket,dan juga ada yang ngerjain PR di sekolah(haha kalo di kelasku ini orang di cap Legen tugas di rumah di kerjakan di sekolah wah,prok prok prok//tepok tangan)
"Riku keluar yuk"ujar Tenn menggandeng tangan Riku menuju ke luar
Melihat ke sekeliling sekolah
Ia berhenti di deoan pohon murbey(gini bukan tulisannya?)
Tenn menaruh tangannya di kedua sisi pohon tersebut,berusaha menggoyangkan pohon tersebut.
Merasa putus asa ia mencoba untuk naik ke atas pohon tersebut.
"Tenn-nii hati-hati nanti jatuh"ujar Riku mengigatkan Tenn.
Hampir terpeleset namun ia berhasil mempertahankan keseimbangannya.
Tenn mencoba meraih buah murbey yang berada paling dekat dengannya dan menaruh di sakunya.
Setelah di rasa cukup,Tenn kembali turun namun.....
"Ini turunnya gimana ya?"ujar Tenn,wkwk bisa naik gak bisa turun kek temenku aja kau!
Kekehan kecil terdengar dari Riku,dia melihat ke arah kanan dan kiri.
"Kak!"ujar Riku melihat kakak kelas yang kebetulan berada di dekatnya
"Iya dek ada apa?"tanya kakak tersebut
"Tenn-nii nyangkut di atas pohon bisa tolong turunin?"pohon itu sebenarnya tidak terlalu tinggi bahkan orang dewasa pun bisa menyamai tinggi pohon tersebut.
Kakak itu melihat ke arah Tenn dan geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah adik kelasnya.
"Bentar ya!"Kakak itu ngulurin tangan, Tenn yang mengerti maksud dari itu mencoba mendekatkan dirinya ke arah kakak tersebut
"Hup!,nah hati-hati ya lain kali"ujar kakak tersebut kami mengguk dan kembali ke kelas karna sebentar lagi bel masuk akan berbunyi
Teng Teng Teng
(aku lupa kalo tiga kali itu artinya masuk,kalo dua kali itu kalo gak salah istirahat,kalo empat kali itu pulang//kalo gak salah)
"Pesss Riku"Tenn sedikit menyenggol bangku Riku yang berada di depannya.
"Mau?"ujarnya menjulurkan tanganya yang di sana terdapat buah murbey.
"Terimakasih"
"Sama-sama"pelajaran di mulai,tanpa sadar waktu istirahatpun telah tiba,Ten terlebih dahulu keluar dari kelas untuk membeli jajan tidak baik biasanya warung di sana pada rame dan itu sangat pengap dan gerah sehingga Tenn memutuskan agar pergi sendiri.
Awalnya semua biasa saja sampai seorang siswa mendekati Riku.
"Hoi!,minta pensil dong pensilku habisnih"ujar anak tersebut
"Tapi pensilku cuma satu"Riku menunjukkan kotak pensilnya di sana ada satu buah pensil,penhapus,peruncing,dan juga penggaris.
"Tu ada pensil minjem ya!?"ujar anak tersebut tersenyum jahil.
"Eh!,jangan kalo di ambil ananti Riku nulis pake apa?"tanya Riku dengan nada memelas
"Dih nadanya pake di imut imutin lagi,kan kamu bisa pinjem ke kakakmu?,memang dia gak punya pensil cadangan"ujarnya
"Lah!?,kamu memang gak punya pensil cadangan?,ngomongin orang situ sendiri gak punya pensilkan?!"ujar Riku dengan polosnya
"Wah mau main-mainnih anak"ujarnya
Riku yang mendengar kata main hanya mangguk karna dia berpikir bahwa dia akan di ajak bermainbersama,yang bermaksud baik.
"Weh mau dia"ujar murid lainnya
Anak itu mengambil buku tugas Riku dan melemparnya ke anak lain yang sudah bersiaga di sana.
"Hei!,kembaliin!"Saat Riku mendekati anak yang sedang memegang bukunya,anak itu melempar kembali ke anak yang jaraknya lumayan jauh
"Tangkep!"
"Hehe sini ambil kalo bisa!"ujar anak tersebut hal itu terus terjadi berulang-ulang,aku masih binggung cara ngurus anak kek gitu.
"Kembaliin ....hah....hah"karna sedari tadi Riku berlari agar bisa lebih cepat mendapatkannya namun itu semua tidak berhasil.
Sampai waktunya jam masuk,Tenn membawa beberapa makanan.
"Maaf lama ya Riku"ujar Tenn menberikan pesanan Riku.
"Hah....uhm!,tidak papa"saat ini sedang jamkos keributan terjadi di kelassalah satu murid mengendap-endap ke bawah kursi Riku mengikat tali tasnya ke kursi.
Kan ada biasanya itu kalo tas gendong kek tali yang buat nyesuain tasnya mau di tinggiin pas make apa kurangin gitu.
"Khi khi"
"Kamu ngapain!?"tanya Tenn menatap anak tersebut curiga
"Ah engak kok"anak itu pergi
Setelah jam pelajaran terakhir selesai kini waktunya para murid pulang,selesai merapikan buku
Riku mulai memakai tasnya namun.
