𝐍𝐎 π‹πŽππ†π„π‘ π‡π”πŒπ€π ; πˆπ•

NO LONGER HUMAN ;
ENCOUNTER A PERSON!

❛ Persahabatan? Ikatan? Apa itu? ❜

PAGI YANG CERAH DAN BURUNG-BURUNG BERKICAU DENGAN RIANG, Yuu, nama siswa tersebut meregangkan seluruh badannya yang terasa sedikit sakit.

Mengalihkan pandangannya ke arah jendela, sinar matahari menembus gorden jendela, perlahan-lahan berjalan menuju dan membukanya.

"Sebuah surat?"

Mengernyitkan alisnya ketika melihat sebuah surat yang diletakkan di atas meja yang berada disampingnya, perlahan-lahan mengambilnya dan membukanya.

Selamat pagi Yuu-Kun!

Aku tau kamu sudah bangun sekarang! Bagaimana dengan tidurnya? Apakah kau tidur dengan nyenyak? Jika iya, syukurlah, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kasurnya yang sangat berdebu, tch.

Setelah kamu mengumpulkan nyawamu, bisakah kamu menuju ke halaman asrama? Aku membutuhkan bantuanmu, ini sangat penting.

Jangan sampai terlambat! Aku menunggu kehadiranmu, karena ini sangat penting.

Tertanda, Dazai [Male Name]

"Sebuah surat?" Tanya Grim di belakang Yuu membuatnya sedikit terkejut.

"Jangan mengangetkan ku dari belakang!" Grim yang mendengar nya hanya menatapnya dengan datar, sebelum ia akhirnya keluar dari kamar.

"Ayo kita ke depan, manusia perban itu bilang bahwa itu sangat penting" mendengar hal tersebut, Yuu menganggukkan kepalanya sebelum ia akhirnya mengikuti Grim yang memimpin jalan menuju ke halaman asrama Ramschackle.

MENATAP pemandangan yang berada di depannya dengan datar. Yuu, mengerjapkan matanya berkali-kali, memastikan bahwa yang di depannya bukanlah sebuah halusinasi.

"Selamat pagi! Terimakasih sudah datang" Kamu berucap dengan senang, melihat Yuu dan Grim yang kini telah tiba di tempat dimana lokasi dirimu berada.

"Langsung saja, tolongin aku dong" Pintamu kepada mereka berdua.

"Apa ini?" Yuu bertanya dengan kebingungan, begitupun dengan Grim yang tengah menatapmu dengan tatapan datar.

"Menurutmu?"

"Halusinasi pagi?" Kamu meledek kecil mendengar jawaban dari Yuu yang tidak sesuai dengan harapanmu. Membuat Grim yang duduk dibahu Yuu mendengus kasar.

"Sesuatu yang di sebut dengan hal pintar?" Sarkas Grim ketika melihat apa yang kamu lakukan di pagi harinya. Kamu terkikik pelan mendengar jawaban dari sang rakun.

"Bukan~, tebak lagi dong~" Kamu berucap dengan nada bermain-main, mendengar jawaban dari kedua makhluk yang berada di depan salah besar.

Yuu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mendengar perkataan mu dengan menggunakan nada bermain-main. Sebelum akhirnya ia menjawabnya dengan tak yakin, "Er, bunuh diri?".

"Bingo" Matamu berbinar-binar kala mendengar jawaban dari Yuu, sebelum akhirnya mimik wajahmu berubah menjadi permintaan tolong.

"Kenapa kami harus mengeluarkan dirimu dari tong tersebut? Bukankah kamu bisa melakukannya sendiri?".

Mendengar perkataan dari Grim, kamu menatap wajah rakun yang tengah menatap dirimu dengan wajah kesal, menatapnya dengan tatapan datar. "Kau tak melihat posisiku? Aku tersangkut di dalam tong ini".

Ah, benar. Sedaritadi kamu mencoba untuk melepaskan dirimu sendiri dari tong tersebut yang telah memerangkap dirimu.

Karena dirimu yang tak bisa keluar dari tong tersebut dengan berbagai cara yang kamu lakukan. Kamu putus asa, sehingga memutuskan untuk mengirimkan sebuah surat kepada mereka dengan menggunakan kertas bekas yang berada di saku blazermu.

