Chapter 10 - Lagu Yang Tersampaikan


"Hmph... bilang saja kau tidak bisa Nodayo.." Hina sang Shooting Guard yang entah kenapa sudah ada di belakang mu,

"Kau meremehkan ku bocah lumut Tsundere, mphh .. baiklah kita lihat saja siapa yang menjadi tergagap di atas panggung nantinya", Ucap mu berapi-api , kau terlihat kekanak-kanakan mudah terpancing dengan omongan Midorima, dan tanpa sadar Kagami ikut tertawa melihat tingkah mu yang membawa Violin sambil berapi api.

Panggung di naikkan dan kau bisa melihat banyaknya penonton yang sedang menatap mu,

"Oiii .. Tsundere san, kau sebagai pengantar, mainan Saint-Saëns, aku akan memaindan Rondo Capriccioso", ucap mu berbisik dan di balas anggukan singkat Midorima, sebelum duduk dan meletakkan lucky item berupa boneka Kucing berpose banzai itu.

Permainan kalian di mulai, Awal gesekan biola mu normal dan teratur Midorima masih mampu mengikutinya karna Midorima sendiri bisa bermain piano walaupun ia tak tau, kemampuan piano nya saat ini pantas di sebut sebagai Pianist atau tidak.

Di awal permainan berlangsung beberapa orang yang tidak mengerti partitur musik, menatap mu dengan pandangan terkagum, sedangkan segelintir orang yang mengerti miss partitur musik seperti Akashi menatap mu kagum.

3 menit berlangsung normal, kau menyeringai ke arah Midorima dan merubah cara bermain mu, saat itu juga para penonton bersorak ria, permainan mu memang kacau namun tetap membentuk suara yang indah.

Kau dan Akashi sebenarnya pernah saling mengenal di suatu pertandingan violin ternama di Jepang, dulu kau itu pemusik yang mengikuti partitur layaknya sebuah mesin, tidak, tidak ada yang memaksamu bermain seperti it, malah kau sendiri yang telah menetapkan pada dunia musikmu kau akan mengikuti apapun yang partitur katakan.

Semenjak itu kau tak bisa hidup bebas, latihan pagi hingga malam, sisanya waktu di gunakan untuk tidur, makan, mandi, sekolah dan belajar,

namun setelah kau meninggal tentu saja kau tak memiliki tujuan lagi, meskipun kau masih menghafal betul partitur-partitur yang sudah mendarah di dirimu, tidak akan ada orang yang bisa melihat mu dan permainan mu, mungkin mereka hanya bisa mendengar suara violin mu.

Maka dari itu kau berencana menghabiskan seumur hidup setelah kematian mu untuk belajar bermain tanpa partitur, kau menciptakan permainan mu sendiri dan lagu mu sendiri namun tak pernah mencatat nya, kebanyakan lagu-lagu yang sudah kau ciptakan itu berasal dari perasaan mu.

Seperti saat ini para penonton seolah-olah bisa mendengar arti dari permainan mu,

Seolah-olah kau mengatakan,

"Aku bertemu seorang pria dengan badan besar nya dan tatapan tajamnya di bulan april"

"Dia sepertinya kabur dari upacara penerimaan murid baru"

"Tak kusangka ia bisa melihat ku..."

"Dia pria polos tak seperti penampilannya, dia bahkan kemari hanya karna mendengar permainan biolaku"

"Aku beruntung saat itu bermain biola disana..."

"Dia bilang dia mencintai ku, dan memintaku untuk menjadi kekasih nya"

"Hahaha... andai aku melihat betapa lucunya wajahnya saat itu,"

"Aku takkan lupa, .... aku takkan pernah melupakan dia "

"Pria polos yang mempunyai porsi makan besar, sedikit ceroboh dan tak bisa menahan amarahnya"

"Grasak-grusuk bahkan pelupa bahwa aku ini sudah meninggal"

"Pria yang rela mencengkram jersey pemain Seiho hanya karna aku yang telah tiada ini"

"Sampai menghilang nanti pun aku takkan lupa...."

"Aku takkan lupa Kagami Taiga kun..."