Tasnya tersangkut di kursi itu membuatnya di tertawakkan oleh murid-murid lainnya.
Sementara Ten. Memandang tajam ke arah seseorang murid yang dia yakini penyebeb itu.
Riku melepas tali tersebut dan kemudian beranjak pulang.
"Riku tunggu!!"Tenn menyusul Riku yang sudah terlebih dahulu pergi dari kelas.
Keesokkan paginya Riku sedang berjalan di koridor hendak pergi ke kelas namun di hadang oleh tiga orang murid yang satu berbadan tinggi,yang satu lagi berbadan besar dan yang satu lagi sepertinya jagoan di sini.
"Hee?,siapa ini pagi-pagi nyelonong wae lewat sini?"ujar anak berpakean bak preman pasar tersebut//kek bajunya di keluarin pokonya kek jagoan gitu(kalo di kelaskumah begitu?)
Kemudian si pira tinggi itu mendekati Riku.
"Weh lagi sendiri aja nih ya?,kakamu kemana?"walau mulut berucap seperti orang biasa namun tangan nyelonong mengambil uang di saku baju Riku.
"Hei balikkin!,memang kalian gak punya uangkah?"tanya Riku ketiga orang itu menyeringai dan mendekat ke arah Riku.
"Kau tau kalo lewat sini terutama pagi harus bayar terlebih dahulu?"ujar si jagoan tersebut.
"Bomat!(bodo amat!) Balikin duitku!"ujar Riku menjoba meraih duitnya tersebut.
"Heee ayo ambil aja kalo bisa"si pria tinggi tersebut menjulurkan tanggannya yang membawa uang Riku itu ke atas,karna perbedaan tinggi Riku kesusahhan untuk mengambilnya.
"Balikkin gak!?"
"Ya ambil sini"ujar orang tersebut dengan nada meledek.
"Cih dasar lemah!"ujar si berbadan besar kemudian mendorong Riku hingga terjatuh.
"Oy itu kasar tapi aku suka hahaha"mereka bertiga tertawa mendengarnya.
"Hiii"Riku berusaha menyerang mereka namun pria tinggi tersebut mengangkat badan kecil Riku.
"Wah kamu ringan banget ternyata kalo di banting pasti seru!"ujar anak berbadan tinggi tersebut,Riku masih berusaha melawan walau tau itu percuma.
"Jangan lag bro nanti kita di panggil ke ruangan kapsek nanti"
"Hei kalian lepaskan adikku"Tenn melesat dan memukul wajah si jagoan tersebut kemudian memandang dua lainnya.
"Lepasin Riku!"karna takut mereka semua kabur meninggalkan anak kembar itu sendirian di lorong.
"Riku kau baik-baik saja?"tanya Tenn
Riku hanya mengguk dan mereka memasukki kelas.
Di kelas terlihat tiga pemuda tersebut sedang berbisik dengan murid lainnya.
"Dasar!,ngaduan ternyata ya anakanya itu"ujar seorang cewe kemudian memandang ke arah Riku.
"Astaga dia bisa jadi mulut ember nih orang,mentang mentang ada kakanya ye!"ujar murid lainnya memandang ke arah yang sama.
"Iya yah,males banget deh temenan sama dia"yosh ni cewe kalo dah dapet informasi cepet banget buat kesebar
Tenn menggenggam tangan Riku dengan kuat seolah menahan amarah.
"Apaan itu orang kok ngaduan dih!,gangu aja pergi lo dasar pengadu"di kelasku dulu ngaduan itu malah bagus!,karna biasanya mereka yang paling di andalkan di saat para murid lelaki perang satu sama lain si tukang ngadu itulah yang gercep.
"Hadeh sudahlah kalian kok malah berantem ginisih?!,hah...."ujar sang murid berkacamata yang pangkatnya adalah ketua kelas di kelas tersebut.
"Lu taukan biasanya anak ngaduan itu ya begitu sukanya ngadu aja kalo ada apa-apa sok sok nyari perhatian"ni mulut sapa dah gw lakban sini!!
"Kalian-"Ten melihat ke arah adiknya yang nampaknya memikirkan semua perkataan mereka
"Riku....."ini tidak baik terlalu banyak beban pikiran bisa membuatnya kambuh Tenn berpikir kau harus begaimana?!,itulah yang ada di pikiran Tenn saat ini
__________________________________
To Be Continue
Huaaaah,akhirnya selesai juga!
Maaf ya jika ceritanya malah bertambah gaje yosh ini karna aku ingin membuat cerita Riku pas masih kecil.
Aku kangen membuat cerita yang membosankan dan Gaje ini!?
(╥﹏╥) Kenapa sif kita berbeda aku jadi pelangak-plongok ngak jelas
Jujur aku orangnya gak pede dan juga suka gugup(yang mengakibatkan aku menjadi sosok Ceroboh),jadi aku kurang mudah bersosialisasi
Jaa~silakan beri pendapat kalian ya! Bye bye!
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top