Chapter 2

Hanya bunyi sepatu berjalan dengan indahnya, gadis itu chaeyoung, ia mulai masuk kuliahnya,kenapa ia selalu melamunkan sesuatu, bahkan waktu itu ia hampir tertabrak,ia melamun tetapi matanya langsung menangkap sosok yang ia sukai dan cintai membuatnya langsung bersikap normal.

Sosok itu seperti tak melihatnya tetapi chaeyoung cukup senang hanya melihat wajahnya.

"jungkookkk" panggilnya dan membuat jungkook berhenti dan melihatnya dengan tatapan tak bisa dimengerti.

"kau mau kemana? " tanya chaeyoung menghampiri sosok itu, tentu saja jungkook merasa aneh karena tak pernah dekat.

"tak usah sok kenal"

"tapi aku mengenalmu jung,bahkan mencintaimu hehe" chae tersenyum dan jungkook hanya memberikan tatapan yang aneh.

"bisakah tak berbicara hal menjijikan"

"apa yang kau sebut menjijikan jung, apa salah aku mencintaimu? " chae tersenyum lagi.

"hentikan itu menjijikan"

"jung aku mencintaimu sepenuh hati, percayalah padaku" chae mengedipkan matanya tetapi justru membuat jungkook langsung akan meninggalkannya tetapi tanganya langsung ditarik kembali.

"lepasss menjijikan!! "

"jung kau kasar sekali dengan pacarmu"

"hah pacarku?, kau gila ya? "
Jungkook langsung saja meninggalkan chae, tapi gadis itu hanya tersenyum dan pergi juga.


"dasar yeoja gilaa arghh"

"kau kenapa?? " gadis yang disebelahnya pun merasa terusik.
Sedangkan jungkook langsung memainkan ponselnya dan dengan indahnya jari lentiknya memencet setiap layar.

"kau yang gila bodoh" jawab yeoja cantik itu kembali.

"diam yeri kau benar-benar"

"apa yang kau sebut itu chae?"
Jungkook mengangguk frustasi dan tentu saja semua orang tau bahwa akhir ini gara-gara chae menyatakan cinta pada jungkook satu kampus tahu itu.

"chae cantik, pintar,apa kurangnya? "

"diam, dia itu wanita gila"

"gila??kau yakin? "

"tentu saja" jungkook langsung berdiri dan pergi meninggalkan yeri sendirian.

Jungkook melangkah ke perpustakaan, tidak heran lagi jungkook memang siswa yang berprestasi di kampusnya. Meskipun ia selalu keluyuran malam-malam dan hanya disekolah ia belajar,jika sudah keluar sekolah ia sudah tak lagi memikirkan tentang belajar maupun pelajaran.

Ia mengambil sebuah buku yang tebal dan ingin mencari tempat duduk tetapi dirinya melihat chae dipojok masih fokus dengan bukunya dan sebuah permen yang ada ditangannya.

Jungkook kaget ketika chae melihatnya segera jungkook duduk ditempat seadanya dan mulai membuka bukunya.

Brukkk

Jungkook melihat tajam yeoja yang dengan kurang sopan membanting bukunya disampingnya.

"yahh pacarku suka sekali belajar"

"menjauhlah"

"aku ini pacarmu jungkook"

"maaf kau bukan pacarku" jungkook membuka buku tebalnya dan mulai tak memperdulikan gadis itu.

"aku istrimukan? "
Jungkook menatap gadis yang dianggapnya gila itu sekarang, kenapa semakin parah.

"kau ini kenapa gila"

"jungkook hamili aku"

BRAKk!!

"AISHhhh bisakah kau menjauh,aku tak kuat dekat denganmu,kau pikir kau cantik hah?,kau tak pernah becermin?, lihatlah dirimu itu, kau sangat tak cocok denganku!,menjauh"
Ucapan itu membuat chae bukan sedih tetapi hanya tersenyum, tentu saja satu perpus melihat kejadian itu.

Chae tersenyum dan melambaikan tangan kejungkook membawa bukunya.

"bayy pacar" chae pergi segera membuat jungkook bertambah frustasi dengan gadis itu.

