6. Sean: Teman Tapi Sayang

Aku sedang asik mengobrol tentang berbagai sampah aneh yang Langit temukan, dengan Langit tentu saja, saat Priaji tiba-tiba menunjuk ke arah selatan. "Wah, Si Sapi!" Begitu ujarnya.

Aku dan Langit menoleh ke arah selatan, sesuai dengan arah telunjuk Priaji. Nihil, tidak ada sapi, tidak ada manusia, yang ada hanya seekor kucing belang hitam-putih. "Walah Si Sapi, lama tidak kelihatan kucing itu." Lintang menimpali seolah sudah kenal akrab dengan kucing bernama Si Sapi.

"Siapa? Keluargamu juga?" Tanyaku pada Priaji.

"Bukan, dulu dia peliharaan Pak RT, sering bermain dengan Rahayu, bisa dibilang keduanya berteman baik." Priaji lantas bercerita mengenai pergaulan Rahayu, kucing sekaligus istri Priaji. Dimulai dengan Rahayu kecil yang ditemukan di pinggir selokan, Rahayu yang punya banyak teman, Rahayu yang diincar banyak pejantan, hingga sampailan pada kisah spesial antara Rahayu dengan Si Sapi.

"Jadi begitu, mereka sering tidur bersama, menjilati satu sama lain, lari-lari sepanjang pantai dan aku yakin keduanya jadi saling suka." Priaji masih asik bercerita.

"Teman tapi sayang?" Lintang menanyakan hal yang tidak perlu ditanyakan.

"Benar, teman tapi sayang, berawal dari teman lalu sampai berkembang biak, iya Si Sapi itu ayah biologis dari anak-anakku." Aku tidak tahu harus berkata apa. "Jadi begitu, kucing saja kisah asmaranya lebih menarik dari hidupku."

____

Friends to Lovers

Pandu

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top