Prolog
This prolog is SPECIAL about Lena and Ferdi.
[Author P.O.V]
Lena dan Ferdi adalah dua tokoh dengan karakter yang berlawanan. Lena adalah gadis dengan perangai baik, namun ia lugu dan hampir terjerumus ke dalam yang namanya pacaran. Sedangkan Ferdi adalah lelaki dengan perangai buruk, namun ia alim. Bisa dikatakan bahwa ia lebih alim dan aktif dibanding Lena. Tapi bagaimanapun juga, sebenarnya ia baik dan care pada Lena.
Hingga pada suatu hari, Lena dan Ferdi bertemu kembali setelah sekian lama di SMA Harapan Bangsa. Mereka berbeda kelas, tetapi mereka selalu berada dalam ekskul yang sama, seperti OSN dan rohis. Entah mengapa, apa mereka memang jodoh bisa ketemu di situ atau Ferdi yang ikut-ikutan Lena, si gadis hijabers itu.
Tiba-tiba Lena mendapat pesan dari sebuah nomor telepon 12 angka yang tidak dikenal, pada saat ia beristirahat di kamarnya. Wajar saja, ini hari Sabtu, dan sekolahnya pun libur karena sekarang ini sekolahnya memakai sistem full day school, jadi mereka hanya sekolah di hari Senin-Jumat selama seminggu, sedangkan Sabtu dan Minggu siswa belajar di rumah.
Kira-kira inilah isi pesan dari orang itu dalam bentuk SMS (short message service):
From
0857-1483-xxxx
Assalamu'alaikum Lena.
Lena pun terkejut, siapa yang tiba-tiba mengiriminya pesan berisi salam itu. Bahkan ia kenal pada gadis ini. Langsung saja gadis itu membalas,
To
0857-1483-xxxx
Wa'alaikumussalam, ada apa? Ini siapa ya?
Belum semenit pun, langsung ada balasan lagi:
From
0857-1483-xxxx
Aku Ferdi. Bisakah kita bertemu sekarang?
Oh My God! Ternyata yang mengiriminya pesan itu Ferdi. "MasyaAllah Ferdi! Cowok macam apa kau ini, langsung minta ketemuan begitu," pikir Lena.
To
0857-1483-xxxx
Maaf ya Ferdi. Aku sedang sibuk. Aku tidak punya waktu untuk orang yang bukan mahram sepertimu.
Ada balasan lagi yang masuk ke hp-nya Lena.
From
0857-1483-xxxx
Please, Lena. Ini benar-benar penting. Kita ketemu di taman kota, habis Ashar. Oke? Serius. Jika aku ngomong hal yang tidak penting denganmu, kau bisa mengabaikanku selamanya.
Lena pun tidak tega dengan apa yang Ferdi ketik di balasan sms itu. Akhirnya ia pun menyetujui permintaan dari Ferdi.
To
0857-1483-xxxx
Baiklah. Habis Ashar. Tidak pakai ngaret, oke?
Tanpa balasan dari Ferdi, pasti lelaki itu mengerti bahwa Lena itu orangnya disiplin. Akhirnya mereka sepakat untuk bertemu.
———————————————————
Di sebuah taman kota, mereka memutuskan untuk bertemu sehabis Ashar. Tentu saja Lena tidak ingin berlama-lama berduaan dengan Ferdi, karena itu bisa menimbulkan nafsu syahwat, katanya.
"Hai Lena, apa kabar? Makasih sudah menyempatkan diri untuk bertemu denganku," ujar Ferdi ketika membuka pembicaraan empat mata dengan Lena.
"Baik, sama-sama. Bukankah kau yang lebih sibuk dibanding aku?" balas Lena.
"Jangan khawatir lah. Aku tidak sesibuk itu kok. Ada satu hal yang ingin aku beritahukan padamu. Eh tidak sih," jawab Ferdi.
"Apa itu? Kirain kita bahas hal yang penting," ujar Lena dengan fake smile nya.
"Ini juga termasuk penting. Karena kau tidak tahu betul siapa aku sebenarnya padahal aku tahu betul siapa kau," jawab lelaki itu lagi.
"Memangnya kau itu siapa? Apa jangan-jangan kau itu bukan manusia? Hanya bertingkah seperti manusia? Begitu?" Lena mulai kebingungan.
"Aku... seharusnya sudah tidak ada di dunia ini," ujar Ferdi lirih.
"A-apa? Kenapa kau bicara seperti itu? Apa kau sedang hilang akal?" kata Lena.
"Tidak. Sebenarnya aku harusnya mati, tapi aku masih diberi kesempatan untuk hidup karena sebuah perjanjian," ujar lelaki itu lagi.
"Mati? Tapi kau hidup? Perjanjian? Ya Allah, kau itu kenapa? Bisa kau jelaskan lebih rinci? Aku tidak mengerti sama sekali." Gadis itu makin kebingungan dengan apa saja yang Ferdi jelaskan padanya.
"Aku waktu itu mengalami kecelakaan maut pada saat aku dan keluargaku naik mobil untuk pergi berwisata ke luar kota. Jadi sebenarnya keluarga aku sudah meninggal, hanya aku dan sepupuku yang masih hidup karena suatu perjanjian."
"Innalillahi wa inna ilaihi ro'jiun. Tapi, perjanjian apa yang kau jalani saat ini?"
"Aku harus................"
.
.
.
.
.
Penasaran dengan perjanjian yang Ferdi sepakati dengan orang misterius sebelum ia diputuskan untuk hidup lagi di dunia ini? Wait and stay tune yeah? Semoga banyak yang suka :)) Oke, bubye!
P.S. NEXT UPDATED EVERY SATURDAY!
Mind to Vote and Comment? With pleasure.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top