Commit Suicide

By: YamadaSachiro

TIGA TANTANGAN
DUA KONTESTAN
SATU PERMAINAN
YANG TERKUAT DIKABULKAN PERMINTAAN
MERASAKAN MANISNYA KEMATIAN

PERKENALKAN
NAMAKU EMILY CHAN
HOST YANG MEMANDU PERTANDINGAN
TIDAK DISARANKAN MENIRU ADEGAN YANG DITAYANGKAN
SEMUA SUDAH DIPERHITUNGKAN TERMASUK CIDERA KEKERASAN BESERTA TRAUMA KEJIWAAN
PESERTA SUDAH DIBERI PERINGATAN DAN MENANDATANGANI SURAT PERNYATAAN

KOMPETISI TERUS DILANJUTKAN KECUALI TERPENUHI SUATU PERSYARATAN

APA MASIH PERLU DIBICARAKAN MENGINGAT MEREKA SUDAH MENYINGKIRKAN RATUSAN SAINGAN!!! 😏😏😏

PARK JIMIN DAN KANG SEUL GI
SELAMAT DATANG DI BABAK PENENTUAN
"COMMIT SUICIDE"
Dua anak manusia berjalan beriringan. Memakai seragam putih serta borgol nan melingkar indah pada kaki pula tangan. Satu laki-laki sedangkan lainnya perempuan. Memiliki kemampuan sepadan jadi mesti ditempa ujian.
Tahap permulaan, kesempatan tepat membincangkan alasan. Pengaruhi musuh agar berubah pikiran. Dengan begitu, jelaslah siapa yang teguh pendirian. Tekad mengakhiri butuh diperjuangkan.
Bagi pecundang bakal mendapat kejutan. Elektroda yang terpasang, kuat mengalirkan sengatan. Besar aliran listrik cukup merusak beberapa organ. Kelemahan lebih buruk dari kebinasaan. Setengah jam waktu kalian!!!
Silahkan duduk di kursi yang disiapkan!!!
Satu menit telah dilewatkan. Pangeran imut yang pertama mengambil tindakan. Puppy eye dipancarkan, jemari halus lembutnya digerakkan. Menggenggam tangan guna memohon pengertian. Berharap rival sejenak mendengarkan.
Menjelaskan bahwa masyarakat salah penilaian. Memang benar berstatus pewaris tunggal group kenamaan. Tidak pernah kekurangan sebab bergelimang kekayaan.
Tapi adakah oknum yang memperdulikan?
Setidaknya, sekali bertanya perihal kebahagiaan?
Pahitnya keadaaan!!! Pemuda bersurai hitam selalu dibawah tekanan. Ayah mengatur pergaulan, perkuliahan hingga percintaan. Menuruti sebagai wujud pengabdian. Namun pemimpin keluarga jauh dari kepuasan. Senantiasa menyalahkan anak karena tidak sesuai level yang distandarkan.
Berbeda lagi dengan bunda yang sakit-sakitan. Menolak dirawat paramedis andalan. Hanya mau ditemani buah hati yang dilahirkan. Setiap menit sumpah serapah diucapkan. Putus asa akibat pengobatan tak sama sekali menyembuhkan. Kepala nyaris pecah dihantam cobaan. Si lugu kesana-kemari mencari sandaran. Berdoa agar kawan bersedia mengulurkan bantuan.
Malang, sahabat kompak menyebut adanya keperluan. Tangis duka pun berjatuhan.
Sangat ketara, para bedebah tersebut sebatas memanfaatkan. Rupanya, uang gagal membeli ketulusan. Dia terjebak dalam lingkaran setan. Putera Park berhasrat secepatnya bertemu Tuhan. Kebetulan hanya Puteri Kang yang sanggup menyelesaikan.
Bualan menyebabkan kantuk tak tertahan. Membuka dan menutup bibir mungil nya perlahan kemudian menarik lengan.
Betapa menyedihkan makhluk di depan!!!
Gadis berparas tegas menampilkan seringai menakutkan. Meregangkan badan lalu mengujar penyesalan. Andai masa mampu diputar berjanji takkan mengulangi kesalahan.
Owwww. Hasil diluar perkiraan!!!
Nona dikenai hukuman. Tegangan terus dinaikkan sampai tubuh mengejang serta barisan gigi putih begemertakan.
