chapter - 3
Medi masih dengan kesibukkannya menulis rekam medis pasien yang hari ini gak tau kenapa pasien nya jadi numpuk apalagi setelah dokter bram visit padahal sebelum operan shif pasiennya bahkan cuman dikit dan sekarang jadi full bed
"Deeeekkkk obs 3" Medi meneriaki salah satu mahasiswi yang sedang dinas
"Ya kaaaaakk" jawab mahasiswi yang merasa menjaga ruangan tersebut sambil lari kearah Medi
"Kamu tolong kamu tensi ulang ibu ani hamida trus tampung urin ibu ani ya trus cek protein nya kasih liat ke aku yah" jelas Medi ke mahasiswi akbid
"Maaf siaap kak" jawab mahasiswi dengan gerakan siap dan langsung melakukan yang disuruh medi
"kenapa pasien ini banyak amat sih yang lahiran, musim lahiran kali ya?" Keluuh Medi yang merasa kerjaan kali ini banyak
"Adaaa elu sih Med bau pasien jadinya rame, sebel gue setiap satu shif sama lu gak pernah tuh gue duduk2 prinses" cecar Delia senior nya
"Haha kakak ada-ada aja deh, mungkin memang lagi musimnya" jawab Medi sambil memamerkan giginya
Yee lawak nih orang mana ada hubungan nya bau pasien sama gue, jelas-jelas badan gue bau vanilla. Batin medi
"Lu kira duren apa pake musiman aja yang gak tau istilah nih yeee setiap orang tuh ada bau nya, kayak macam lo ini bau pasien lahiran ada juga yang bau pasien perdarahan contohnya tuh ya yang paling parah kayak mba dara" jelas Delia
"Emang Mba Dara bau apa kak?" Tanya medi
Delia memajukkan kepala nya kearah telinga medi
"Bau daki Med, setiap dia yang jaga semua suami pasien kayak nya dekil kucel semua" bisik delia
"Haha Astaghfirullah kak, parah ih kakak fix udh aku rekam nanti aku kasih ke Kak Dara" sambil menunjukkan hp nya
"Embeer luu, lagian emang iya loh Med lu coba dah sendiri nanti kalau satu shif sama dia" jawab Delia dengan yakin
"Maaf lapor kak tensi ibu ani 170/100 mmHg, urin nya positif 3" tiba-tiba mahasiswi yang diminta tolongi oleh Medi datang dan menjelaskan hasil pemeriksaannya
"Oh okee, kamu ambil nefidipin ya 1 trus suruh ibunya minumin dan kamu pasang infus trus jangan lupa bolus 4 gram MgSO4 trus drip 6 gram MgSO4" jelas Medi pada mahasiswi tersebut
"Siap kak" jawab mahasiswi itu dan pergi meninggalkan Medi
"Kak mana lagi laporannya yang belum di tulis sini aku bantuin tulisin" tanya Medi
"Oh gak usah mending lo coba VT pasien yang di tindakan 1 dan 2 deh"
"Oh ya udh deh kak" medi langsung jalan menuju ruangan tersebut
Medi memakai handscoonnya dan mahasiswi kebidanan langsung mengikutinya
"Maaf kak mau vt ya? Aku boleh nyoba ya kak" pinta mahasiswi itu
"Nama kamu siapa?" Tanya Medi
"Arin kak" jawab Arin
"Hmm yaudh yuk" Medi mengiyakan
"Selamat siang bu diana, saya periksa dulu ya bu udah pembukaan berapa" Medi memberikan informed consent pada ibu yang akan di periksanya
"Iya bu bidan, pelan - pelan ya bu" ibu itu mengizinkan
"Ayok cobaa di buka paha nya, nah iyaa maaf ya bu saya masukkin jari saya ibu tarik nafas panjang lalu buang perlahan" ucap Medi dengan santun dan mulai memasukkan 2 jarinya secara perlahan ke dalam vagina ibu, mengecek dan memastikan pembukaan ibu tersebut
"Sebentar ya bu sekali lagi" medi langsung mengode arin untuk menggantikan posisinya melakukan vt
