20. Priaji: Sayangku

Pertama kali melihatnya, aku langsung tahu kalau ada sesuatu yang berbeda dan unik tentangnya.

Aku bertemu dengannya lima tahun lalu saat sedang berjalan-jalan di taman dekat apartemen untuk mencari angin setelah sebulan penuh berkutat dengan naskah novel dan tidak menginjakan kaki di rumput. Ia duduk di salah satu bangku taman, menatapku dengan mata besarnya, dan mulai bicara. Saat itu aku langsung tahu, ia istimewa.

Aku terus menemuinya di taman itu setiap hari selama seminggu. Membawakannya makanan atau sesuatu yang bisa meredakan kebosanan. Kami berinteraksi dengan cukup baik dan aku mulai merasa siap untuk membawanya ke rumah.

Pada pertemuan ketujuh, aku memberi tahu niatku padanya untuk mengajaknya berkunjung ke rumahku. Aku tidak begitu ingat bagaimana ia menanggapi ide itu, tapi aku yakin saat itu ia tidak keberatan karena ia dengan suka rela mengekoriku menuju apartmenen. Saat itu aku tahu, ia ditakdirkan untukku.

Aku belum sepenuhnya mempersiapkan apartemenku untuk ditinggali olehnya, jadi aku bilang padanya kalau aku akan membelikan semua perlengkapan yang ia butuhkan untuk tinggal jika ia bersedia untuk tinggal dan menemaniku.

Saat itu aku masih dikejar deadline naskah dan aku tidak keberatan kalau ia ingin pergi ke luar atau mengabaikan aku selama aku bekerja. Tapi ia istimewa dan aku tahu itu. Ia menemananiku menulis, duduk di sampingku, beberapa kali mengeluskan tubuhnya padaku, membuatku makin yakin kalau ia diciptakan memang untukku.

Seperti janjiku, beberapa kali aku membawanya ke swalayan untuk membeli berbagai perlengkapan yang ia butuhkan untuk tinggal. Aku membuatkannya kamar, menuliskan namanya dalam naskah-naskahku, dan memanjakannya sebisaku.

Tidak terasa sudah lima tahun kami tinggal bersama, tapi sungguh, aku tahu sejak awal kalau ia milikku.

____

Song fiction lagu I Knew It
Iya ini Priaji Furry lagi cerita tentang kucingnya, mentalnya udah kenak emang dia mah.

Pandu

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top