Beberapa bulir darah menetes dari hidung mancung menawan. Namun tak sekalipun timbul keluhan.
Pemandangan teramat menyeramkan hingga lelaki melepas pengalir setrum tanpa pertimbangan. Jari tidak bercacat gosong kecoklatan tetapi nyeri teralihkan karena kesadaran pahlawan yang diutamakan.
Seul Gi siuman beberapa saat kemudian. Mulai muak meresapi perhatian. Reflek mendorong pejantan. Jimin meminta maaf atas perilaku yang melampaui batasan.
Tidak tersisa tempat untuk belas kasihan. Berakhir sudah keburuntungan.
Ronde KEDUA wajib jadi PEMENANG BUKANNYA KORBAN.
Ayo tambah keseruan. Berbagi pengalaman memperdalam wawasan. Banyak pelajaran berharga yang tidak diajarkan di bangku sekolahan. Sebagai contoh...
Perumpamaan yang kerap didengungkan
“Kegagalan merupakan awal dari kesuksesan.”
Baik Kang Seul Gi maupun Park Jimin melaksanakan serangkaian percobaan. Malang, belum mencapai keberhasilan.
Kemungkinan surga atau neraka menolak kedatangan. Bumi cocok dihuni para bajingan. Tunjukkan seberapa besar kepantasan. Malaikat penjemput ajal perlu diyakinkan.
Juara dikelilingi kejayaan sementara penantang meneguk malu tak terkirakan plus dihadiahi ganjaran. Berinteraksi langsung dengan sumber ketakutan. Percayalah, kekhawatiran menjelma kenyataan. Menghancurkan luar dan dalam secara menyakitkan. Sengaja mengundang pengukir depresi kesayangan... Mereka ahli menanamkan siksaan tak terlupakan.
Hahahahaha
Hahahahaha
Hahahahaha
1 jam diberikan jadi jangan salah menetapkan keputusan.
Membayangkan kembali ke istana sudah membikin pria gemetaran. Orang tua mustahil memaafkan. Apalagi keturunan kabur tanpa pemberitahuan. Jerit kesakitan beserta instruksi memicu panik berkepanjangan.
Kemudian wanita tangguh melepas atasan. Jimin sukar memfokuskan. Wajar, dada seteru memang menggairahkan tapi puluhan jejas menghias tak beraturan. Lengan dalam dipenuhi sayatan. Vena kedua ekstermitas tertutup jahitan. Perut rata menonjolkan tiga tikaman serta leher jenjang bernoda biru jeratan. Bungkam pun membuka tabir kebenaran.
Kang Seul Gi menggunakan segala metode berdasar kejadian ataupun bacaan. Mengiris pembuluh besar hingga cairan merah bercucuran, mencoba narkoba semua varian sampai busa merembes di bibir tepian. Mengikat batang tenggorokan namun masih lega jalan pernafasan. Yang terekstream menghujam berkali tusukan tapi dokter berhasil membangunkan.
Sialan, jatuh dari ketinggian juga terserempet kereta api berdampak luka ringan.
Apa sebenarnya kehendak Tuhan?
Ketika kecil sudah dicampakkan di panti asuhan. Berteman juga menuai bullyan. Fasih sebaya melontarkan “Anak Hasil Perzinahan.”
Kalimat begitu kejam apalagi pembully berusia belasan. Saat semua diadopsi oleh family mapan tertinggal cewek berponi tebal sendirian. Nasib sebagai buangan. Mencari pekerjaan terkendala pendidikan. Mengantar narkotik lalu dibekuk kepolisian. Menjual badan dan disewa klien yang mengidap kecanduan kekerasan.
Dapatkah seseorang menjabarkan sisi positif yang mencerahkan? Jika tidak, tutup pembahasan dan akui keunggulan!!!!
Direspon melalui tundukan.
Jimin terkulai sarat kelumpuhan. Appa-Eomma menghampiri bersamaan. Makin lama makin keras gelengan. Dia keberatan dibawa ke kediaman. Diseret lah tanpa perasaan. Cengkraman Tuan Park begitu hebat sampai memanjang robekan. Nyonya Park juga mengatakan umpatan memekakkan. Selanjutnya masuk sebuah ruangan. Yang berbunyi hanyalah erangan kesesakan.
