[1]
Tahu tidak rasanya ketika bertemu kembali dengan temanmu setelah sekian lamanya?
Kalian pasti bahagia bukan?
Yah, tapi sayangnya tidak denganku. Bukannya merasa bahagia, aku malah ketakutan.
Temanku----Wanda-----berubah banyak.
Senyum manis yang dulu sering dia tunjukkan kepadaku sekarang berubah menjadi seringaian yang menakutkan.
Aku, sudah tidak sanggup lagi berada di dekatnya.
Aku mencoba menghindari Wanda, tapi dia terus bersikeras mendekatiku.
***
Sekarang sudah sebulan sejak kembalinya Wanda.
Wanda adalah sosok perempuan yang cantik, dia tidak pernah menunjukkan senyumnya-----itu kata orang.
Tapi Wanda selalu menunjukkan kebalikannya ketika bersamaku, seringaiannya yang mengerikan terus tertempel di wajahnya.
***
Hari ini hujan, aku lupa membawa payung.
Aku keluar dari kelas dan menunggu di perpustakaan sekolah.
Aku menghabiskan waktuku membaca buku.
Sudah lewat satu jam sekarang, dan masih belum ada tanda-tanda akan berhentinya hujan.
Seketika aku mendengar suara tawa.
Aku kenal dengan jelas suara siapa itu----Wanda. Ya, itu pasti Wanda.
Aku menengokkan kepalaku ke belakang dan melihat Wanda berdiri dengan seringaiannya.
Aku menghela nafas, mencoba meredakan rasa takutku.
Wanda berjalan mendekat kemudian duduk di sebelahku.
Aku mencoba menghiraukannya dengan membaca buku yang baru ku ambil tadi.
"Do you scared? "
Aku menoleh ke arah Wanda dan memiringkan kepalaku tanda bahwa aku tidak mengerti.
Dia tersenyum----lebih tepatnya seringaian khasnya----kemudian menepuk kepalaku.
"Do you scared of me? "
"Tentu saja ti-----"
Ucapanku terhenti ketika melihat sesuatu di belakang Wanda.
Dengan cepat aku mendorong Wanda dan mengajaknya berlari bersamaku.
"I know you've see things, Akane. "
Aku tidak melepaskan peganganku dari Wanda dan terus berlari.
Sosok itu mengejar kami, dengan pisau berlumuran darah di kedua tangannya.
Kulitnya pucat----tidak, kurasa tepatnya putih, seputih kertas.
Wajahnya tertutup rambutnya yang panjang, namun aku masih bisa melihat melalui celah di situ bahwa matanya----tidak ada, sama sekali.
Dia mengenakan gaun putih tanpa lengan yang terlihat sudah tidak pantas di pakai lagi.
Aku berlari sementara Wanda terus menyeringai seperti orang bodoh.
Kami segera bersembunyi di balik loker.
Aku mengintip melalui celah, sosok wanita itu sudah pergi.
Aku melihat ke sampingku------Wanda juga menghilang.
"Shit!"
.
.
.
[CloverEvent]
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top