Tugas Untuk Withe

Kejadian yang terjadi di pesta malam kemarin menyebar luas ke seluruh wilayah pusat Highrest. Terutama mereka yang menghadiri jamuan pesta, yang kebanyakan berasal dari kalangan bangsawan. Rumor munculnya pihak jahat yang menamai diri mereka 'iblis' memberi ketakutan tertentu bagi orang-orang.

Yang mulia Highrest baru saja menyelesaikan sarapan bagi bersama puteri tercintanya, Santica. Mereka buru-buru kembali ke kamar masing-masing untuk dikenakan pakaian mewah karena sebentar lagi yang mulia raja akan melakukan pidato di hadapan semua rakyat pasal kehadiran ras Iblis yang mengancam pusat Highrest.

Para pelayan selesai mengenakan pakaian penguasa pusat Highrest , mereka langsung saja keluar satu persatu meninggalkan sang penguasa.

"........ "

Tidak lama kemudian Withe masuk ke dalam ruangan Yang mulia raja.

"Selamat pagi, yang mulia.. " ucap Withe penuh hormat.

"Selamat pagi, Withe. Kau nampaknya bekerja sangat keras karena tugas yang aku berikan. Aku ingin laporanmu segera..! " titah sang penguasa.

"Baik.. "

"Iblis itu mengatakan jika ada empat seperti dirinya yang akan datang ke Highrest. Berdasarkan mimik dan watak yang saya lihat nampaknya dia tidak berbohong.. " lapor Withe.

"Empat... Ini masalah besar! " bisik penguasa Highrest, sedikit pesimis.

"Yang mulia? "

"Kerja bagus telah mengejarkan tugasmu, Withe.. "

"Terimakasih. Ini sudah kewajiban saya menjaga negeri ini.. "

Penguasa Highrest melihat ketetapan hati dan ketulusan dari perkataan Withe. Sang penguasa nampak kagum.

"Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi sebelumnya itu membuat kita harus bersiap-siap. Setelah pidato aku ingin semua orang berkumpul. Kita akan mengadakan rapat serius untuk menghadapi invasi ras iblis ini.. " Penguasa Highrest berjalan ke arah pintu yang dibuka kan oleh Withe. "Withe, aku ingin kau menjaga kami selama pidato berlangsung! "

"Sesuai kehendak anda, yang mulia.. "

.

.

.

Penguasa Highrest berdiri di depan anak tangga istana miliknya sendiri menghadap semua rakyat yang sudah menunggu kehadirannya. Withe maupun Santica berasa tidak jauh dibelakangnya. Pidato berjalan serius, sang penguasa mengatakan jika pusat Highrest saat ini dalam keadaan siaga andai ada serangan lain dari ras iblis. Penguasa Highrest juga memberitahukan bila akan ada empat serangan yang sama bakal datang di ke depannya. Entah kapan.

Keresahan dapat terlihat jelas oleh penguasa Highrest. Dia mengatakan untuk tidak panik ataupun takut. Penguasa menjanjikan keamanan untuk semua orang, untuk itu Pusat Highrest akan membentuk kelompok khusus yang dilatih agar dapat mengalahkan ras Iblis.

Pidato di isi janji-janji dari penguasa, memberi harapan kepada rakyatnya dan keamanan. Pidato selesai setelah semua yang dikatakan penguasa telah dia keluarkan.

Penguasa Highrest dan tuan puteri Santica yang kembali ke dalam istana---dirinya menarik Withe ke sudut istana yang ada di lantai dua dekat jendela.

"Tuan puteri Santica? "

"Jadi ini tugas yang diberikan papa? Ras Iblis itu seperti apa? Apa mereka benar-benar kuat seperti yang papa katakan?? " interogasi Santica.

Withe hanya bisa menjawab. "Yang mulia mengatakan sebenarnya apalagi beliau pernah berhadapan dengan salah satu dari mereka... Dulu. Iblis yang saya lawan saat itu juga sangat kuat. Seandainya tuan puteri Lisa dan tuan Foster tidak ada di sana mungkin saya tidak bakal selamat. "

"Withe... "

"Jangan merendah, Withe..! "

""!? ""

Foster muncul tiba-tiba mengeluarkan suaranya. Ia menaiki anak tangga sampai ke lantai dua. "Iblis yang aku kalahkan malam itu sudah lemah. Kau melemahkannya bersama nona Lisa.. "

"Tuan.. " hormat Withe.

"Foster.. " seru Santica pelan.

"Selamat pagi, Santica.. " sapa Foster lembut. Ia dengan cepat beralih ke Withe tapi tatapannya kali ini berbeda seakan ia kesal kepada Withe.

"Tuan Foster? "

Foster tiba-tiba menghela nafasnya sambil menatap kesal Withe. "Entah kenapa setiap kali kau berkata seperti itu membuatku kesal.. "

"....... " Withe cuma diam.

"Aku tidak masalah jika kau menyangkal sesuatu yang kau lakukan padahal yang kau lakukan itu adalah benar. Kita sudah mengenal sejak kecil dan juga kita sudah berjanji, kita bertiga. Aku tidak akan menyesali perbuatanku saat itu tapi haruskah pertemanan kita berakhir seperti ini? Withe... "

Withe masih diam dan dengan ekpresi datar melihat Foster, Santica mendadak membuat ekpresi sedih begitu juga dengan Foster.

Dulu hubungan ketiganya tidak seperti saat ini. Tidak ada keformalan ditengah mereka, ketiganya teman masa kecil sampai sesuatu terjadi kepada keluarga Withe.

"A----"

"----Withe! " panggil penguasa Highrest.

"Saya permisi dulu, tuan puteri, tuan Foster.. " hormat Withe pamit. Ia berjalan pergi menerima panggilan.

"Withe.. "

Penguasa Highrest dan Withe berbicara langsung secara pribadi. Beliau mengatakan jika ke empat iblis ini kemungkinan akan muncul di empat penjuru berbeda. Beliau juga mengatakan jika ada cerita dimana ada empat segel pelindung yang melindungi Highrest selama beberapa ratus tahun lalu dari ancaman serius. Penguasa Highrest menerka jika keempat iblis ini mencoba untuk menghancurkan keempat segel pelindung Highrest.

"Aku sudah mengirim ketiga orang yang aku percayai yang dapat melindungi segel Highrest. Dan aku memilihmu sebagai orang keempat, Withe.. "

"Saya.? "

"Ya. Kau memilih pengalaman berhadapan dua dari mereka.. "

"B-bagaimana dengan keamanan anda seandainya tebakan anda salah, yang muli---? "

"---Withe.! " tepuk penguasa Highrest. "Jika seandainya itu benar aku tidak ingin kau ada disini, "

"!? " Withe terkejut bukan main.

"Aku sudah menghancurkan keluargamu. Aku sudah berjanji kepada orangtuamu untuk tidak melibatkanmu ke dalam masalahku..! "

"A-anda tidak bisa membuatnya begini, yang mulia. Saya dan keluarga saya melakukan semua itu demi anda! Anda tidak bisa memisahkan saya begitu saja. Saya juga mempunyai hak untuk melindungi negeri ini. Saya-----"

"-----Withe! " sekali lagi ada suara yang memotong perkataan. "Ini perintah dari Penguasa Highrest. "

"........... "

Withe menggenggam erat telapak tangan hingga nampak memerah. "Baik... Yang mulia! "

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top