Kang Seul Gi tersenyum meremehkan. Gampang sekali ditahlukkan. Naluri kurang terpuaskan. Bolak balik menggedor pintu akibat kelamaan.
Bapak dan ibu paruh baya itu ga punya kerjaan???
Dungu sekali menerapkan pemaksaan. Lebih efektif, Ambil pistol lalu arahkan.
Tidak!!! Takdir jejaka biar dia yang putuskan. Tak perlu repot mencurahkan petuah kebijakan. Baiknya, wali mendekam di kuburan selanjutnya wariskan seluruh kekayaan.
Keringat dingin disertai raut pasi masih dipertontonkan. Alhasil celana ikut kebasahan. Aroma pesing bertebaran. Seul Gi berbaik hati meminjamkan. Jaket tebal dapat mengurangi sekaligus menyembunyikan simbol ketidakberdayaan.
Jimin tidak bergeming dari peraduan. Memancing kemarahan sampai busana penghangat dilemparkan. Selanjutnya menindih jasmani enemy lalu menyarahkan. Bila pudar keseriusan, alangkah cerdasnya mengundurkan diri dari persaingan atau pecahkan otak di luaran.
DASAR KOTORAN MENYEBALKAN!!!
Hanya butiran lara menggantikan jawaban. Berusaha bangun dan mengesampingkan moment barusan.
Usai part berkasih-kasihan. Tibalah chapter final yang dinantikan. Kami memanggilnya “Kesaksian.”
Tehnik main disederhanakan.Tinggal pilih tombol untuk ditekan. Ya atau tidak disuguhkan. Pertanyaan tertera di selebaran. Dilarang mengatakan dan pencet sesuai kemauan.
Ending imbang tidak diperbolehkan. Ketahuilah, terlibat persekongkolan berarti Pendaftar siap tersedot peliknya persoalan.
Team kami telah menyiapkan situasi  mengenaskan. 3000 persen lebih buruk dari kali terakhir ditinggalkan. Kontes berjalan sebulan maka faham betul sebaik apa panitia menata penindasan.
Kemalangan tidak terelakkan. Antara stop atau lanjutkan? Kepada pemuda-pemudi dipasrahkan. 5400 detik cukup kan? Buat putaran terakhir kian menegangkan.
Pengecut terlalu dini menyimpulkan. He press the knob duluan. Seul Gi lagi-lagi menertawakan. Sekarang bukan tanding kecepatan. Tiada guna mempraktekkan ketangkasan. Baiklah, jikalau hal tersebut didambakan. Berlarian, menggoda keamanan hingga rebahan sampai kurang sedetik tenggat yang ditetapkan, ia baru memukul keras benda dihadapan.
Teramat sangat mengecewakan!!! Yang dulunya saling mengalahkan justru mengutas kesamaan pemikiran. Kemudian dihibahkan satu peluang keemasan. Remake jawaban atau.....
Kang Seul Gi mengacungkan telunjuk kanan. Tiba-tiba penasaran idenditasku a.k.a EMILY CHAN.
Barang tentu dirahasiakan. Jati diri tidak ada hubungan. Kemudian Park Ji Min menebar ancaman. Berdua setuju mengurungkan. Otomatis penyelenggara menanggung kerugian. Donatur jelas mencabut sumbangan. Bukankah materi juga mengisi peranan?
Kang dan Park telah mengeliminasi berbagai halangan. Sangat menarik dijadikan tontonan maka EMILY CHAN wajib berujar kejujuran sebab program survival ini dipertaruhkan.
Penembakan yang ku perintahkan. Namun sejoli justru bergandengan tangan.
Menjijikkan,
MEREKA LEBIH PANTAS DIPANGGIL PENJAHAT PEMERASAN DARIPADA PENEGAK KEBAIKAN!!!
Aku pun mematikan alat komunikasi yang dipasangkan. Obrolan berikut dikhususkan. Seul Gi serta Jimin belaka yang memperoleh keterangan.
Tiada yang diistimewakan. Diriku ini prototipe kecanggihan. Diprogram melalui chip yang disematkan.
Minus perasaan maksimal kekuasaan. Terminator kekejaman yang bertingkah sesuai suruhan. Adakah lagi yang perlu ditanyakan karena kalian tidak berhak mencampuri urusan.
