22. Nine: Kembali
Aku yakin aku sudah rusak. Kaki dan tanganku sudah lepas. Sirkuitku sudah korslet. Aku yakin setelah sembilan tahun hidup ditopang baterai betkapasitor super besar sebagai robot penunjuk jalan, aku akhirnya rusak.
Tidak ada robot yang memimpikan menjadi rusak, atau memimpikan hidup selama sembilan tahun hanya sebagai penunjuk jalan lalu hancur akibat ledakan besar di tempatnya bekerja sebagai penunjuk jalan.
Aku tahu robot diciptakan oleh dan untuk manusia, termasuk aku yang diprogram untuk membantu manusia agar tidak tersesat. Seharusnya aku tetap berada di jalurku sebagai pemandu jalan, sesuai program yang ditanamankan, dan pengetahuan yang dibagikan. Tapi aku merasa sedikit berbeda sebelum akhirnya aku yakin aku sudah rusak.
Aku ingin lebih dari menjadi penunjuk jalan dan memahami apa yang manusia sebut sebagai puas dan bahagia. Tapi aku ini robot penunjuk jalan, dan aku yakin aku sudah rusak akibat ledakan besar.
"Menghubungi server..."
Tapi sensor optikku bekerja.
"Mereka ulang sistem gerak..."
Kaki dan tanganku ada di tempat yang benar.
"Selamat datang kembali robot, apa kamu merasa senang sekarang karena aku sudah memasang kaki dan tanganmu seperti semula?" Sebuah suara memasuki sensorku.
"Mengkalibrasi respon..."
Aku berfungsi dengan baik.
"Senang? Aku senang jika bisa membantu, apa anda butuh petunjuk jalan?"
Tidak ada robot yang memimpikan menjadi rusak, atau memimpikan hidup selama sembilan tahun hanya sebagai penunjuk jalan lalu hancur akibat ledakan besar di tempatnya bekerja sebagai penunjuk jalan.
Tapi aku tidak jadi rusak, dan mungkin ini yang manusia sebut sebagai puas dan bahagia.
"Aku Lintang, kamu?" Suara itu kembali bicara.
_____
Kebahagiaan yang tertunda
Nine bakal bahagia
Pandu
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top