Yuu mengangkat tangan kanannya, bertanya kepadamu, "Kenapa kamu melakukan ini?".

Mendengar hal tersebut, kamu tersenyum senang. Merasa Yuu tertarik mengapa kamu melakukan hal tersebut, "Tadi pagi aku membaca buku di buku "Panduan Bunuh Diri" milikku, disana terdapat cara bunuh diri seperti ini. Tapi bukannya langsung mati, aku malah menderita".

"Begitu aku melemaskan perutku, semakin lama aku semakin terjebak di dalam sini. Dan aku sudah tidak tahan lagi terperangkap di dalam sini" Kamu menghela nafas panjang, mengingat percobaan bunuh diri yang kamu lakukan lagi gagal total.

Berbeda dari reaksimu, reaksi Yuu hanyalah kosong. Bingung dengan apa yang telah terjadi di pagi harinya.

"Tapi dengan begitu kamu bisa langsung mati bukan?" Bukannya senang, kamu berdecih pelan mendengar tuturan dari Yuu.

"Aku tidak suka rasa sakit, itu wajar bukan?"

"Oh begitu"

"Sekarang tolong keluarkan aku dong"

Karena tidak ingin mendengar rengekanmu di pagi hari, Yuu menendang tong tersebut dengan kuat. Membuat tong tersebut terjatuh, dan dirimu keluar dari tong tersebut setelah sekian lamanya terjebak di dalam tersebut.

Kamu mengangkat kedua tanganmu, dengan mata berbinar-binar. Sembari meregangkan tubuhmu yang terasa sangat sakit kamu berucap, "Hore aku bebas!".

"Apa-apaan ini" Grim menatap datar kearahmu, tidak mengerti apa yang telah terjadi di pagi harinya.

PATUNG-PATUNG berjajar dengan rapih di pinggiran jalan utama, memberikan kesan bahwa patung tersebut adalah sebuah patung kebanggaan milik sekolah tersebut.

Kini kamu dan Yuu tengah membawa sebuah peralatan kebersihan, guna membersihkan patung yang berada di jalan utama.

Yuu menaruh ember yang berisi air di sampingnya, ia menaiki tangga kecil untuk membersihkan patung tersebut.

Menatap kebingungan terhadap patung yang tengah mengenakan sebuah gaun dan sebuah mahkota di surai hitamnya, dengan sebuah hati yang berada di tangannya. Yuu berucap dengan kebingungan, "Kostum aneh dan mahkota? Aku bertanya-tanya apakah dia seorang selebriti di negara ini?.

"Apakah itu semacam lelucon?" Sebuah suara menginterupsinya, membuatnya mengalihkan pandangannya ke belakang untuk melihat seseorang yang berbicara kepadanya.

Dua orang remaja dengan surai berwarna jahe dan berwarna hitam, tengah menatap dirinya. Sang pemilik surai jahe, menatapnya dengan seringai yang terpampang di wajahnya.

"Kau tidak tahu Ratu hati?" Sang pemilik surai jahe berucap dengan seringai yang terpampang di wajahnya, seolah-olah siap mengejek seseorang yang berada di depannya.

Mengerjapkan matanya, Yuu mengalihkan pandangannya untuk menatap patung tersebut.

"Ratu hati?" Gumamnya, mencoba mengingat-ingat patung tersebut.

'Ah, si rambut merah pernah menyebutkannya' Batinnya, ketika mengingat kejadian kemarin malam ketika upacara tengah berlangsung.

Kini ia mengalihkan pandangannya kepada pemilik surai jahe, bertanya kepadanya, "Apakah dia memerintah disini?".

"Dia tinggal di labirin mawar beberapa waktu lalu" Sang pemilik surai jahe menjawab pertanyaan Yuu, sebelum ia kembali menjelaskan tentang Ratu hati yang tak diketahui oleh Yuu.

"Dengan kepribadiannya yang ketat dan sangat menghargai kedisiplinan daripada yang lain, dia tidak akan mentoleransi apapun yang terjadi kepada mawarnya ketika warnanya berbeda dari dirinya ketika diwarnai oleh para prajurit kartu. Mereka semua gila ketika berada disana, tapi mereka sudah bersumpah kepada ratunya"

"Kenapa kamu bertanya? Karena jika kamu tak menaati atau melanggar aturan tersebut, maka kepalamu akan di penggal!"

