Chapter 5 - Aku Menyukai Mu

Sore itu pasangan Hikari dan Kage pulang bersama seperti hari-hari yang lalu, Kagami hanya diam saja semenjak pulang dari ruang klub musik.

“Kagami kun memangnya tadi di klub musik apa yang kau lakukan sendirian? ”, Tanya sang Kage, mencoba memecah keheningan meskipun dirinya sendiri tau ia tak pandai dalan hal itu.

“berbicara dengan seorang gadis, Kuroko apa kau yakin tak melihat seorang pun di ruangan itu ?”,
tanya Kagami sekali lagi setelah pertanyaan ke sepuluh nya.

“Tidak Kagami kun, tapi saat pelatih membiarkan mu pergi ada suara biola lagi, permainan nya aneh sekali, seperti yang memainkan biola itu sudah terluka”,

“Kuroko bagaimana kau tau si pemain biola sedang terluka atau tidak ”,

“Kagami kun seperti biasa kau tak terlalu peka dalam perasaan seseorang yah”, lagi-lagi Kuroko berkata #Fakta xD#dengan  wajah datarnya,

“Kuroko temee, aku hanya bertanya padamu Ahooo ...,”,
“Tentu saja karna permainana yang di mainkan seorang violinist tergantung dengan mood perasaannya saat itu, mungkin si pemain sedang merasa sedih atau khawatir atau bahagia ada banyaak perasaan yanng dimiliki manusia Kagami kun”,

“Kuroko kau tau banyak...”,
Puji Kagami kagum,
“Tidak .. hanya saja Kagami kun pengetahuannya lebih sedikit dari milikku ” ,
Dan berakhirlah cekik mencekik yang di lakukan Kagami di jalanan.

Skipppp.....

Besoknya Tim inti Seirin sudah bersiap-siap untuk pergi ke Kirisaki Dai Ichi,
“hai ... apa semuanya sudah berada disini ? .... , Kuroko kun juga sudah ada disini baiklah ayooo berangkat”, Semangat Aida Riko meneger selaku pelatih Tim Basket Seirin.

“Kagami kau sudah menyelesaikan masalahmu itu dengan gadis yang kau maksud kan ?”,

“Ah ... itu belum kulakukan senpai ... lagi pula dia menghilang begitu saja”

“Begitu kah .,.. meskipun begitu berkonsentrasi lah jangan sampai kehilangan konsentrasi mu sedikit saja, Kirisaki Dai Ichi akan menghancurkan mu nanti”,

“Hai ... senpai”,

Skippp.....

Decitan sepatu basket yang bergesekan dengan lantai  lapangan menggema di seluruh gedung gymansium Kirisaki Dai Ichi, memang tidak begitu banyak penonton yang datang dan  bersorak menyemangati namun tetap saja terasa ramai.

di quarter petama Tim bermain dengan sempurna, bahkan anak kelas dua pun di ikut sertakan bermain menggantikan Izuki atau Mitobe.

Dan ada satu orang tambahan dari Seirin yang tidak ada hubungannya dengan basket namun dia ikut, dan orang itu adalah .....

“Aria sensei, kau jadi datang ..?”,
Ucap Riko melambai lalu mempersilahkan Aria duduk di sebelahnya,

“Benar ... , mana mungkin sekolah mengabaikan kerja sama dengan Kirisaki Dai Ichi ”,
Ucap Aria dengan tenang.

Riko mengenal Aria baru-baru ini dikarenakan Aria sendiri adalah sejarah baru yang mengajar di kelas Riko sekaligus menjadi wali kelasnya.

“Riko sendiri ... kau menemani tim basket kah ?”
“ah benar ... , ",

Quarter pertama selesai, di susul quarter ke 2, ke 3  dengan Seirin yang memimpin tidak terlalu jauh karna menurut pengamatan Riko, Kagami tidak terlalu fokus.

Lalu di mulai lah Quarter ke 4 dengan pemain-pemain Kirisaki Dai Ichi yang mulai membrutalkan permainan basket, Riko yang sudah tau hal ini akan terjadi hanya mencadang kan Kiyoshi.

Tentu saja Kiyoshi tidak terluka namun pemain inti lainnya sudah babak belur di mana-mana, Bahkan Kuroko mempunyai luka di sudut bibir nya.

“Oiii.. Riko ini sudah keterlaluan .... mengapa kau tidak melaporkan ini ke kepala sekolah Kirisaki Dai Ichi ?”,

“tentu saja sudah pernah ... , namun yang mereka bilang mereka tidak peduli cara apapun asalkan mereka bisa menang”,
Mata Aria tak henti menatap Tim Basket Seirin terutama si Kage dan Hikari itu.

Quarter terakhir di akhiri dan semua member berkumpul untuk memberi hormat kepada pemain Kirisaki Daichi, lalu menuju bangju dimana Riko, Aria dan pemain cadangan duduk.

“Riko .. sensei pamit dulu masih ada yang harus di urus”,
“Ah ... iya terimakasih sudah mau mampir sensei”.