"Maaf ya bu" Arin meminta izin dengan pasien dan setelah ia rasa sudah ia mulai mengeluarkan tangan nya dan merapikan pakaian pasien kembali dan melepaskan handscoon nya
"Lengkap ya kak?" Tanya Arin sedikit ragu
"Ibu ini pembukaanya masih 5 ya bu, ibu kalau mules tarik nafas panjang dari hidung lalu buang perlahan dari mulut jangan ngeden-ngeden duluu yah nanti mulut rahim nya bengkak, banyak makan banyak minum ya bu" Medi menjelaskan hasil pemeriksaanya pada pasien tersebut
"Makasih ya bu bidan, tapi saya gak kuat mules banget, berapa lagi pembukaannya ya bu bidan?" Tanya pasien itu sambil mengelus-ngelus pinggang nya
"Iyaa bu, bagus itu kalau makin mules berarti bertambah pembukaannya, sekarang dedek nya lagi cari jalan lahir, masih 5 lagi bu pembukaan nya, jadi ibu makan yang banyak biar nanti kalau pembukaannya udah lengkap ibu ada tenaga nya, semangat ya bu, yaudah saya tinggal bu" Medi menjawab pertanyaan pasien tersebut dengan lembut dan pindah untuk memeriksa pasien yang lainnya
"Terimakasih bu bidan" jawab pasien itu
"Maaf kak aku kok kurang paham deh vt" keluh mahasiswi yang masih mengikuti Medi
"Waktu kamu masukin jari kamu tadi, yang keraba sama kamu apa?" Tanya Medi
"Anget kak" jawab mahasiswi
"Haha itu rasanya arin, yang aku tanya kamu keraba apa?" Medi menertawai adik mahasiswi itu dan kembali teringat waktu dirinya pertama kali merasakan VT jaman kuliahnya dulu
"Heheee aku ngeraba melendung kayak balon gitu trus keras" jelas Arin
"Nah itu ketubannya, kamu cari mulut portionya yang kayak cincin gitu kerabanya trus kamu cek berapa lebar mulut portionnya, kamu udh ngukur jari kamu belum?" jelas Medi
"Udah aku ukur kok kak, oke aku coba vt lagi ya kak ikut kakak" pinta Arin
"Yaudh yuk" jawab Medi
Medi mulai memakai handscoon baru kembali dan memeriksa pasien-pasiennya diikuti mahasiswi kebidanan, setelah selesai medi mulai menulis di laporan hasil dari pemeriksaannya
----------
VT (vagina toucher) yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan jari ke dalam liang sanggama untuk mngetahui Pasien yang baru datang, sudah inpartu/belum, Menetapkan titk awal suatu persalinan, Menetapkan ramalan perjalanan persalinan
Haaaaaaaiiiii hooooiiiiiii ukhti ikhwan bro sist boy girl akuuuu datang kembali niiih
Eh bentar aaku belum salaam yaaah
Hahaha lupaaa niih
Assalamualaikum readers
Sebelumnya aku buat cerita ini bukan bermaksud untuk vulgar yaaa karena aku bikin cerita tentang bidan gitu jadi yaaah memang begitu
Pleaseeee kalian kalau gak ngerti bisa langsung komen dan langsung aku jawab ciuuus dan ndak oong
Aku gak ada sensor2an ceritaaa
Tapiiii alhamdulillah ya sudah sampai tahap iniii please loh yaaaa gue minta tolongggg kalian untuk vote, comment, add to library, add to reading list, dan yang penting sekali nih yaaa penting parah gileee men jangan lupaa FOLLOW GUEEE 😭😭😭😭 kalau gak aku bakal sedih enget deeeh
Yaudh segitu ajaaa deh nanti kalian enek lagi kalau banyak sambutan nyaa thanksyouuu sekali lagiiii
Babaaaaayy guys 😗😗😗😗
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top