𝐄𝐕𝐀𝐍𝐄𝐒𝐂𝐄𝐍𝐓 ; 𝐈

EVANESCENT
❛ Dih? Kok cewek cantik kayak aku dibilang penyusup!? ❜

JIKA SESEORANG bertanya hal apa yang membuat Aqua terkejut dalam hidupnya, maka Aqua akan menjawab 3 hal tersebut, yaitu ; Ketika dia bereinkarnasi menjadi anak idola kesayangannya, ketika idola kesayangannya mati tepat di depan matanya, dan yang terakhir ketika seorang gadis muncul secara acak di kamarnya.

Iya benar, seorang gadis muncul di kamarnya secara acak. Membuatnya terkejut setengah mati.

Terlebih lagi sudah jam 12 malam. Mungkinkah gadis yang berada di depannya hantu?.

Memangnya hantu punya bayangan? Sedangkan gadis tersebut mempunyai bayangan. Berarti siapa gadis tersebut?.

"Hai" Gadis tersebut melambaikan tangannya ke arah Aqua dengan canggung.

"Hah?" Otak Aqua berhenti bekerja, melihat gadis tersebut tiba-tiba melambaikan tangan kepadanya.

Sepertinya Aqua terlalu shock untuk kejadian yang baru saja di alaminya secara tiba-tiba.

"Kamu! Penyusup! Apa yang dilakukan di kamarku!"

Aqua menunjuk ke arah gadis tersebut dengan tatapan tajam, membuat gadis tersebut membatu mendengar perkataan yang di ucapkan Aqua.

"Dih!? Maksudmu apa tiba-tiba bilang aku penyusup!? Cewek cantik kayak aku gini di bilang penyusup!? Kurang ajar!"

Gadis tersebut tak kalah kesal mendengar perkataan yang di lemparkan Aqua kepadanya. Bisa-bisanya cowok yang berada di depannya menyebut dirinya seorang penyusup.

Memangnya ada penyusup yang mempunyai paras cantik seperti dirinya? Omong kosong!.

"Kau pasti penyusup kan! Atau kau mungkin salah satu pembunuh yang membunuh ibuku?!"

Oke, semakin lama semakin ngawur perkataan yang di lemparkan Aqua kepada gadis tersebut. Tiba-tiba dirinya di bilang pembunuh oleh cowok yang berada di depannya.

"Enak aja! Sejak kapan aku membunuh orang?! Aku bahkan gak berani memegang pisau!"

"Lalu apa yang kau lakukan di kamarku?! Muncul secara tiba-tiba?!"

"Maksudmu apa muncul secara tiba-tiba di kamarmu- hah?"

Gadis tersebut terdiam ketika menyadari bahwa dia berada di sebuah ruangan yang sangat asing. Bukan ruangan yang dia tempati sebelumnya.

"Tunggu... Jangan-jangan" Matanya menatap horor terhadap ruangan tersebut, sebelum akhirnya mimik wajah sang gadis menjadi kesal.

"Dasar! Penyihir ubanan itu!" Dengan cepat sang gadis mengambil ponsel yang berada di kantung seragam sekolah nya.

Tangannya yang lentik dengan cepat menulis nomor telepon temannya, dan segera menghubungi nomor tersebut.

"Ah, halo [Name]? Ada apa?"

Suara seorang pria terdengar dari telepon tersebut, membuat Aqua menatap penasaran terhadap gadis yang bernama [Name] yang tengah berada di depannya menelepon seseorang.

"Bajingan kamu Solomon! Apa maksudmu dengan 'Ada apa' hah?!"

Kamu menaikan intonasi suaramu mendengar perkataan yang temanmu ucapkan kepadamu.

"Maaf [Name], sepertinya sihirnya membuatmu pergi ke dunia lain ya? Tapi.. uh.."

"Tapi apa hah?!"

Kamu berteriak dengan kesal kepada Solomon, membuatnya terkejut mendengar suaramu yang marah dari gawai miliknya.

"Tapi... Saat ini aku sedang bersama dengan Lucifer, Barbatos dan Diavolo, dan seperti nya kami tidak bisa membawa mu kembali ke Devildom untuk saat ini.. Maaf ya, untuk waktu yang tidak bisa di tentukan kamu harus berada di dunia yang kamu tempati dulu"

Solomon meminta maaf kepadamu, karena tidak bisa membawamu kembali ke tempat tersebut.

Asli, walaupun kamu tidak melihatnya. Tapi saat ini Solomon sedang ketar-ketir karena di tatap tajam oleh ke 3 iblis yang berada di ruangan bersamanya. Hatinya tidak berhenti mengucapkan doa agar dia bisa keluar hidup-hidup.

"Terus?! Aku harus tinggal dimana? Menggembel di jalanan? Ogah banget!"

Bukannya sedih mendengar perkataan permintaan maaf dari Solomon, kamu malah bertambah kesal mendengar hal tersebut.

"Coba untuk menginap di rumah seseorang dulu ya? Ada hal lain yang harus kuurus, selamat tinggal!"

Dengan begitu, Solomon mematikan teleponnya membuat dirimu dipenuhi dengan emosi marah dan kesal. Kamu mencengkeram gawaimu dengan erat, dan menatap nomor telepon yang sangat kamu benci.

"Awas ya anjing kalau nanti aku udah balik ke Devildom, ku pukul palamu" Kamu berucap dengan kesal.

"Kamu itu cewek, tapi omonganmu kasar ya" Aqua menatapmu terkejut ketika kamu mengucapkan kata "Anjing".

"Emang sejak kapan kalau omonganku gak kasar?" Kamu menatap Aqua dengan datar.

"Kamu itu siapa sih? Tiba-tiba muncul di kamarku jam 12 malam, gak jelas banget" Aqua menatap mu kembali dengan tatapan datar.

"Yang gak jelas itu jelas kamu sama si Solomon itu. Tiba-tiba Solomon main asal tarik tanganku buat di jadiin bahan eksperimen nya, terus tiba-tiba kamu yang memanggil ku penyusup lalu berubah menjadi pembunuh".

Kamu menghela nafas panjang, meratapi nasibmu saat ini. Sudah dijadikan bahan eksperimen oleh Solomon yang membuat mu terjebak di tempat lain, dan sekarang kamu di panggil oleh penyusup dan pembunuh oleh cowok tampan yang berada di depanmu.

'Untung ganteng ya, kalau gak mungkin udah ku pukul'

"Hey"

Aqua menatapmu dengan penasaran saat kamu memanggilnya, dia mengernyitkan alisnya mendengar mu yang memanggilnya tiba-tiba.

"Ada apa?" Aqua bertanya kepadamu dengan bingung.

Kamu menatap Aqua dengan gugup, malu untuk meminta sesuatu yang sangat penting kepadanya. Perlahan-lahan kamu mengambil nafas dan mengeluarkannya, sebelum akhirnya menatap Aqua dengan serius.

❛ Aku numpang hidup di rumahmu dulu, bolehkan?  ❜




BαΊ‘n Δ‘ang đọc truyện trΓͺn: AzTruyen.Top