Prolog

Alter Ego.

Manusia jenis ini pasti memiliki setidaknya lebih dari satu kepribadian di dalam dirinya. Apa yang kalian pikirkan mengenai ini? Tentu saja kalian menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang aneh dan tabu.

Manusia itu dianggap berbahaya bagi sekitarnya. Siapa yang setuju akan hal itu? Pasti banyak yang setuju. Apalagi ... jika manusia itu memiliki sisi yang gelap alias berbahaya dan harus segera dijauhi oleh kalian yang berteman dekat dengannya.

Namun ....

Ada baiknya ketika kita memanfaatkan manusia yang memiliki sisi Alter Ego di dalam dirinya. Kadang dia bermanfaat bagi sekelompok orang yang sangat membutuhkannya. Apalagi yang dibutuhkan itu bukanlah dirinya yang asli, melainkan dirinya yang lain. Seringkali Alter Ego menjadi bahan kelinci percobaan.

Tetapi sayangnya, Alter Ego ini ... sedikit berbeda di dunia yang asli, dan Tuhan-lah yang tiba-tiba memberikan hal unik ini kepada seorang gadis.

Sepertinya, kisah Alter Ego yang dihadirkan ini akan sedikit berbeda, karena sifat mereka yang bertolak belakang.

***

“Jadi bagaimana dengan proses kelahiran anak itu?”

Sedari tadi, seorang wanita terbaring lemah di ranjang yang tersedia di rumah sakit. Beliau menantikan masa-masa kelahiran seorang anak yang diidam-idamkannya. Lelaki yang berada di sampingnya itu—alias suami tercintanya itu pun juga menantikan kehadiran buah hati. Mereka berdua kemudian mendengarkan percakapan antara seorang dokter dan seorang suster.

“Bagaimana kalau kita melahirkannya pakai proses Caesar?”

“Boleh juga. Tetapi ini bakal berpengaruh ke kondisi kesehatan pada wanita itu. Sedari tadi saya memperhatikan betul akan kesehatan beliau,” ujar si suster itu.

Dokter itu pun berpikir keras tentang cara si Ibu untuk melahirkan anaknya dengan aman dan selamat, baik pada si janin maupun ibu kandungnya itu. Setelah dipikir-pikir, akhirnya si dokter itu tidak mengubah keputusannya. Dia tetap memilih untuk melahirkan anak itu menggunakan proses Caesar.

Akhirnya si dokter itu kembali ke ruangan tempat si Ibu itu dirawat, dan ... dia langsung mendorong ranjang itu ke ruang operasi. Artinya, proses melahirkan akan segera dimulai. Suami dari si wanita itu pun hanya bisa pasrah dan menunggu hasil, semoga anak itu dilahirkan dengan selamat dan juga istrinya tetap baik-baik saja.

***

Beberapa jam kemudian, anak itu lahir dengan selamat. Sepasang suami istri itu sangat bahagia ketika melihat anaknya itu menangis meraung-raung begitu dilahirkan di dunia. Tangisannya memang sulit untuk dihentikan, tetapi tampak raut muka yang sebegitu bahagianya pada kedua orangtua tersebut.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk segera memberi nama pada seorang anak yang telah ditentukan jenis kelaminnya itu. Anak itu berjenis kelamin perempuan. Pasti cantik, ‘kan orangnya?

“Ma, mari kita beri nama pada anak tersebut,” ajak si suami itu.

Si istri itu pun berkata, “Memangnya kita mau beri nama apa? Adik pun lagi tidak ada ide nama buat si gadis ini.”

Akhirnya seorang lelaki dan seorang wanita itu berpikir keras tentang nama yang akan mereka berikan untuk bayi perempuan itu. Setelah beberapa menit mereka berpikir, akhirnya ....

“Aha! Abang punya satu ide nama yang bagus untuk anak itu!”

“Apa, Bang? Namanya siapa?”

“Berikan nama untuk bayi ini dari nama khusus dari negara Abang dan nama khusus dari negara kamu. Jadi, Abang sudah mendapatkan nama yang bagus untuk dia,” usul suami itu.

Si wanita itu pun hanya mengernyitkan dahinya seraya meminta suaminya itu untuk melanjutkan perkataannya.

“Namanya adalah ....”

***

To be Continued.

Mind to Vote and Comment?

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top