Jelasnya dengan panjang lebar. Yuu yang mendengar penjelasan tersebut, berterimakasih kepada si surai jahe karena telah bersedia untuk meruntuhkan rasa penasarannya.

"Keren bukan?" Tanya si surai jahe dengan senyum yang masih merekah di wajahnya, menantikan jawaban dari Yuu.

" Ya, tapi itu sedikit menakutkan.. Ngomong-ngomong, terimakasih telah menjelaskannya, apakah kamu siswa disini?" Tanya Yuu kepada pemilik surai jahe.

"Yup, Aku Ace. Siswa tahun pertama yang berkilau, senang bertemu denganmu~" Ace memperkenalkan dirinya sendiri, sembari tangannya berpose membentuk sebuah hati.

Setelah Ace memperkenalkan dirinya, kini temannya yang mempunyai surai berwarna hitam, bertanya kepada Yuu, "Hey, kau orang yang kemarin berada di upacara penerimaan siswa baru bukan?".

"Itu bukan aku, tapi kamu bisa bilang bahwa aku yang membuat masalah di upacara tersebut" Yuu berucap yang kini ia tengah ingin kembali membersihkan patung tersebut.

"Aku tahu!" Ace menyeletuk.

Melihat hal tersebut, Ace menyikut Yuu pelan, dengan mimik wajahnya yang bermain-main. Ia berucap, "Cermin kegelapan memanggil seseorang yang tidak mempunyai sihir. Sobat, aku berusaha untuk tidak tertawa keras!".

"Jangan kasar dengan seseorang yang baru kamu temui!"Temannya memperingatkan Ace, mengingat sifatnya yang bisa menjadi kurang ajar.

"Jadi kamu tidak bisa mendaftar?".

"Ya, aku menjadi petugas kebersihan di sekolah daripada menjadi murid, benar bukan Dazai-San?"

Mengerjapkan matanya berkali-kali, melihat seseorang yang ia kenali tidak berada di sampingnya. Begitupun dengan kedua siswa Night Raven College.

"Dazai-San?" Kedua siswa tersebut menatap Yuu bingung, tak mengenali nama yang Yuu sebutkan.

"Ah, dia menghilang..."

TANGANNYA sibuk berkutat dengan kertas-kertas yang berserakan di mejanya. Kamu menatap dengan sabar, melihat seseorang yang berada didepanmu masih sibuk berkutat dengan kertasnya.

"Bukan yang ini.." Melempar kertas tersebut dengan asal, membuatnya berserakan di lantai kantornya.

"Permisi.."

Mendengar seseorang yang berada di kantornya, tangannya kini berhenti berkutat dengan kertasnya. Mengalihkan pandangannya ke depan untuk melihat dirimu yang tengah menatapnya dengan senyum yang merekah di wajahmu.

"Ah, kamu. Maafkan aku, tadi aku terlarut dalam pekerjaanku"

Merapihkan kertas yang berada di mejanya agar tidak terkesan ruangannya berantakan. Kini, raut wajahnya menjadi serius, meskipun terhalang dengan topeng gagak yang dikenakannya. Atmosfer dalam ruangan tersebut terasa berbeda dari sebelumnya.

"Jadi begini Dazai-kun, cermin kegelapan ingin kembali mengidentifikasi mu ulang"

Alismu mengernyit mendengar pernyataan darinya, cermin kegelapan ingin mengidentifikasi mu ulang? Untuk apa?.

"Mengidentifikasi ku ulang?" Pria bertopeng gagak tersebut menganggukkan kepalanya mendengar perkataanmu.

"Dia bilang kamu mempunyai potensi untuk masuk ke dalam asrama lain"

Bagaikan tersambar petir di pagi hari, matamu kini menjadi berbinar-binar. Tertarik dengan arah pembicaraan tersebut.

"Benarkah? Apakah dengan begini aku bisa mengajak murid dari asrama lain bunuh diri?" Kamu menatap berharap kepada kepala sekolah tersebut yang tengah menatapmu dengan canggung. Menantikan jawaban yang ia berikan.

"Tidak bisa" Kamu berdecih pelan mendengar jawabannya. Harapanmu untuk mengajak bunuh diri di sekolah ini pupus sudah.

