13 - Plot Twist
"Sang ayah lalu menyesal telah berpura-pura mati karena gagal melihat ... atau mengklaim bahwa anak kandungnya menjadi putri kerajaan–calon penerus takhta."
"Lalu?"
"Masih mau ada lanjutannya?" Afra kini tengkurap, dengan kedua kakinya menekuk dan bergerak santai. "Sang ayah berharap bisa membuktikan pada kerajaan bahwa beliau adalah ayah kandungnya. Namun, beliau mengubur harapan itu. Ibu tiri dan dua saudari saja dihukum padahal mereka serumah. Apalagi beliau yang kabur? Ah, lelaki. Memang hobi cari selir."
"Diam!" Ardi meninju Afra. Adiknya itu langsung mengaduh.
"Aku ralat! Maksudnya, sekalinya lelaki yang hobi cari cewek—ah, udah, udah, ampun, Bang!"
Ardi kembali meninju Afra sekali lagi, tak peduli jarak usia mereka sepuluh tahun.
"Tapi, bukannya Cinderella menyaksikan langsung kematian ayahnya?" Ivy menginterupsi. "Gimana ayahnya bisa lepas tanggung jawab dengan cara kabur?"
Semuanya hening.
"Afra ini sangat hobi memelintir kisah, ya." Ven geleng-geleng kepala sambil tersenyum. "Kamu mau jadi penulis?"
"Emoh, ah. Nanti jadi kayak Tare."
Aku pula dia bawa-bawa.
"Aku lebih suka asbun di antara orang-orang yang memahamiku," lanjut Afra.
"Okelah, dasar gen alpha."
"Ven, kamu hampir tiga abad lebih muda dariku."
Aku menyimak saja keributan itu, dengan Ivy yang duduk tenang di sebelahku sambil memejam. Dia pasti sudah khatam dengan kelakuan para bocah masa depan itu.
"Mungkin aja cerita Cinderella sudah makin banyak variasinya di masa depan," komentarku.
"Ah, ya. Dari pertama filmnya ada, itu sudah variasi dari versi aslinya," sahut Ivy.
Kami lanjut diam dan menyimak.
Aneh, aku merasa perjalanan kali ini sangat tenang.
[until next chapter]
****
Tema: Buat ending cerita Cinderella di mana sang ayah ternyata selama ini masih hidup.
Ga disuruh tulis ceritanya kan? Yang penting ending ceritanya ganti.
Bks, 13/4/2026
zzztare
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top