FIFTY FOUR
Chang Kyun menapakkan kakinya di sungai Han. Dari kejauhan ia melihat mobil Jin Woo. Dan dengan langkah yang santai ia pun menghampiri rekannya itu. Namun ketika jarak keduanya tak begitu jauh, pandangan Chang Kyun menemukan sosok Soon Young yang masih dalam posisi sebelumnya.
"Dia datang," ucap Jin Woo ketika menyadari kedatangan Chang Kyun.
Soon Young yang mendengar hal itu tak bereaksi, namun wajahnya tiba-tiba terlihat kesal.
Chang Kyun yang telah menjangkau tempat keduanya lantas menegur lebih dulu. "Ada apa? Apa yang kalian lakukan di sini sepagi ini?"
Bukannya menjawab, Jin Woo justru menjatuhkan pandangannya pada Soon Young. Mengisyaratkan bahwa alasan dia berada di sana adalah karena pemuda itu.
Chang Kyun sekilas memandang Soon Young. Dan ketika ia kembali memandang Jin Woo, ia baru sadar bahwa pakaian keduanya masih sama dengan kemarin.
Chang Kyun menatap heran. "Kalian memakai baju yang sama dengan yang kemarin. Kalian tidak pulang?"
"Apa peduli kami pulang atau tidak?" sahut Soon Young. Namun cara Soon Young berbicara justru terdengar seperti seseorang yang ingin mengajak baku hantam.
Dahi Chang Kyun mengernyit. Memandang Jin Woo, menuntut sebuah jawaban. Namun lagi-lagi Jin Woo tak memberikan jawaban.
"Kenapa kalian menyuruhku datang kemari? Jika Joo Heon Hyung tahu, dia pasti akan menanyakan hal yang tidak-tidak padaku."
"Kalau begitu ayo katakan pada Joo Heon Hyung." Soon Young berdiri dan pergi ke hadapan Chang Kyun. Benar-benar terlihat bahwa ia menantang Chang Kyun untuk baku hantam.
Chang Kyun heran, menatap penuh tanya. "Kau sedang mabuk, Ahn Soon Young."
"Aku cukup waras untuk berbicara denganmu."
Terdengar ketus dan tentunya membuat Chang Kyun semakin bingung dengan keadaan di sana.
"Sepertinya kau salah meminum sesuatu. Aku pergi sekarang." Tak ingin berurusan dengan Soon Young yang bersikap aneh, Chang Kyun lantas memutuskan untuk pergi lebih cepat.
"Hentikan sekarang juga, Im Chang Kyun."
Terhitung baru lima langkah yang diambil oleh Chang Kyun, dan pemuda itu berhenti oleh teguran dari Soon Young yang terdengar menyudutkannya. Chang Kyun kembali berbalik.
Jin Woo yang memilih untuk berperan sebagai penonton sekaligus petugas keamanan sempat memandang keduanya saling bergantian.
Chang Kyun menegur, "Apa yang sedang kau bicarakan?"
Kali ini Soon Young yang mendatangi Chang Kyun, berjalan layaknya seorang petarung sejati dan berhenti tepat di hadapan Chang Kyun yang masih belum menyadari bahwa Soon Young telah membuat ring pertandingan yang tak kasat mata di sekitar mereka.
"Hentikan sekarang," ucap Soon Young terdengar lebih serius.
"Apa yang harus aku hentikan?"
"Tinggalkan Kim Han Bin, kau pikir kami tidak tahu alasan kenapa kau berteman dengan Kim Han Bin?"
Chang Kyun terdiam, namun reaksi yang ditunjukkan oleh pemuda itu terlalu santai. Bahkan Chang Kyun tak terlihat berdosa.
"Hentikan—"
"Aku tidak berteman dengannya." Chang Kyun menyela, "Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku berteman dengannya. Berhentilah bergosip di belakangku."
"Apa?" Dahi Soon Young mengernyit, tampak tak terima dengan ucapan Chang Kyun.
"Apakah mereka benar-benar berniat untuk berkelahi sekarang?" gumam Jin Woo penuh pertimbangan tanpa adanya rasa khawatir. Dia tetap menjaga jarak dengan keduanya dan tak ingin terlibat dengan keributan karena dia merupakan calon pengusaha. Bagi seorang pengusaha, nama baik adalah segalanya. Teman berkelahi adalah urusan mendesak.
Kembali pada Chang Kyun dan Soon Young. Chang Kyun tetap bersikap santai, namun Soon Young tiba-tiba meninggi suara ketika berbicara.
"Ya! Jika kau tidak berteman dengannya, kenapa kau selalu pergi bersama orang itu? Kau sudah berani berbohong pada kami?" teriak pemuda bermata sipit itu.
"Kapan aku membohongi kalian?"
Soon Young tertawa pelan, menatap tak percaya pada wajah tanpa dosa Chang Kyun ketika mengatakan hal itu.
"Kau benar-benar sudah menjadi ahli dalam hal berbohong. Padahal kau tampak polos."
