Chapter 4 : Trick
Kau menunggu (b/fn)-senpai di kantin. Ya biasanya kalian makan bersama di kantin, dengan Keiji pula. Itu pun kalau Keiji tidak menerima latihan tambahan Bokuto.
'Bokuto itu orangnya sangat kelebihan stamina.' Pikirmu dalam hati.
"Yo (f/n)." Sapa (b/fn).
"Tumben baru datang, kelamaan tahu."
"Gomen, tadi ada sedikit urusan." katanya.
"Daripada kita hanya berbicara, lebih baik kita memesan makanan dan minuman sebelum kehabisan." Katamu sambil menunjuk kerumunan orang, yang saling berdorongan demi memesan makanan.
"Hehe iya." (B/fn) sedikit speechless saat melihatnya.
****
TING TONG
Tak terasa jam istirahat telah selesai. Untung saja kalian bisa memesan makanan dan minuman, walaupun harus membuang banyak tenaga (?).
"Oh ya, (f/n) kita selidiki rumah itu sebentar ya, nanti aku bantuin kamu. Kamu bawa handycam kan?" Tanya (b/fn).
"Tenang saja aku membawanya kok." Katamu tersenyum simpul.
****
Entah kenapa menurutmu waktu berlalu begitu cepat. Kau pun segera memasukkan buku-buku dan alat tulis ke tas.
Bel pulang sudah berbunyi. Artinya kau harus pergi ke rumah itu bukan??.
"(F/n) kau duluan pergi saja ya, soalnya ada sesuatu yang harus kuurus." Kata (b/fn) yang entah darimana muncul di belakangmu.
"BAKA!!." Katamu yang tanpa sengaja memukul kepala senpaimu ini.
"Hidoi! Kenapa kau memukulku?" Tanya senpaimu ini yang masih memegang kepalanya.
"Habisnya, jantungku hampir copot."
"Gomen, nah seperti yang kubilang tadi kamu duluan saja. Nanti aku menyusul."
"Eh kenapa?" Tanyamu.
"Ada urusan, tapi tidak akan lama kok." Katanya sambil tersenyum simpul.
"Oklah."
****
Berjalan sendirian itu sangat tidak menyenangkan. Biasanya pulang bersama Keiji, tapi entah kemana dia pergi dan berada.
Kau pun membuka tas, kemudian mencari handphonemu.
'Aneh kok handphoneku tidak ada ya?' Batin (f/n).
Tidak dihiraukan, kau melanjutkan berjalan menuju rumah yang dituju. Yang anehnya, rumah tersebut tidak berada di jalan yang sepi. Malahan rumah itu, sering dilewati kendaraan.
****
"Dimana dia?" Gumam Keiji pelan.
Salahnya sendiri juga yang membuat (f/n) pulang duluan. Sehabis diceramahi Bokuto waktu jam istirahat, karena toss yang diberikan Keiji buruk semua, mood Keiji benar-benar buruk hari ini.
Keiji mengambil handphone dari saku celananya karena bergetar, Keiji melihat 1 pesan masuk dari (f/n).
From : (F/n)
To : Keiji
Keiji, aku sekarang berada di rumah kosong itu, tidak apa-apa akan kuselidiki sendiri kalau kau tidak ingin membantu.
Mata Keiji membulat, dengan sangat cepat dia berlari keluar sekolah mengabaikan Bokuto yang memanggilnya di belakang.
Ok aku merasa chapter ini agak dipaksa (?). Dan juga tidak terasa deadlinenya sudah nggak lama lagi, maka cerita ini harus segera diselesaikan.
Akan diusahakan agar aku bisa update 2 chapter lagi hari ini.
Minggu 23 Oktober 2016
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top