~||2||~
Setelah (Y/n) dibelikan pop ais oleh Asep...
"Loh lu mo kemana?"
"Jalan-jalan."
"Mau ditemenin gak?"
Andrew menawarkan untuk menemani (Y/n) keliling-keliling sekolah.
"Gak usah deh. Bisa sendiri w."
"Yodah, pergi sendiri sono, awas nyasar."
"Yakali guhek nyasar. Betewe makasih dah beliin pop ais ya bang. Bai-bai..."
(Y/n) menyeruput pop ais nya lalu pergi begitu saja.
"Sop, yakin nih (Y/n) biarin aja?"
"Biarin aja lah. Dah lah yok ke rooftop."
***
"Waw gede banget... Kelasnya juga banyak banget."
Ya iyalah, (Y/n). Namanya juga akademi;)
(Y/n) benar-benar terpana akan pemandangan Akademi Oletus. Dia terus berjalan sambil menyebut kata "wow" berkali-kali, tak peduli dengan orang-orang yang melihatnya.
Tak lama kemudian, (Y/n) memutuskan untuk kembali. Setelah berjalan kesana-kemari, (Y/n) malah berakhir di tempat yang sama, yaitu taman. Dan dia terus melakukannya berkali-kali. Dan ketika (Y/n) sadar bahwa dari tadi dia hanya berputar-putar...
"Sialan, gw nyasar."
(Y/n) melihat ke sekitar taman. Tak ada siapa-siapa, hanya ada dirinya saja.
"HUWEEE GW NYASAR"
(Y/n) pun duduk di salah satu bangku taman. Tiba-tiba dia sadar bahwa ternyata pop ais nya sudah habis. Meski di dekatnya ada tempat sampah, (Y/n) mager buat buang plastik bekas pop ais nya. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, (Y/n) pun membuangnya karena ntar kalo ada guru yang ngira (Y/n) buang sampah sembarangan, bisa mampus;)
(Y/n) terus termenung dengan muka sad. Ya iyalah sad. Siapa yang malah seneng kalo nyasar? Situ sehat?
APALAGI KALO NYASAR NYA PAS MPLS DAN LU LAGI ADA KEGIATAN KELOMPOK.
Yap, (Y/n) pun merasa kena Despair.
"What Should I do..."
"Punten gopud."
Mendengar seseorang mengatakan itu, (Y/n) langsung pasang muka "wtf-".
"Sapa nya yang bener kek, Gal..."
"Saha sih..."
(Y/n) mendongak lalu melihat dua orang gadis, dengan warna rambut yang hampir sama, yang satu rambutnya pendek namun acak-acakan, dan satunya lagi panjang rambutnya ampe siku dan agak acak-acakan.
"Kamu siapa? Perasaan gak pernah liat deh..."
"Lah guhek yang harusnya nanya... Kakak siapa?"
Dua gadis itu pun saling pandang. Setelah itu mereka memperkenalkan diri. Yang rambutnya pendek namanya Mary, dan yang satunya alias yang rambutnya panjang namanya Galatea. (Y/n) juga mengenalkan dirinya, tak lupa juga dia bilang bahwa dia itu murid pindahan.
"Kakak kelas berapa?"
"Ah! Kami kelas 3A! Kamu?"
"Kelas 2A."
"Oh... Btw kamu ngapain sendirian disini? Bentar lagi jam istirahat selesai loh... Dan kelas 2A agak jauh dari sini..."
"Jadi gini kak... Aku tuh ceritanya keliling-keliling... Nah... Lalu aku nyasar."
"Kalo gitu, biar aku sama Gala anterin kamu ke kelas! Bentar lagi jam istirahat habis!"
"Wah, makasih, kak!"
Singkat cerita (Y/n) pun diantarkan ke kelasnya oleh Mary-senpai dan Galatea-senpai. Tepat waktu, ketika mereka sampai bel berbunyi.
"Sekali lagi makasih banyak, kak!!"
"No problem! Lain kali jangan sampe nyasar lagi, ya!?"
"Hehehe, iya, kak..."
Mary dan Galatea pun berpisah dengan (Y/n).
"Mary, habis ini jam pelajaran apa?"
"Matematika."
Galatea diam sebentar.
"Mary, Kuy bolos lagi kek Minggu kemaren:D"
"Hayuk:D"
Mary sama Galatea pun langsung cabut ke rooftop. Perbuatan mereka ini jangan dicontoh ya Ged, apalagi kalo bolosnya pas pelajaran "Matematika Ilmu Yang Mematikan"//heh
(Y/n) pun masuk ke kelasnya. Seketika dia tersentak melihat semua orang memakai seragam olahraga, kecuali Andrew.
"Loh, ada pelajaran olahraga ya Ged?"
"Iya, (Y/n). Hari ini ada pelajaran olahraga."
(Y/n) poker face lalu duduk di bangkunya.
"Darimana aja lu?"
"Kepo lu bang."
~~~
"Eh, kamu mirip banget loh sama karakter ini!"
- (Y/n) Carl
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top