16
Harapan Semu
Mataku menatap nanar ke arah pemandangan kota di bawah sana. Hiruk pikuk kota terlihat pada setiap sudut mataku. Aku menghembuskan nafas kesal. Hanya satu yang ada dalam pikiranku: kecewa.
Tiga tahun aku mengenalnya, dia selalu membuatku tersenyum, tertawa, dan melupakan masalahku sejenak.
Tiga tahun aku mengenalnya, dia selalu berada disisiku. Tak sekalipun meninggalkanku sendirian di tengah keramaian ataupun kesepian.
Tiga tahun aku mengenalnya, dia selalu mengatakan bahwa aku satu-satunya yang dia sayangi. Dia bahkan telah berjanji akan melamarku di musim panas pertama. Namun, tiga tahun aku mengenalnya, dia mengingkari semua perkataannya; dia selalu menganggap diriku hanyalah angin lalu.
Dan hari ini, dia akan menikahi wanita yang dicintai. Hari ini juga, harapanku hilang, semua masa depan yang cerah sirna. Mimpi-mimpi yang sudah kurangkai, hilang tak berbekas. Aku tersenyum tipis, menatap pada pemandangan kota di bawahku. Sedetik kemudian, tubuhku jatuh bersama angin. Bersama semua harapan semu.
Drabble write by yasminneda
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top