Prolog

"Chemistry itu tumbuh sendiri; alamiah. Seperti rumput liar. 'benar?" Arkanino bertanya.

"No. No." Shalu memberi gelengan tegas. "Chemistry itu diciptakan; dibentuk. Seperti taman." 

"Kalau gitu...," Arkhan mengawankan kalimat. "Coba bilang, bagaimana caranya..."

Shalu menuntut tak sabaran, "Apa?"

"Caranya...." Kali ini Arkhan mengerling jail. Lalu membiarkan matanya jalan-jalan malam di tubuh gemuk Shalu. Ia mengulang dalam tawa tertahan, "Caranya menciptakan chemistry dengan kingkong?"

"What? Ubun-ubun kamu pernah ditancepin hak sepatu belum?"


Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top