Rupanya bocah virtual bisa plin-plan. Bilang kaku namun menolak digali kepribadian. Pion bergantian mengatakan candaan. Mungkinkah si kecil mengendalikan Pembunuhan???
Kakak-kakak yang budiman. Jabarkan faedah dari menghina ciptaan? Bukankah keterlaluan... Menyia-nyiakan karunia yang jarang dianugerahkan? Koreksi EMILY CHAN apabila khilaf yang disampaikan?
Baik trah kaya juga generasi miskin mengecap ketidakadilan. Kasta, gender serta fisik menjadi bahan olokan. Psikis rusak parah dihempas segunung beban. Acara kami takkan disiarkan jikalau pendukung tidak berkenan.
INGAT, SIAPA YANG MENYETUJUI DENGAN MIMIK KEPUTUSASAAN?
MENGEMIS DAN TERUS MENGIBA DIPERTEMUKAN RIPPER YANG MENGAGUMKAN?
SAMPAH MASYARAKAT YANG SUKAR DIMUSNAHKAN!!!
SADARI POSISI KALIAN!!!
WAHAI PENYEBAR POLUSI MENYUSAHKAN!!
Mudah menalangi kompensasi yang dikumpulkan. Lagipula group milyader bakal terus merekrut orang kepercayaan. Mereka mengumpulkan gelandangan yang lelah dengan kemunafikan.
Haloooo, tanah tempatmu berpijak didesign berlandaskan penjajahan.
Siapa yang bisa menebak penerus kami di hari kemudian?
Potensial lebih kejam juga tak mengenal pengampunan tetapi hal tersebut yang dihasratkan.
Terima kasih atas kerjasama selama perlombaan. Demikian klarifikasi yang dituturkan. Commit Suicide dihentikan berkat kesepakatan. Gerbang sudah dibukakan.
“Best Luck” bagi kalian. Setelah bebas bakal diteror kebenaran.
Syukurlah, ratio bunuh diri mengalami penurunan meskipun tak signifikan.
Topik yang lebih crusial adalah mengatasi penyelenggara sekaligus penggemar perjudian. Orang yang menuntut kematian bagai kuda pacuan. Sungguh menyenangkan kala dipermainkan.
Katakan, bagaimana mengatasi permasalahan???
Wafat sebelum saatnya menyalahi suratan maka senang hati menegok eonny dan oppa ku melakukan penebusan.
SAMPAI JUMPA DI LAIN KESEMPATAN.
Mereka menyombong belajar dari jagoan. Apakah ini bentuk baru  kebohongan. Siapa yang mempercayai omong kosong tawanan?
Selanjutnya mendiskusikan detail permainan. Guru mendidik tentang kepekaan. Semua orang sibuk menelaah putusan tanpa mengamati akar permasalahan. Alibi dipandang pembelaan lalu bagaimana bila aspek tersebut menuntun pada opsi penuntasan. Jimin yang bergelimang harta saja didera penderitaan apalagi kaum dibawah garis kemiskinan. Keterbukaan memperlebar pemakluman. Rasa syukur mengikis kedengkian. Trauma dapat dipulihkan asal sensitif pada lingkungan sambil mengusir bersama kesendirian. Semua insan diciptakan dengan kesetaraan. Kesedihan yang diceritakan akan melebur sebagian sementara kebahagiaan yang dibagikan bakal dilipat gandakan. Merangkul pengidap cidera kebatinan serta berkonsultasi dengan psikologi sepanjang masa kegawatan. Memang tidak menjamin kesembuhan namun menggambarkan kemurnian pertolongan.
Mendadak EMILY CHAN disergap ketenangan. Lupa!!! ITU EFEK CERAMAH KEAGAMAAN. Lalu bagaimana dengan pasien gangguan jiwa tahunan??? Mereka tetap menyimpan hasrat bunuh diri dan tidak menyerah walau menerima pengobatan berkelanjutan.
Kemudian sopir ambulance wanita sedikit menyampaikan bahwa ia familiar dengan punishment kejutan.
Terapi kejut atau elektro convulsi therapy dipakai untuk menekan memory buruk yang dominan. Aliran listrik yang memadai memacu neuron untuk membenamkan dan kenangan baik yang disisakan. Tidak dianjurkan dipraktekkan pada pasien sembarangan namun Seul Gi menelan kelegaan. Setidaknya pernah merasakan kebajikan, misalnya Dokter cantik Irene yang menjembatani pekerjaan. Walau gaji tak  melunasi segala kebutuhan. Masih bisa dipakai makan juga menyewa kontrakan. Bright Line yang maha pencipta janjikan. Sepadan lah dengan terhenyaknya seluruh badan.
