02. Give Up

Summary:

"Hanya ada aku tidak ada yang namanya kita."

02. Menyerah

***

.・。.・゜✭・.・✫・゜・。.

"(Y/n)-san, terkadang saya merasa bersyukur orang sepertimu masuk ke sekolah Aoba Johsai."

Pujian dari seorang guru pembimbing Osis memuji (Y/n) yang telah berhasil merekap semua pengeluaran keuangan Osis dengan cepat.

Yah, semua ini dilakukannya karena sedang tidak ada kegiatan lain alias gabut tidak tahu harus melakukan kegiatan apa ketika dia insomnia tadi malam.

"Terima kasih, kalau begitu saya sampai di sini," pamit (Y/n) membungkuk dan melangkah pergi dari ruang guru.

Memang kerjanya sangat cepat, itu adalah hasil dari begadang berlebihan karena terlalu banyaknya pikiran negatif. Salahkan Oikawa Tooru yang tak henti-henti berkelebatan di pikirannya.

Oikawa kemarin tumben sekali berbicara dengannya, padahalkan kemarin-kemarinnya sifatnya ke (Y/n) seperti orang yang tidak saling kenal.

Ini tentang Oikawa, loh!

Oikawa Tooru yang belum pernah menyapa (Y/n) dengan sapaan panjang! Oikawa yang cinta mati sama voli! Oikawa yang kekanak-kanakkan! Oikawa yang duduk di sebelah bangku kita para readers dengan perantaraan (Y/n)! Oikawa Jamet kesayangannya Author!

Kenapa Oikawa harus repot-repot menukar bolpoin (Y/n) dengan bolpoin yang baru? Apalagi dengan alasan 'Terlanjur nyaman' lagi!

Cewek mana yang gak baper? Kenalin ke sini gih, itu hati apa bijih damaskus, keras banget.

Sayangnya, hal sekecil itu berhasil membuat (Y/n) benar-benar tak bisa tidur dengan nyenyak, sehingga dia terpaksa mengerjakan tugas Osis yang harusnya selesai dalam waktu seminggu.

Begadang berlebihan seperti itu membuat (Y/n) kekurangan tidur dan merasa sangat mengantuk.

Yah, mari maklumi hal ini.

"Apa pelajaran berikutnya, ya?" tanya (Y/n) bergumam pelan sambil mengusap matanya setengah mengantuk.

"Sastra Jepang," jawab Oikawa yang tiba-tiba ada di sebelah (Y/n).

Deg!

Jantung (Y/n) hampir tidak berfungsi dengan baik karena rasa terkejutnya dengan Oikawa Tooru yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.

"Kau membuatku terkejut tahu," keluh (Y/n) mengusap dadanya.

Baru saja dipikirkan, orang narsisisme ini sudah nongol aja di sampingnya.

Panjang umur, masnya?

"Teehee~ ah, (Y/n)-chan, aku melihat kerut hitam di bawah matamu. Apa itu karena kau kelelahan?" tanya Oikawa.

Rata-rata gadis yang menyukai Oikawa akan merona atas perhatian yang laki-laki itu berikan, tapi tidak dengan (Y/n) yang merasa pasrah dengan perasaannya.

(Y/n) ingin cepat move on dari setter kebanggaan Aoba Johsai ini agar bisa lebih berkonsentrasi kepada cita-citanya.

"Kalau iya memangnya kenapa? Tidak ada urusannya denganmu 'kan?" jawab (Y/n) dengan spontan yang terlintas di kepalanya.

Tepat sasaran, perkataan (Y/n) benar-benar cukup untuk membuat Oikawa terbungkam.

Ini lebih baik, mari lepas dari perasaan melelahkan ini.

(Y/n) melangkah kakinya kembali ke kelas.

"Ah, Oikawa-san! Hai, dari mana saja kau? Aku menunggumu dari tadi tahu!" seorang gadis berambut pendek hitam langsung menggandeng lengan Oikawa dengan erat.

Gadis itu menatap (Y/n) dengan pandangan yang mengatakan, "Oikawa milik gue! Pelakor mending pergi sebelum gue geprek bareng sambel ijo."

Ya benar, Oikawa sudah memiliki seorang gadis. (Y/n) tidak boleh lebih dekat lagi dengan Oikawa selebih dari ini, waktunya untuk bekerja lebih keras melupakan dengan serius si Jamet penggila Voli ini.

oO°Oo

"Hoaam ...."

Menguap yang ke sekian kalinya, (Y/n) mengantuk tapi mencoba melakukan terbaik untuk menyimak pelajaran sastra yang membosankan.

Alhasil tak ada 10 menit, (Y/n) sudah tertidur dengan pulas di mejanya. Dia benar-benar lelah harus mengerjakan banyak hal yang ada di luar batasnya.

Mata Oikawa tak sengaja menatap (Y/n) yang tertidur pulas di sampingnya.

Gadis yang belakangan ini mencuri perhatiannya sedang tertidur pulas di sebelahnya, rasa kuat ingin melindungi tubuh mungil yang kelelahan itu membuat tangan Oikawa bergerak sendiri meraih ujung rambut (Y/n) yang terlihat lembut dan wangi.

"Apa yang kau lakukan sampai kelelahan seperti ini?" bisik Oikawa sedikit menyentuh pipi (Y/n).

(Y/n) tak menjawab, dia terlalu lelah dengan semua tugasnya di lingkaran Osis yang terlalu dipaksakannya untuk selesai, sehingga membuat kesadarannya benar-benar hilang.