Permainan mu tiba-tiba berhenti, begitu pula dengan tangis penonton yang bisa merasakan perasaan kuatmu yang hanya mengalir begitu saja dari permainan biola mu,

Midorima juga tak memungkiri bisa mendengar suara mu, bahkan sang Wortel Tsundere itu harus menyembunyikan wajahnya agar Takao tak meneriaki nya "Cengeng".

Keringat membanjiri dirimu, Kepala mu mengadah menatap lampu panggung yang bersinar diatas kepala mu, Lalu menatap penonton yang berkaca-kaca bahkan beberapa dari mereka air matanya telah tumpah.

Pandangan mu mengabur, dan kau terjatuh di panggung itu, Midorima mencoba menggapai mu, penonton tak kalah terkejutnya, Kagami yang melihat mu tersenyum padanya sebelum kau terjatuh merasa ada yang aneh, jadi dia mendahului Midorima menggapai mu.

"(Name)... (Name).. Oiii .. (Name) , kau bisa mendengarku ?, Jawab aku (Name)..." Teriak Kagami padamu,

Kesadaran mu memang tak sepenuh nya menghilang, namun kau hanya bisa mendengar samar apa yang di katakan Kagami pada mu, kau toleh kan kepala mu, para penonton, pekerja di balik layar bahkan Riko dan Hyuuga pun berlari menuju mu, tak sadar kau tersenyum lemah.

Tangan mu terulur untuk membelai wajah Kagami, dan Kagami juga menggenggam erat tangan mu,

"Aku sangat beruntung, Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu Kagami kun, Aku sangat beruntung bisa berada di sisimu. Dan aku sangat beruntung menjadi orang yang kau cintai...", Tak terasa air mata mu mengalir menuruni pipi mu begitu saja,

"(Name)..., jangan bercanda , ayo bangun kau belum menyelesaikan pertunjukan mu bukan?", tak hanya dirimu, Air mata Kagami entah sejak kapan turun mengaliri pipinya dan menetes di wajahmu,

Kau tak bisa mendengar apapun dari nya bahkan dari Riko yang berteriak memanggil mu, kau tak bisa mendengar satu kata pun dari mereka walaupun kau tau Kagami sedang memarahi mu karna mengira dirimu sedang bercanda,

dirimu mencoba untuk duduk menghadap Kagami dengan sisa tenaga yang kau miliki.

"Cium aku Kagami kun", Pinta mu yang sudah duduk, badan mu perlahan demi perlahan menjadi transparan di pelukan Kagami, tanpa di minta untuk yang ke dua kalinya bibir Kagami sudah bertemu dengan bibirmu.

Kau memejam kan mata membiarkan ciuman pertama mu menjadi milik laki-laki yang menemukan mu di guguran sakura hari itu, dan cinta pertama mu,

Air mata mu tak berhenti mengalir , serasa cukup dan waktunya untuk berpisah kau melepaskan ciuman itu dan berbisik di pelukannya.

"Suki dayo.... daisuki ... dayo , jangan lupakan aku yah , ", Kagami mengangguk di kepala mu menyiyakan apapun yang kau minta.

"Mandi lah dengan teratur , makan lah makanan yang sehat, jangan tidur terlalu larut, belajar lah yang bersungguh-sungguh, jangan ceroboh lagi", Kau mengkhawatirkan kehidupan Kagami bahkan di saat-saat terakhir mu bersama nya.

Tubuh mu semakin menghilang di pelukannya

"Sampaikan salam ku pada semuanya yah ... , sampai kan juga permintaan maaf ku karna tidak menyelesaikan lagunya, jika kita bertemu lagi ... , akan ku selesaikan lagu nya aku janji", Tubuhmu menghilang dari pelukan Kagami,

membentuk butiran-butiran cahaya yang menyilaukan semuanya, cahaya dengan berbagai warna, kau beruntung mengenal mereka semuanya bahkan setelah kematian mu, mungkin jika tanpa mereka semua cahaya mu takkan menjadi seberwarna ini...

Dan dengan begitu kepergian mu mengakhiri konser kecil-kecil an itu..

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top