"Boo~, membosankan"

Berdehem pelan, pria yang mengenakan topeng gagak tersebut berusaha untuk kembali ke topik yang ingin dibicarakan kembali.

"Jadi bagaimana dengan tawaran tersebut? Apakah kau tertarik?" Kamu berpikir diam mendengar tawaran dari kepala sekolah tersebut.

"Bagaimana ya.." Kamu berucap dengan main-main, mencoba untuk menemukan jawaban dari tawaran tersebut.

Sementara itu, kepala sekolah tersebut menatap dirimu lekat-lekat. Menunggu jawaban yang keluar dari mulutmu.

Terdiam sejenak, sebelum akhirnya seringai menghiasai wajahmu. Kamu menatap kepala sekolah tersebut yang tengah memandang dirimu dengan seksama.

Menunggu dengan sabar jawaban yang kamu berikan dari tawaran yang ia miliki.

"Pilihanku adalah"

TUBUHNYA yang mungil terjepit dengan sapu, membuatnya tak dapat bergerak karena tekanan yang diberikan dari benda tersebut sangatlah besar.

"Lepaskan aku!" Meronta-ronta berusaha membebaskan dirinya dari sapu tersebut yang ditahan oleh Yuu. Sedangkan kedua siswa nrc tersebut memberikan pujian kepada Yuu.

"Jangan berani-beraninya kamu mengacau lagi, seperti tadi malam ketika upacara berlangsung" Yuu menatap tajam kepada Grim.

"Hmph! Kau membuat kesalahan besar, kau pikir aku akan menyerah dengan mudah!" Perempatan merah muncul di wajahnya, menandakan bahwa rakun tersebut tengah kesal dengan tindakan yang Yuu lakukan.

"PENJAGA!" Grim bergidik ngeri mendengar teriakan Yuu.

"H-HEI! AYOLAH!" Grim tak kalah berteriak kencang, berusaha untuk meredam teriakan Yuu yang tengah ingin memanggil penjaga.

Setelah dirasa suasana cukup tenang, Yuu bertanya kepada Grim, "Kenapa kamu sangat ingin masuk ke sekolah ini?".

Mendengar hal tersebut, Grim mendengus pelan. Ayolah, apakah pernyataan dia saat upacara kemarin tidak terlalu jelas? Sudah jelas ia sudah mengatakannya kepada semua orang saat di tengah-tengah upacara!.

"Itu mudah! Karena aku ditakdirkan untuk lahir sebagai penyihir hebat di negeri ini!" Pernyataan darinya, membuat ketiga remaja tersebut tersentak.

"Uh, yang benar saja?" Ace merasa jengkel dengan pernyataan Grim.

"Aku menunggu sangat lama.. Menunggu kereta kuda hitam menjemput ku, dan sekarang.. Dan sekarang"

Suaranya kini menjadi bergetar begitupun dengan tubuhnya, pandangannya memburam. Air mata menggumpal di matanya, mengingat penantiannya yang sangat lama untuk menjadi penyihir hebat.

"Dan sekarang cermin kegelapan tidak menerimaku, jadi aku harus melakukan sesuatu untuk diriku sendiri! Aku tidak akan menyerah! Aku akan menjadi penyihir hebat!" Tekadnya berkobar di manik biru milik sang Rakun. Ia tidak akan menyerah semudah itu! Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya untuk menggapai tujuannya selama dirinya.

Yuu tertegun kala mendengar pernyataan dari Grim. Mengingatnya kepada seseorang.

'Aku tidak akan menyerah sampai akhir. Aku ingin menjadi ahli pedang!'

Ah, tanpa ada peringatan, suara yang ia kenali memasuki indra pendengarannya. Suara temannya yang berasal dari club yang sama darinya, Koito.

"Aku mengerti. Kamu mempunyai mimpi yang tidak bisa kamu capai" Yuu menyingkirkan sapu yang ia tahan kepada Grim, membuatnya kebingungan.

"Kamu.." Grim menatap Yuu dengan heran.

"Tapi itu mustahil, bukan?" Celetuk Ace, membuat Grim dan Yuu bingung.