Kisah yang mengharukan. Haruskah aku berdiri sambil bertepuk tangan???
Prematur sekali merayakan menimbang mayoritas penyandang stress mental tidak masuk daftar pencatatan. Jumlah kasus bunuh diri yang tercover juga belum keseluruhan. Laksana Fenomena Gunung Es yang sewaktu-waktu meruntuhkan.
Menanggapi problematika tersebut membutuhkan pendekatan. Setelah mendekap sesama juga mensosialisasikan senjata ampuh melawan kepedihan. Sejak dahulu air mata diperkenalkan. Identik dengan kaum hawa yang perlu perlindungan sekaligus menyimpan keajaiban. Kala Jimin dan orang tua dipertemukan. Sebenarnya yang membesarkan tak mengeluarkan bentakan. Mereka malah berlutut mengusap pipi mochi sang kebanggaan. Menangislah bila kesulitan mengungkapkan. Kadar maskulin takkan rontok walau seperenolnya. Semua akibat salah asuhan lalu memercikkan amoniak demi mengurangi kecurigaan. Stigma harus dipatahkan, juga disertai memupuk keberanian melaporkan. Sanak atau kolega yang bunuh diri dianggap sebagai aib memalukan. Padahal pengabaian mempengaruhi gagasan. Seseorang yang melihat langsung, mengenal bahkan sekilas membaca proses Suicide terdorong menuju keminatan. Entah disebabkan menarik atensi ataupun bermaksud menyerahkan kehidupan. Terbukti dengan Kang Seul Gi yang berusaha mendemonstrasikan seusai memperoleh percontohan. Penyintas akan menyisir golongan potensial sambil  meminta informasi dari rumah sakit berikut kepolisian. Pendokumentasian penting dalam upaya pencegahan sekaligus pengukur indeks keberhasilan.
Strategi yang lumayan. Tetapi drastis perbedaan antara ucapan dan tindakan. Marilah obrolkan sikap keras kepala berlebihan. Mari berpura-pura EMILY CHAN tetap berpegang pada pendirian selanjutnya apa yang kakak sampaikan???
Kompak berujar “Mengiyakan” setelah berdialog dengan survivor yang bertahan. Beri satu peluang untuk membuktikan adanya kebaikan di masa depan. Melalui berbagai tahapan namun masih berprinsip tewas memutus keperihan maka Jimin akan berkisah tentang penglihatan. Sejak kecil berpendapat bahwa indigo nya merupakan kutukan. Namun semakin kesini beralih sebagai keberkahan. Ia kerap dihantui arwah penasaran. Mereka berusaha mengkomunikasikan. Hasrat hidup yang mustahil terwujudkan. Apalagi tersangka bunuh diri berparas rusak dan tidak menyiratkan kegembiraan. Kemudian Seul Gi menambahkan bagaimanapun pemaksaan percuma jika belum digariskan. Buang-buang waktu, uang, tenaga serta gengsi terutama. Gagal bunuh diri berkali-kali tuh rasanya gimannaaa...
MENGHINAKAN TAPI KENYATAAN.
Saat selembar kertas putih bertuliskan “Apakah kamu mengijinkan lawan mengakhiri kehidupan?” maka “Ya” sebagai sahutan. Respon belum berada di tanda titik tetapi koma disandingkan. Dunia lebih berwarna setelah melawan satu demi satu ujian.
BUKAN BEGITU EMILY CHAN???
Rantai yang mengungkung sedari dulu dilepaskan. Aku tersenyum mencerahkan. Menyapa dua senior yang mencontohkan kedewasaan. Mereka terkaget umurku masih belasan. Terus terang aku bosan.
Dikasih kecerdasan malah disalahgunakan. Abisnya daddy tega meninggalkan. Menikah lagi meski Mommy belum setahun dipemakaman. Menonton langsung ketika racun serangga melewati kerongkongan. Memberi elusan agar ibu tak lagi disiksa kesakitan. Dikhianati suami yang melakukan perselingkuhan. Pengusaha terkenal merelakan dan membungkamku dengan cek milyaran.