"Kau sedang mabuk? Berapa banyak yang sudah kau minum?" Chang Kyun mulai terganggu dengan sikap Soon Young yang terus menyudutkannya.
"Kau mendekati Kim Han Bin hanya untuk balas dendam pada Kim Tae Hyung," ucap Soon Young tiba-tiba dan langsung membungkam Chang Kyun. "Apakah aku salah?"
Alih-alih memberikan jawaban, Chang Kyun justru memalingkan wajahnya.
"Ternyata benar ... kau benar-benar melakukan hal itu."
"Aku tidak pernah mengatakan bahwa itu benar." Chang Kyun kembali memandang Soon Young. Sekarang ia baru tahu masalah yang terjadi di sana.
"Kau memang tidak pernah mengatakannya, tapi kau sudah merencakannya. Tidak ... kau sedang melakukannya."
"Ahn Soon Young—"
"Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan dini hari tadi?" Soon Young menyela.
Chang Kyun baru bisa terlihat terkejut setelah mendengar ucapan Soon Young. "Kalian mengikuti aku?"
"Benar sekali, kami mengikutimu dan menyaksikan semuanya. Sekarang kau ingin menyangkal lagi?"
Chang Kyun tiba-tiba tersenyum dan hal itu menjadi sesuatu yang cukup mengagetkan bagi Soon Young. Pasalnya senyuman itu terlihat asing baginya.
"Apa yang kalian inginkan dariku?"
"Tinggalkan Kim Han Bin atau mengakulah pada Joo Heon Hyung."
"Apa yang harus aku akui di hadapan Joo Heon Hyung?"
"Kau mengikuti balapan liar, katakan itu pada Joo Heon Hyung."
"Tidak akan pernah."
Soon Young terperangah. Sifat menyebalkan Chang Kyun bahkan berkali-kali lipat pagi itu.
"Apa?" ucap Soon Young penuh penekanan.
"Aku tidak akan mengatakannya. Jangan mengatakan apapun pada Joo Heon Hyung atau aku tidak akan berteman dengan kalian lagi."
Chang Kyun berbalik dan segera meninggalkan Soon Young.
Soon Young lantas murka. "Ya! Mau pergi ke mana kau? Aku belum selesai berbicara."
"Sudahlah ... aku sibuk," sahut Chang Kyun dengan suara yang terdengar malas.
"Kau masih akan menemui Kim Han Bin?"
"Eoh ...."
"Ya! Bagaimana kau bisa melakukan ini. Kau berteman dengan kunyuk itu dan justru melupakan temanmu sendiri."
Chang Kyun langsung berbalik dan membalas Soon Young dengan suara yang tak kalah lantang. "Siapa? Siapa yang sudah aku lupakan?!"
"Kau baru saja membentak diriku?" Soon Young tak terima.
"Kau yang memulainya, sialan ...."
"APA?" Soon Young benar-benar murka kali ini. Setelah menjadi saksi atas kehidupan yang dijalani oleh Im Chang Kyun, baru kali ini dia mendengar pemuda itu mengumpat. Dan fatalnya lagi umpatan itu tertuju padanya.
"Kau!" Soon Young bergegas menghampiri Chang Kyun. "Kau sudah bosan hidup, beraninya kau mengumpati aku."
Sampai di tempat Chang Kyun, Soon Young langsung memukul wajah Chang Kyun dan sempat membuat Chang Kyun berpaling. Sementara Jin Woo tentu saja terkejut.
"Dia benar-benar melakukannya?" gumam Jin Woo tak percaya.
Chang Kyun kembali berdiri dengan tegak dan langsung balik memukul Soon Young. Namun Soon Young yang malang karena ia langsung tersungkur ke samping setelah menerima pukulan balasan dari Chang Kyun. Tak cukup merasakan sakit, Soon Young juga terkena serangan batin.
"K-kau? Kau baru saja memukulku? K-kau?" Soon Young tiba-tiba berteriak, "Ya!!!"
Soon Young bangkit dan benar-benar terlibat baku hantam dengan Chang Kyun.
Jin Woo yang sempat terperangah ketika melihat Chang Kyun berani memukul orang meski orang yang pertama dipukul oleh Chang Kyun adalah Soon Young, tersenyum lebar. Merasa tak percaya sekaligus kagum dengan apa yang baru saja ia lihat.
Tak ada angin yang berhembus ataupun hujan yang menyanjung, Jin Woo tiba-tiba memberikan tepuk tangan meriah.
"Akhirnya ... hahaha ... Im Chang Kyun memukul orang. Hahaha ...." Park Jin Woo menjadi gila dan melupakan nama baiknya sebagai calon pengusaha yang taat membayar pajak.
#BLIND#
Ini hanya cuplikan yaaa. Selengkapnya bisa lanjut baca di Dreame/Innovel. GRATIS!
Cari aja "BLIND", kalau belum ketemu, bisa ketik nama author yaitu "Im Vha"
Terima kasih ❤️❤️❤️
Salam
Vha
(04-07-2021)
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top