∆¶/4

Hari itu ada cerita panjang sebelum pulang. Tentang pertemuannya dengan Jaewon yang telah direncanakan dan dikabulkan oleh Tuhan.

Tapi di antara pertemuan itu, ada sesuatu yang mengganggunya. Tentang sosok cowok jakung yang ditemuinya di toilet.

"Duh, kok macet gini sih. Coba kita pulang agak cepet, mesti masih keburu makan malam di rumah," Ten ngedumel lagi. Ia tak terima acara kencannya batal karena terlambat pulang.

"Sok banget bilang makan di rumah. Bilang ae mau kencan," sahut Bobby di belakang. Ten tak menggubris. "Tapi btw tumben, Hay, elo boker lama bener."

"Siapa yang boker?!!" Hayi melengos, melihat lagi smartphone miliknya.

∆¶∆

"Gue ke toilet bentar ya," Hayi segera pergi setelah kru band miliknya mengiyakan.

Setelah rampung di toilet, Hayi bergegas kembali. Namun kakinya berhenti saat memandang seseorang yang baru saja keluar dari toilet. Bukan Jaewon, tentu ia sudah memanggilnya jika sosok itu memang Jaewon.

"Kak Hay, boleh minta foto bareng nggak?" fokus Hayi teralihkan saat beberapa siswi SMA menghampirinya.

"Oh i-iya boleh."

"Btw, itu yang nggak pake seragam sekolah, yang kemejanya biru navy, guru di sini?" Hayi iseng bertanya sambil menunjuk sosok yang berbelok di ujung koridor.

"Nggak tau, Kak. Kayaknya sih alumni. Soalnya pas dies natalis sekolah gini mesti banyak alumni yang dateng."

"Alumni ya? Makasih udah liat penampilan kita, gue balik dulu. Makasih juga udah ngundang Polaroid. Gue sama anak-anak pamit," Hayi langsung ngibrit ke anak-anak band.

Tapi sebelum kakinya benar-benar menjauh, ia sempat mendengar perbincangan anak-anak SMA di belakangnya.

"Siapanya Kak Hayi ya?"

"Kak Hayi nggak kenal kali, cuman tanya doang dianya. Tapi lu kenal oppa tadi nggak? Namanya Hanbin nggak sih?"

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top