Ya sudah, aku cari kesenangan. Mari bermain menjadi Tuhan.
Kematian dan kehidupan orang lain, kita yang tentukan.
Menjajakan proposal pada sejumlah kenalan. Ajaib, mereka juga menginginkan. Menyebut nominal lalu ditransfer tanpa penolakan kecuali pertanyaan
“Kapan games dimulakan?”
Tidak sabaran. Arena harus dipersiapkan bukan hanya bermodal koin emas dan peserta dengan sukarela berdatangan.
Aku bekerjasama dengan banyak paman. Mereka yang mengiming-imingi bantuan. Berikrar bunuh diri takkan menemukan ganjalan lalu mereka yang hilang arah duduk di meja pendaftaran.
Curhat keluh kesah yang dirasakan, menganggap diri sanggup menundukkan kematian serta meminta penghabisan yang penuh kehormatan alias keluarga meraih kompensasi setara atau diatur menjadi amnesia.
Banyak sekali maunya padahal nyawanya belum tentu berharga. Kemudian tercatat 100 kontestan.
Mereka dari berbagai kalangan juga bermacam kampung halaman.
Tidak penting meningkatkan wawasan. Toh mereka akan berguguran.
Berjuang single atau kekompakan. Bahkan yang hendak mati pun ketakutan. Medan pertempuran jadi dihiasi jeritan juga ompolan.
APA-APAAN????
TEMBAK ATAU GOROK SAJA PESERTA YANG MENYEBALKAN.
TIDAK TAAT PERATURAN MALAH MEMINTA KEPULANGAN. SANGAT KEKANAK-KANAKAN.
UNTUNG KAK JIMIN DAN SEUL GI MENUNJUKKAN KESTABILAN. MENGALAHKAN YANG LAIN DENGAN KEADILAN.
Aku dibuat pening memutuskan siapa yang benar-benar andalan. Kemudian bunda muncul dalam mimpi semalaman. Wanita rupawan itu menyesal mengingkari suratan. Jikalau lebih lama bertahan pasti mencapai keharmonisan. Daddy tak lagi terbuai perempuan dan aku beradaptasi dengan lingkungan serta banyak kawan.
MENGGELIKAN
DIKULIAHI OLEH ORANG TERDEKAT YANG TELAH PERGI DULUAN. KENAPA TIDAK MENCABUT NAFASKU SEKALIAN JIKA TINDAKANKU MELANGGAR PERI KEMANUSIAAN???
KEMUDIAN IBU MEMBISIKKAN BOCORAN. TATANAN GAMES YANG SUKAR DIPREDIKSIKAN JUGA MENGANDUNG PESAN
JIKA DUA ANAK ADAM SALING BERKORBAN BERARTI AKU TERJEREMBAB DALAM JURANG KEKALAHAN DAN BERSEDIA MELIMPAHKAN DUKUNGAN.
Aku tertawa tertahan. Bunga tidur ini teramat mencengangkan. Mengangguk cepat menyetujui persyaratan dan keesokan paginya memandu acara penuh kepercaya dirian.
Nyatalah ramalan bahkan para kakak melampaui harapan. Ruh menagih sangkutan. Kesalnya, aku mengakui kelemahan sekaligus mendambakan pelukan.
Berhakkah dimaafkan setelah merancang penjebakan?
Oppa langsung memberikan gendongan. Berkata maaf tak hanya ucapan namun harus direalisasikan.
Eonny pun merokok dan meminta dana sokongan. Terlambat mengembalikan jiwa beterbangan. Yang dapat dilakukan hanya mencegah munculnya lebih banyak korban.
Sejauh ini kami masih mengusahakan. Walaupun benih asmara sudah bermekaran. Park Jimin dan Kang Seul Gi bekerja di satu lingkaran. Dimana oppa jadi pimpinan dan eonny menjabat bawahan.
Di ambulance pun sering terlibat pertengkaran padahal kami membawa jenazah bunuh diri barusan. Satu  hilang tapi sepuluh yang menjalani konsultasi berkelanjutan. Memang tak semudah membalik tangan. Bahu membahu saling menguatkan. Si miskin dan si kaya menjadi teladan kemudian tercipta sistem perubahan. Kami menggeser paradigma melalui air mata, peka dan berkata ya. Kalau kalian gimana?

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top