"Hanya seseorang yang terpilih dapat menempuh pendidikan di sekolah ini" Mimik sombongnya terpapar dalam wajahnya, membuat Grim menggertakan giginya kala mendengar perkataan dari salah satu siswa Night Raven College.

"Dan kamu tidak bisa, jadi menyerah saja!"

Karena tak tahan, Deuce mencengkeram tangan Ace. Menatapnya dengan tatapan tajam, "Sudah cukup! Yang kamu lakukan sedaritadi hanyalah bersikap kasar!".

"Bukankah kamu mempunyai sesuatu yang ingin dikatakan kepadanya?"

Mendengar hal tersebut, Ace menatap Deuce dengan jengkel, "Huh? Apa? Semangat? Pujian? Jangan konyol".

"Kamu tak bisa memperlakukan hati orang seperti-"

"Ya, ya, aku akan pergi ke kelas" Belum selesai Deuce berbicara, Ace memotong perkataannya. Membuat Deuce kesal dengan tingkahnya.

"Ugh, maaf, tapi aku harus pergi ke kelas" Deuce meminta maaf, sebelum akhirnya ia berjalan menuju kelasnya bersama dengan Ace. Meninggalkan Yuu dan Grim.

Grim yang masih tak terima dengan hal tersebut, apa yang Ace telah katakan kepadanya. Ia segera bangkit, dan bersiap untuk menghajar Ace.

"Kalian, tidak akan kubiarkan" Dengan begitu Grim menyemburkan api biru miliknya, membuat Ace dan Deuce terkejut dan segera menghindari api tersebut.

Kesal dengan apa yang dilakukan oleh Grim, Ace memprotes tindakan apa yang dilakukan Grim, "LIHAT ITU! APA KAMU SEDANG MENCOBA UNTUK MEMBUNUH KU?".

"KAMU MENCOBA UNTUK MEMPERMALUKAN KU! JADI AKU AKAN MEMBAKAR KEPALA PEL MU!" Seru Grim sembari menunjuk ke arah Ace dengan kesal.

Perempatan merah muncul di wajah Ace ketika mendengar perkataan Grim, merasa tak terima dengan apa yang baru saja Grim katakan, "KEPALA PEL?".

"APA KAMU BARU SAJA MENCOBA UNTUK BERTENGKAR DENGANKU?" Tanpa membuang waktu, Ace segera menarik pena ajaibnya dari kantung blazer seragamnya. Dan segera melemparkan serangan kembali kepada Grim.

"Apa itu? Pertengkaran?"

"Bagus! Ayo ribut!"

Tak jauh dari tempat kejadian, kamu sedang berjalan di jalan utama sehabis dari kantor kepala sekolah. Untuk menemui Yuu.

"Halo Yuu! Aku kembali- WHOAH!" Kamu segera menghindar ketika semburan api berwarna biru hampir mengenai dirimu.

Suasana di jalan utama sangatlah ricuh, Ace yang tengah bertengkar dengan Grim dengan terus melemparkan sihir serangan. Ditambah dengan para siswa yang tengah berkumpul untuk melihat pertengkaran tersebut.

"Oh! Pertengkaran!" Matamu berbinar-binar kala melihat mereka bertarung, saling melemparkan mantra serangan. Tak ada yang ingin mengalah mambuat suasana semakin panas.

Ah, akhirnya setelah sekian lama. Kamu menemukan hiburan di tempat ini.

Ace terus melemparkan serangan kepada Grim, dengan Grim juga yang terus menyembur api birunya. Membuat Deuce yang melihatnya takut setengah mati.

Sampai akhirnya Ace mengeluarkan sihir anginnya.

"Rasakan ini!" Ace menyerang Grim dengan sihir anginnya, dan Grim yang juga menyemburkan api biru dengan besar dari mulutnya.

"A-ah, celaka" Matamu yang semulanya berbinar-binar kini menjadi kosong, ketika Ace melemparkan sihir angin kepada api biru milik Grim.

Ini akan menjadi sebuah bencana, karena api miliki Grim dapat menyebar kemana saja ketika terkena sihir angin yang Ace berikan.

Dengan cekatan, kamu segera mengaktifkan kemampuanmu. Untuk menghentikan pertengkaran tersebut.

"Kemampuan-"

"SESUATU YANG BERAT!"