Kagami yang baru menyadari bahwa Aria tahu sesuatu tentang mu jadi ia ingin mengejar Guru itu,

“Pelatih .. kapten, aku pergi duluan ..”, Kagami tanpa menganti baju hsnya membawa kaos putih berlambang Seirin dan Hanphone nya.

“Apa kau bilang haaaaaa.... tolong katakan lagi aku tak bisa mendengar nya dengan baik”,
Riko sudah mengangkat Kipasnya.

“Kumohon ... hanya untuk kali ini Pelatih ... aku harus mengurus beberapa hal .. Onegaishimasu”,
bungkuk Kagami, lalu disusul senyuman lembut dari Riko.

“Baiklah .. pergi lah Kagami kun, selesai kan urusan mu”, sekali lagi Riko melepas Kagami,

“Kuroko bawakan tas ku jika  sudah selesai ”,
Kagami langsung pergi begitu saja.

Skippp...

DUKKKK.......TAKKKK...TAKKK....

Pijakan tidak sabaran dari sepatu basket Kagami berpadu dengan lantai Seirin, ia teringat apa yang dikatakan Aria padanya sebelum ia berlari kesini.

FLASHBACK...

“Kan sudah ku bilang bocah, jauhi (Name)!!”,
Ucap Aria yang di tarik Kagami tiba-tiba saat dirinya sudah sampai gerbang Kirisaki Dai Ichi.

“Kumohon sensei ... jelaskan alasan aku harus menjauhi (Last Name)”,
Kagami membungkuk 90 derajat bersungguh-sungguh meinta penjelasan tentang mu.

“inilah sebab nya aku membenci bocah ... mereka keras kepala ”,
Aria menghela nafas, “Baiklah .. akan ku beri tahu, tapi kau tidak boleh berteriak ”,

“Hai...” jawab Kagami spontan.

“(Name) itu sudah meninggal 4 tahun yang lalu”,
“APAAAAAAA....”,

DAKKKK....

“sudah ku bilang jangan berteriak bukan .... , !!”,
Ucap Aria setelah menjitak kepala Kagami.

“Bisa sensei jelaskan lebih rencinya ...?”,
“(Name)... itu adalah arwah penasaran, dia itu teman satu les ku musik ku, dia bermain violin sama seperti ku, saat konser terakhir nya di Jepang sebelum dikirim ke Eropa dia mengalami kecelakaan kau ini ada berita besar dan kau tidak pernah tau, bukalah artikel “Violinist berbakat yang meninggal di usia muda”, Aria bersidekap dada sembari menunggu Kagami mencari artikel itu di internet.

Pupil mata Kagami membulat sempurna ketika melihat fotomu di salah satu artikel yang ia baca,

“gadis berbakat bernama (Full Name) meninggal karna kecelakaan, padahal hari itu adalah hari di mana konser terakhir nya di Jepang, sebelum ia dikirim ke Eropa untuk belajar dan menjadi Violinist terkenal, kabarnya dia meninggal karna pembunuhan berencana yang di lakukan salah satu suruhan pesaing nya yang tak lolos perlombaan, sayang sekali padahal dia gadis yang baik dan seharusnya karirnya masih panjng”,
Kagami membaca keseluruhan artikel itu.

tak hanya berita di artikel itu, namun berkali-kali, ia membuka artikel yang lain berharap berita meninggal tentang mu adalah kebohongan belaka, namun yang Kagami harapkan hanya menjadi harapan semata.

“bagaimana sudah percaya ? Kaga-”,
“Permisi sensei ... dan terimakasih informasi nya...”,
  Kagami berlari melewati Aria begitu saja,
mengabaikan tata krama yang harus ia terapkan pada orang yang lebih tua darinya.

Dari kejauhan Aria hanya tersenyum tipis bibir nya membentuk kata,

“Good Luck”

FLASHBACK END

Hari sudah sore, matahari menenggelamkan dirinya secara perlahan, Bangunan  Seirin yang sekarang Kagami telusuri  terasa begitu angker, namun Kagami mengabaikannya demi bertemu dirimu.

Saat ini ada suatu tempat yang entah mengapa Kagami yakin dirimu sedang berada disana,

BRRAKKK..TAKKK...GREBBB.

“(Last Name)... ,aku menerima mu.... ”,
peluk Kagami dari belakang saat kau sedang mengamati matahari terbenam di bawah bunga Sakura.

Matamu melebar dan mengeluarkan cairan bening yang entah mengapa terjun dengan sendirinya... , terkejut dengan apa yang Kagami lakukan padamu, namun bukan itu yang membuatmu menangis, bukan juga karna rasa sesak karna pelukan Kgami, melainkan karna kata-kata Kagami barusan.

“ehh...Kagami kun ?, kenapa bisa ada disini bukannya kau-”,
“Suki desu .... (Last Name) senpai”,
potong Kagami,
“Haaaaah ?”
“Suki desu ..... jadilah pacar ku (Last Name) senpai”, teriaknya sekali lagi.
“Gomen Kagami tapi aku ....”

Yooooo .... Hayoo ... Kagami di tolak yah ....., :v , yahh ... ntar kalian ngejones lagi dong :v

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top