Chapter 2

"Akhirnya selesai sudah persiapan tuk melaut,"seru Darw yang terasa lelah setelah menata banyak barang untuk melaut.

"Tinggal meminta izin kepada Paman dan Ibu lalu pergi menaungi laut."seru kedua Darw.

Tak lama Darw telah tiba dirumahnya dan telah terlihat di taman rumah terdapat seorang wanita paruh baya dan seorang lelaki gagah tetapi telah beruban, ya itu adalah ibu dan paman seorang Darw Rayl.

"Ibu dan Paman aku ingin minta izin untuk melaut ke laut selatan."detak jantung Darw tak bisa dikendalikannya menanti jawaban dari Paman dan Ibunya.

"Memangnya kamu mau apa pergi kesana? Untuk mencari Ayahmu?"Siofra mulai menintrogasi Darw.

"Jika ada monster siren bagaimana?kamu mau meninggalkan ibumu ini?Apa kamu tidak memikirkan resiko untuk pergi kesana?" beberapa pertanyaan keluar dari mulut Siofra, seperti ibu lainnya, ia selalu mencemaskan anaknya.

"Biarkan saja dia pergi Siofra, toh juga dia telah dewasa, bisa menjaga dirinya sendiri,"ucap Tuts, paman Darw memihak kepada Darw.

"Tapi bagaimana kalau dia diculik monster penaung laut itu? Oh ayolah Tuts, banyak resiko yang bisa ia dapatkan,"ucap Siofra tak mau kalah.

"Apa kamu tidak percaya pada anakmu yang telah dewasa ini Siofra?"tanya Tuts yang berhasil membuat Siofra Terdiam dan memasang ekpresi kesal.

"Paman handalanku hahaha"ucap Darw yang senang telah diizinkan untuk melaut.

"Ya sudah, aku melaut dulu. Doakan biar dapat menangkap siren ya."candaan Darw yang garing haha.

Dengan cepat Darw melesat dan tanpa basa-basi ia langsung mengemudikan kapalnya.

Mungkin kebanyakan orang menggangap bahwa menjadi pelaut itu sangat menyenangkan tapi di balik kesenangan tersebut ada rasa letih karena telah berdiri diantara laut beberapa hari.

Sudah tujuh hari Darw berdiri diantara laut dan pada hari ke-7 lah ia telah sampai pada tujuannya, laut selatan.

Banyak rumor mengatakan bahwa laut selatan merupakan laut yang menjadi kawasan kerajaan siren karena terdapat banyak korban yang telah hilang di laut selatan, ada yang bilang juga bahwa laut selatan adalah tempat tinggal ikan-ikan purba dan itu lah tujuan utama Darw, mencari ikan purba.

Tanpa banyak basa-basi Darw langsung mengambil jaring ikan yang telah dia siapkan.

Dalam hitungan ke tiga Darw sempurna meletakkan jaringnya diatas permukaan laut.

Anehnya dengan cepat ikan berkumpul di jaring Darw tanpa menunggu lama. ada berbagai ikan, seperti ikan tuna, ikan kakap, ikan hiu, ikan lele dan masih banyak lagi. Dengan senang hati Darw melempar jaringnya lagi.

"Hei kamu! Jangan mencuri tangkapan ku dong!"ucap seseorang yang tak terlihat batang hidungnya.

"Siapa yang berbicara? Keluar dari persembunyiaanmu."tegas Darw yang sebenarnya takut.

"Sudah pencuri, buta lagi. Lihat aku disini!"ucap seorang itu lagi dan tak lama percikkan air melesat cepat ke arah Darw.

Darw melotot sempurna saat melihat seorang, ah bukan seorang melainkan sesosok siren yang muncul di permukaan laut. Sekarang Darw benar benar tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.

"Apa kau penculik yang sudah buta di tambah tuli? Hei! Ayolah keluarkan hasil tangkapanku," ucap siren tersebut.

"A--apa kau siren?"tanya Darw yang masih ketakutan.

"Siren? Monster penaung laut itu? Apa kau menyangka kalau aku siren? Hahaha polos sekali kamu."tawa siren itu yang tak bisa berhenti membuat Darw memasang muka ketusnya.

"Cepat naik ke kapalku atau tak akan ku kembalikan ikan-ikan ini padamu"ketus Darw.

Seorang itu dengan cepat menaiki kapal milik Darw setelah melepas ekor siren kw itu. Tapi bukan hanya satu orang, tetapi tiga orang sekaligus, dua lelaki dan 1 perempuan dan yang dilihat oleh Darw hanya satu perempuan saja.

"Hey, siapa kalian?!" kaget Darw sambil menuding dua lelaki yang bersama dengan perempuan yang ia lihat.

"Perkenalkan kita adalah A---"

"Hai bahariwan, kemari datang bersamaku
Ku beri kenikmatan tak terduga
Kau akan jatuh ke dunia khayalan bersamaku
Lalu kau akan hilang tanpa satu pun yang tahu."Suara nyanyian datang memotong bicara satu lelaki yang ingin menjelaskan siapa mereka.

"Siren!"serempak mereka kaget mendengar nyanyian itu.

Seperti sulap mereka hilang bersamaan bersama kapal Darw.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top