Belum selesai mengaktifkan kemampuanmu, Deuce segera mengeluarkan pena ajaibnya. Dan keluarlah sebuah ketel besar menimpa Ace. Membuatnya gagal untuk melemparkan sihir angin kepada Grim.

"AHH! APA INI!? KETEL!?" Ace berteriak terkejut, ketika dirinya baru saja ditimpuk oleh ketel milik Deuce.

"JUICE! APA YANG KAMU LAKUKAN!? SINGKIRKAN INI!" Ace berteriak kesal karena Deuce menganggu pertempuran dengannya melawan Grim.

Deuce yang mendengar namanya salah disebutkan oleh Ace, menjadi kesal karena tak sesuai dengan nama aslinya, "BUKAN JUICE! TAPI DEUCE!".

"AYO KEMBALI KE KELAS!"

"HUH? AKU BELUM MENYELESAIKAN PERTENGKARAN INI!"

"KAU LEBIH MEMENTINGKAN PERTENGKARAN KONYOL DARIPADA PELAJARAN?"

"MASA BODOH! MASIH ADA KELAS LAIN!"

Selagi Ace dan Deuce sedang bertengkar tanpa memperdulikan Grim, Grim menggunakan kesempatan tersebut untuk menciptakan serangan kejutan kepada Ace.

"JANGAN MENGALIHKAN PANDANGAN DARI MUSUH KETIKA SEDANG BERTEMPUR!" Dengan seringai yang terpampang di wajahnya, Grim menyemburkan api biru miliknya kearah Ace yang sedang terjepit oleh ketel milik Deuce.

"Tch, sialan" Dengan sigap, Ace membalikkan ketel tersebut dan kembali melemparkan sihir angin kepada Grim.

Sayang beribu sayang, sihir angin tersebut melesat ke arah patung ratu hati, membuatnya terbakar.

Melihat patung tersebut yang terbakar, Deuce menatap horor kepada patung ratu hati yang terbakar. Dan Ace yang berteriak panik.

"AHHHH PATUNGNYA TERBAKAR!"

"WAH! TRIK BUNUH DIRI BARU!"

"INI BUKAN TRIK BUNUH DIRI!"

Karena takut, ketika api biru miliknya membakar patung salah satu tujuh besar. Grim segera melarikan diri dari tempat tersebut, "AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN!".

"AH! JANGAN KABUR KAMU, RAKUN!"

Tak!

Suara tongkat yang dipijakkan ke tanah, membuat atensi keempat orang tersebut teralihkan kepada asal suara tersebut.

Seseorang yang tengah menatap mereka dengan tatapan meminta penjelasan kepada mereka, terhadap apa yang telah terjadi.

"Aku datang kesini untuk melihat apa yang telah terjadi, dan-"

Mendengar suara yang dikenalinya, bulu kuduk Ace berdiri. Takut akan apa yang terjadi kepadanya.

"Ah, kepala sekolah.." Gumam Ace menatap kepala sekolahnya dengan tatapan horor.

Kini atensi kepala sekolahnya teralihkan kepada patung ratu hati yang sedang terbakar. Menatap pemandangan yang berada di depannya dengan horor.

Dan kini akhirnya ia mengalihkan pandangannya keempat orang yang tengah menatapnya dengan tatapan ketakutan.

❛ KALIAN BEREMPAT, APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN? ❜

Author Note: Hai? 1 tahun berlalu dan akhirnya aku up book ini, setelah sekian lama aku terlantarkan.

Ada yang nungguin? Kalo ada maaf ya lama up-nya, soalnya aku waktu itu sempet lupa gimana cara nulis book ini lagi dan juga ditambah ide yang suka mentok + kesibukan di real life :).

Sedikit info, ini tetep xmalereader kok! Cuman nanti Chara twst bakal panggil kalian pakai nama keluarga! Yup, nama keluarga kalian Dazai! Karena disini temanya crossover. Dan disini kalian pakai Chara Dazai Osamu dari Bungou Stray Dog! Kuubah jadi Dazai [Male Name]!

Karena Osamu itu nama kecilnya Dazai, nah sedangkan Dazai itu nama keluarganya:).

Sekian terimakasih, jangan lupa vote dan komennya!

BαΊ‘n Δ‘ang đọc truyện trΓͺn: AzTruyen.Top