Part 31
"Ngomongin apa sih?" Wajah Jae penuh tanya menatap dua orang di depannya bergantian. "Bu Yustin nyerah ngajar siapa?" ulang Jae.
Tak ada jawaban dari keduanya, hanya Gia yang mengerucutkan mulut kemudian menggerakkan dagunya ke arah Dean. Aura kemenangan menyelimuti wajah Gia. Dean tak akan melakukan apapun yang bisa membuatnya terintimidasi selama ada Jae.
"Serius, Gi?" Jae memastikan dirinya tidak salah menafsirkan orang yang dimaksud Gia. Tak percaya memenuhi sorot matanya selama menatap Dean.
"Coba tanya sendiri kalau nggak percaya," Gia mengedikkan dahinya.
Kedatangan Jae membuat Dean tak bisa berkutik. Kedua pipinya menyerupai kepiting rebus saat menemukan Jae melangkah masuk. Dia pasti tak mengira aibnya bakal diketahui anak kelas lain. Tatapan penuh kesal semakin tampak dari sorot matanya saat melihat Jae membawa sebuah bungkusan.
Dean terlihat semakin gerah saat menemukan Gia tersenyum penuh kemenangan. Kakinya segera beranjak meninggalkan kelas. Kedatangan Jae tidak memungkinkan membuatnya berdebat lebih lama lagi dengan Gia.
"Oke." Akhirnya Dean menyetujui kesepakatan yang ditawarkan Gia. Rambutnya mengilat kecoklatan saat terkena pantulan sinar matahari, menghilang di balik pintu.
Gia hanya mengacungkan jempol kanannya, tersenyum penuh kemenangan. Puas banget bisa punya kesempatan untuk menyiksa musuhnya selama satu minggu kedepan. Gia tahu, kesempatan ini yang terakhir untuk Dean. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan terakhir yang diberikan Yustin.
Ada banyak pertanyaan yang memenuhi kepala Gia. Kenapa orangtua Dean tetap memaksa anaknya untuk ikut les? Kekayaanya jauh dari cukup kalo hanya untuk membeli nilai matematika Dean saja. Tapi mereka malah membiarkan Bu Yustin memaksa Dean berkali-kali ikut perbaikan nilai. Sudah hampir naik di kelas 11 pasti Bu Yustin juga lelah kalau harus marah hampir setiap kali mengajar di kelasnya.
Hukuman macam apapun tak pernah mempan kalau diberikan pada Dean. Dia terus saja mengulangi kesalahan yang sama. Tidak hanya hukuman berupa tugas saja, lapangan upacara sudah menanti lengkap dengan sengatan matahari yang siap membakar kulitnya. Dean akan menjalani hukumannya dengan menemani tiang bendera berdiri di sana selama pelajaran Matematika berlangsung di dalam kelas.
Meski nilai Matematikanya selalu terbakar tak akan bisa membuat Dean dikeluarkan dari sekolah. Keluhan Yustin pada Kepala Sekolah pun hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Kepala Sekolah akan tetap mempertahankan Dean apapun alasannya agar kucuran dana orangtuanya untuk kegiatan yayasan sekolah tidak berhenti.
Terbukti wajah Dean masih tetap muncul setiap kali ada pelajaran Matematika, meski hanya dengan nilai pas-pasan. Lengkingan suara Yustin yang berkali-kali memekakkan telinga, tak pernah pernah berarti apa-apa untuk Dean. Nilai Matematikanya di rapor pun tak kunjung berubah menjadi hitam.
Gia sempat berniat menanyakan hal ini pada Bu Yustin. Sebagai salah satu donatur utama yayasan sekolah, orangtua Dean pasti tidak akan sulit pula mengeluarkan uang berapa pun untuk anak semata wayangnya. Bukannya akan menjadi aib orangtuanya juga kalau sampai nilai Dean tetap bertahan di urutan paling bawah.
Namun sampai detik ini, Dean sendiri seolah tak peduli dengan nilainya. Seolah tak ada usaha sedikit pun untuk memperbaiki nilainya. Kesalahannya menjawab soal Matematika yang paling sederhana sekalipun tak cukup membuatnya malu. Dean hanya melakukan yang ingin dia lakukan saja.
Terlalu sederhana jika menganggap hidup Dean yang selalu mujur. Lahir dari rahim seorang ibu yang keturunan bule membuatnya mewarisi garis ketampanan wajah di atas rata-rata. Meski sering mendapatkan hukuman dari guru BK karena penampilannya, Dean tetap menjadi magnet tersendiri di sekolah.
Mata coklat Dean selalu berhasil menghipnotis siapa pun yang menjadi lawan bicaranya. Kedua alisnya yang tebal membingkai indah kedua matanya. Rambut halus yang memanjang di kedua sisi pipi, membuatnya masuk ke dalam deretan cowok ganteng di sekolah. Tapi ukuran cowok ganteng bagi Gia tak sama seperti teman-temannya di sekolah.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top