21

Pukul 18:00 WIB

Cafe cogan

Manda dan Rihaz sedang meneduh dibawah cafe sambil meminum teh dan susu hangat serta tak lupa makanan

"Gua sayang dia kok ; dia gak sayang sama gua, gimana caranya agar doi gua itu peka gitu loh" ucap kesal Manda

"Yaa lu harus kode lebih keras lah man, lu si cuma kasih kode yang kayak gitu kan dablek" jawab rihaz dengan mendelik tajam

"Kurang apalagi coba kode gua?"

"; gak mungkin dia pura pura gak peka kali, WAKAKAK" ucap enteng Rihaz, Mandapun mendelik tajam

"Udah pernah dicipok sama miper belum?"

"Sayangnya gua gak mau gimana dong?"

"Najis gk usah modus manggil gua S A Y A N G deh haz"

"Heh! Masih normal kali aing, kalo seandainya gua lesbian gua juga milih milih, gak orang kayak lu yeee "

"Jadi lu pengen lesbi? Astatank lu? Ber- istigfarlah wahai anak adam, sesungguhnya Allah akan mengampuni dosamu"

"Apasi lu gaje! Mentang mentang D O I gak peka jadi begininih, Gila again"

"Apasi haz, lu mah bikin mood gua turun lagi. Lu tau gak si? sedari tadi tuh gua kasih topik untuk ngalihin otak gua, tapi lu-nya kayak gitu ya sudahlah aing nyerah"

"Ehh ohh, makanya kalo mau ngalihin topik itu bilang bilang, jangan mendadak kayak doi  dateng ngajak kenalan deket dejet deket ehhh lama lama ninggalin"

"Lu curhat?"

"Gak gua macul man"

"Oh"

"Astagfirullah, kayaknya setiap gua ngobrol sama lu dosa gua berkurang ya hm"

"Ya iyalah dosa lu berkurang deket gua mah, yang tiap menit lu ngucapin astagfirullah, Allahuakbar, alhamdulillah serta lainnya" balas Rihaz dengan watados, mandapun menatap Rihaz dengan datar

"Bodo haz bodo, kapan lu mati? Udah ada deadlinenya dari malaikat maut?"

"Seribu tahun lagi katanya man, masih lama lah yaaa"

"Gila"

"Lu"

"Autis"

"Lu"

"Bego"

"Lu"

"Enyahlah kau Haz!"

"Bacot"

"Ehh hujannya udah berhenti tuh" ucap rihaz dengan tatapan sedih "padahal gua harap hujannya 2 jam lagi, malah gk sesuai harapan"

"Kadang apa yang kita harapkan itu gak sesuai dengan harapan kita, soo lu harus sabar" balas Manda dengan senyum sambil menatap jendela luar

"Najis curhat, dah yuk pulang" ajak Rihaz, Mandapun menganggukan kepalanya tanda ia menyetujui perkataan Rihaz

Tak lupa mereka membayar makanan dan miniman mereka masing masing dengan cara berpisah

"Ehh gua aja yang bayar, lu tinggal ngisi bensin gua aja WAKAKAK"

"Da-sar te-men e-mang su-ka kayak gi-tu"

"Udah sono lu ngambil mobil man, gua tunggu didepan pintu"

"Hm"

Drabble write by Putrizram

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top