Menatap wajah lelap (Y/n) memberi perasaan tenang yang damai dalam dada Oikawa. Dia memang sudah lama melupakan perasaan ini, namun perasaan ini secara ajaib kembali muncul lagi memberi kehangatan kepada setter itu sekali lagi, dan bahkan mengingatkan Oikawa tentang betapa indahnya masa-masa kecilnya bersama (Y/n) dan Iwaizumi.

Oikawa terbungkam selama beberapa saat sambil menatap wajah (Y/n) dengan dalam.

"Jika aku mendekatimu lagi, apakah reaksimu akan sebaik dulu?" tanya Oikawa sambil membelai lembut pipi (Y/n).

oO°Oo

(Y/n) terbangun saat bel sekolah berdering, dia benar-benar terkejut bisa-bisanya siswa teladan sepertinya tertidur pulas saat jam pelajaran.

"Yo, (Y/n)-chan, apakah tidurmu nyenyak?" sapa Oikawa tersenyum melambai kepada (Y/n) yang baru kembali dari kesadarannya.

"...."

(Y/n) terdiam, dia berusaha mencerna sapaan dari Oikawa.

"...kau melihatku tidur?" tanya (Y/n).

"Tentu saja, kau kelihatan tidur pulas loh! Iya 'kan, Iwa-chan?" Oikawa menoleh ke arah Iwaizumi yang sedang sibuk membereskan barang-barangnya.

"Ya, kami sempat khawatir dengan jarimu yang diplester, Oikawa hampir salah paham kau berlatih menjadi setter voli," jelas Iwaizumi sedikit menatap aneh Oikawa.

"Ap- ada apa dengan tatapan itu? Aku tidak melakukan apapun kali ini!" Oikawa memekik setengah keberatan dengan tatapan yang Iwaizumi berikan kepadanya.

"H-haa ... ini hanya tergores karena terlalu banyak memegang pena." (Y/n) memiringkan kepalanya menatap jari-jarinya lalu menoleh ke arah Iwaizumi.

Jadi Iwaizumi juga tahu kalau (Y/n) baru saja tertidur 'kan?

Oh tidak ....

Bagaimana cara (Y/n) keluar dari situasi memalukan ini? Apakah teman-teman yang lainnya menatap (Y/n) saat tidur tadi? (Y/n) harus bagaimana? Bagaimana dengan predikatnya sebagai anggota Osis nanti?!

"Ahaha ... yabee, aku sama sekali tidak sadar kalau sedang tidur," ucap (Y/n) menutup wajahnya dengan kedua tangannya menahan malu.

"Eh? Pantas saja (Y/n)-chan tertidur dengan pulas sekali," ucap Oikawa tersenyum dengan sedikit niatan menggoda (Y/n).

"D-diamlah! Berpura-puralah tidak melihatnya kau mengerti?!"

Sialnya (Y/n) benar-benar malu dan tak bisa menahan wajahnya yang memerah.

"Tentu saja tidak, tada–! Aku telah memotret (Y/n) loh," pamer Oikawa menujukkan ponselnya.

"Aaa! Tidak, tolong hapus, Oikawa-san! Tidak-tidaak." (Y/n) mencoba merebut ponsel Oikawa tapi Oikawa langsung mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Oikawa-san, bawa ponselmu turun," pinta (Y/n) yang berusaha menggapai-gapai ponsel Oikawa.

"Mana bisa~ —Akh! Ittai yo Iwa-chan!" kepala Oikawa digebuk oleh Iwaizumi.

"Hah, aku benar-benar minta maaf (Y/n)-san, aku akan menghajar orang ini, jangan khawatir tentang fotomu, aku akan memaksanya menghapusnya," tenang Iwaizumi sambil menatap bengis ke arah Oikawa.

oO°Oo

Entah bagaimana itu, Oikawa dan Iwaizumi memutuskan ke halte bersama dengan (Y/n). Rumah mereka memang se komplek, tapi bukankah duo setter dan ace volley ball ini memiliki rutinitas di sekolah sebagai VCB andalan Aoba Johsai?

"Anoo ... kalian tidak ekstra voli?" tanya (Y/n) yang ada di tengah-tengah antara Iwaizumi dan Oikawa, mereka berjalan beriringan menuju halte.

Jujur saja, berada di tengah-tengah orang bertinggi 184 cm dan 179 cm membuat (Y/n) mati gaya karena tinggi badannya yang sangat jauh dari mereka.

Berapa tinggi (Y/n)?
150 cm.

"Hari senin kami libur," jawab Iwaizumi.

"Jangan khawatir (Y/n)-chan—Ah, rasanya sudah lama sekali, ya! Kita sudah lama tidak berjalan bersama, bagaimana jika kita mampir ke suatu tempat?" tawar Oikawa.

"Kau benar, ini sudah lama sekali," setuju Iwaizumi.

Hari itu mereka bertiga mampir kebanyak tempat dan menghabiskan banyak waktu bersama.

Rasanya sudah lama sekali bagi (Y/n) tidak bersama dengan mereka, (Y/n) beberapa kali tersenyum senang bersama dengan Iwaizumi dan Oikawa.

oO°Oo
TBC
1132 words

Waah, maaf lambat banget ya upnya, aku sedang ada di dimensi terkenal bagi penulis. Yaitu kehabisan ide ≥﹏≤

Agak gajelas juga ini cerita, aku hbis di tagih owner tadi siang:'v

Tolong dukung terus aku, ya!
Berikan vote dan komen membangun
(♡˙︶˙♡)
____________________________________
Publish in March 22, 2021

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top