_PROLOG_

Siang ini setelah pulang kampus, aku akan pergi ke SMA ku dulu. SMAN 1 Cimahi, sekolahku yang penuh dengan kenangan indah. Bilang saja seperti itu, walaupun di dalamnya tidak semua manis.

Bangunan yang kokoh ini menjadi saksi bisu aku pernah sekolah disana. Bercanda tawa dengan sahabat-sahabatku. Belajar dengan guru-guru yang berbeda sifat. Ah, aku rindu segalanya. Tali persahabatan yang erat, yang selalu terjaga harus terpisah jarak karena pilihan masing-masing. Cukup menyayat hati, tapi semua yang telah kita ukir akan menjadi sejarah nanti seiring bertambahnya usia. Hanya tinggal menyimpannya dengan baik didalam memori.

Aku sampai lupa dengan tujuanku kemari untuk menemui guru-guru terlebih dahulu. Aku sudah menyiapkan hampers untuk mereka. Walaupun tak seberapa dengan jasa mereka, tapi kuharap mereka akan tersenyum menerimanya.

Oh iya, aku kemari tak sendirian saja. Aku kemari bersama Faiza, dia ikut karena bosan di rumah dan ingin mencari udara segar. Padahal aku tahu jika dia tidak mau mengerjakan tugas kuliah yang rumit. Saat dia melihat mobilku Faiza sungguh terkejut karena penuh hampers, dia jadi malu jika tidak membawa apapun ke sekolah. Akhirnya sebelum kita berdua ke sekolah mampir dulu ke mall untuk membeli buah tangan. Alhasil mobilku menjadi tambah penuh.

"Aisya?" sapa Bu Mila saat berpapasan di depan pintu ruang guru.

"Iya ibu," ucapku sambil mengangguk.

"Ya Allah Nak, makin cantik saja kau ini. Dengan siapa kau kemari?" aku sedikit bergeser agar ibu bisa melihat keberadaan Faiza.

"Faiza si gadis riweuh! Ya Allah Neng, meni lawas tilawas, kamana wae? (Ya Allah Neng, sampai gaada kabar, kemana aja?)" ucapnya sambil memeluk Faiza.

"Hehehe ada aja Bu di kampus," jawabnya sambil cengengesan.

"Bu, guru-guru semua ada?" tanya Aisya.

"Ada kok ada. Masuk aja, lagi pada istirahat,"

"Oh iya Bu, ada yang bisa bantuin Aisya sama Faiza ngambil barang di mobil ga ya bu? Soalnya lumayan banyak hehe,"

"Ih kamu mah suka repot-repot. Kayaknya di staf lagi pada nyantai. Kita ajak aja," ucap Bu Milla sambil mengarahkan kita menuju ruang STAF.

Ini yang membuat setiap murid Bu Milla dekat dengan beliau. Bu Milla yang kalem dan asyik dalam berbicara membuat murid seperti dengan teman jika mengobrol dengan Bu Milla. Walaupun begitu, setiap anak selalu menghargai beliau sebagai guru.

"Pak, bantuin saya turunin barang yuk!"

"Okey Bu." beberapa karyawan muda yang sedang bersantai mengikuti langkah Bu Milla karena yang lainnya sedang mengurusi pekerjaan mereka masing-masing.

Barang bawaan kami di bawa ke ruang guru dan disimpan di setiap meja guru. Guru-guru yang mendapatkannya sangat antusias melihatnya dan berterimakasih. Syukurlah walaupun kita berdua hanya membawa sedikit tapi semoga saja bermanfaat.

"Saya ga dikasih?" seorang laki-laki muda menghampiriku.

"Masih ada kayaknya di mobil, mari diambil," Aku membawanya ke mobilku sendiri karena Faiza yang sedang asyik mengobrol dengan guru-guru di dalam.

"Makasih ya," ucapnya.

"Iya sama-sama," lalu hening diantara kita.

"Apa kabar?" ia mencoba mencari topik pembicaraan.

"Alhamdulillah baik,"

"Syukurlah kalau begitu,"

"Iya. Aku ke dalam dulu ya," aku tak mungkin memperpanjang pembicaraan kita. Apalagi dia yang pernah mempermalukanku di depan satu sekolah. Ah sudahlah tak perlu di bahas.

Tak terasa, waktu sudah menjelang sore dan aku harus kembali ke rumah agar tidak terlalu malam pulangnya. Apalagi harus mengantarkan Faiza pulang terlebih dahulu.

Setelah selesai membersihkan badan, ditemani secangkir coffe latte dan gemerencik air hujan aku akan menceritakan pada kalian kisah sederhanaku saat di SMA. Mungkin sebagian kisahku ini kalian juga mengalaminya.








Hallo readers...
Semoga kalian suka ya dengan cerita aku yang baru...


SELAMAT MEMBACA!!


Classical_Clover

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top