"kembalilah belajar, maafkan aku" jungkook membungkuk kesemua orang yang ada diperpus, meskipun jungkook pangeran sekolah tetapi tetap saja ia tak mau dipandang redah akan prestasi dan melanjutkan membaca bukunya.


"Chae dengarkan oppa,kau ini kenapa sihh bisakah kau tak berbuat ulah lagi"

"oppa aku mencintainya" chae menghapus jejak air matanya.

"sudah yoongi kau ini jangan terus memarahinya" itu jennie yang baru-baru ini selalu datang kerumah chae dan yoongi.

"tapi anak ini bodohh"

"yoongi sudahlah" jennie ingin menjauhkan yoongi tetapi yoongi sudah langsung pergi dan jennie pun masih melihat chae manangis menghampirinya dan memeluknya.

"chae sudah hapus air matamu, jungkook tak suka orang yang cengeng"
Chae yang mendengarnya pun menghapusnya Segera.

"eonni apa salah aku mencintai jungkook"

"hmm sebenarnya kau tak salah, mungkin caramu yang salah" jennie mengelus tangan chae lembut sedangkan gadis yang telah menjadi adiknya itu menghapus air matanya.

"sudahlah chae kau dengarkan kata oppamu dan sekarang pergilah tidur"

Chae bangkit dan melangkah kearah kamarnya sebelumnya mengangguk dan menuruti perkataan jennie.



Bunyi suara rintikan hujan diatap membuat jungkook menggerutu karena tak bisa pulang, sial sekali mobilnya rusak dan membuatnya ada dibengkel.

Ia mengecek ponselnya yang sudah menunjukan jam 9 malam,sial lagi biasanya ia pulang siang tetapi sekarang gara gara tugasnya menumpuk ia lebih baik mengerjakan sekalian saja.

Bugg

"cepat bawa dia" ucap lelaki bertopeng itu.






"anggg" jungkook membuka matanya dan jujur saja susah sekali membuka matanya,sakit sekali rasanya di daerah rahangnya,ia sadar saja dan itu karena ia ditonjok seseorang,ia hanya melihat dengan satu matanya.

"dimana ini? " jungkook melihat sekeliling dan bodohnya ia baru menyadari tangannya diikat dengan kepala ranjang.

"berengsek" umpatnya dan sedikit bergerak untuk melepas semuanya.


Ceklek


"kau?, bajingannn, lepassss" umpat jungkook setelah melihat dalang dari itu semua.

"aku istrimu"

"menjijikan"

"kau bilang aku tak boleh menganggapmu pacar, jadi aku istrimu" gadis itu chae, chae mendekat dan duduk dipinggiran ranjang, tangannya merambat diperut jungkook merasakan otot perut itu, chae tersenyum tetapi tidak untuk jungkook yang bergerak berusaha melepaskan dirinya.

"kau gadis gila" jungkook melihati yeoja itu tajam.

"aku bisa lebih gila jungkook" chae naik ditubuh jungkook pada bagian perut dan mulai melepas kaosnya didepan jungkook.

"yak yakkk apa yang kau lakukan gadis gila"

Chae masih memakai branya dan mulai menyusuri tubuh jungkook.

"lepas sialan"

"sabar sebentar" chae menaikan pakaian yang dikenakan jungkook kearah atas membuat otot perut itu terlihat dan dengan nafsunya chae mengigit itu.

"akkkk gadis gilaaa"

"aku akan membuatmu semakin gila"

Chae mencium bibir jungkook penuh nafsu sedangkan jungkook kaget dan melihati setiap gadis itu bergerak.

Jungkook masih diam dan melihat gadis itu,dan tangan gadis itu mulai melepas ikatan,masih dengan cumbuannya.

Srekkk

Mendapatkan tali itu lepas dari tangannya membuat jungkook langsung membalik dirinya untuk menindih chae,tentu saja gadis itu kaget dan membuka matanya.

"jangan salahkan aku" bisik jungkook pelan membuat chae menelan liurnya kasar.

Chuppp





TBC

Payyyy voteee

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top